Dosen Unand Beri Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani Baramban, Ini Tujuannya

Dosen Unand Beri Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani Baramban, Ini Tujuannya

Dosen Unand saat memberikan penguatan kelembagaan terkait pemasaran produk sayuran sehat bersertifikat prima 3 kepada Kelompok Tani Baramban. (Foto: Istimewa)

Dosen Universitas Andalas (Unand) memberikan penguatan kelembagaan dalam pemasaran sayuran sehat bersertifikat prima 3 kepada Kelompok Tani Baramban, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar).

Penguatan kelembagaan ini merupakan lanjutan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan setiap tahun untuk membantu usaha kelompok tani berkembang.

“Pemberian penguatan kelembagaan pada Kelompok Tani Baramban ini telah memasuki tahun ketiga sejak dimulai tahun 2020,” ujar Tim Dosen Pengabdian Masyarakat Prof Melinda Noer, Selasa (13/12/2022).

Guru Besar Perencanaan Wilayah, Fakultas Pertanian Unand ini menjelaskan, pemberian penguatan kelembagaan dilakukan karena para petani di Kelompok Tani Baramban melakukan kegiatan usaha secara sendiri bukan berkelompok.

Akibatnya Kelompok Tani Baramban mengalami kendala dalam hal pemasaran produk sayuran sehat bersertifikat prima 3.

Kondisi ini terjadi karena Kelompok Tani Baramban melakukan pemasaran sayuran bersertifikat prima 3 hanya di pasar tradisional. Sehingga harganya tidak berbeda dengan sayur yang tidak bersertifikat prima 3.

Baca Juga:

Dosen Unand Latih Petani di Agam Kembangkan Agribisnis Sayuran Sehat Bersertifikat

“Makanya kita beri penguatan kelembagaan supaya mereka tidak hanya menghasilkan produksi tetapi juga bisa mengolah sampai memasarkan ke konsumen akhir,” tutur Melinda.

Dalam penguatan kelembagaan ini, kata Melinda, pihaknya melibatkan penyuluh pertanian setempat. Sementara dari sisi agro industri, pihaknya juga melibatkan pemuda setempat yang memahami teknologi.

“Nah kami mengusulkan agar mereka melakukan produksi dan pengolahan secara berkelompok. Lalu memasarkannya ke pasar modern. Seperti ritel atau pemasaran secara online,” ungkap Melinda.

Meski telah memasuki tahun ketiga, namun pemuda setempat yang terlibat masih sulit untuk digerakkan. Menyikapi kondisi itu, kata Melinda, pihaknya menggandeng pemerintah nagari dan membuat kemitraan antara Kelompok Tani Baramban dengan Badan Usaha Milik Nagari (Bumnag).

Lampiran Gambar
Tim Dosen Pengabdian Masyarakat Unand saat diskusi dengan pemerintah nagari setempat. (Foto: Istimewa)

“Selama ini Bumnag belum punya kegiatan berbisnis yang signifikan. Jadi, Bumnag sepakat menjadi mitra. Mereka yang akan memasarkan produk sayuran sehat bersertifikat prima 3 milik petani di Kelompok Tani Baramban ke pasar modern. Termasuk rumah sakit, restoran,” sebut Melinda.

Baca Juga:

Tersingkir dari Piala Dunia 2022, Timnas Inggris Bawa Pulang Kucing Ini

Lebih lanjut Ketua Program Studi Doktor Ilmu Pertanian, Pascasarjana Fakultas Pertanian Unand ini menyampaikan, hasil bermitra dengan Bumnag menunjukkan tren positif.

Selain sukses dalam pemasaran, para petani di Kelompok Tani Baramban juga menjadi penarik bagi petani lain untuk ikut menghasilkan produk sayuran sehat bersertifikat prima 3.

“Jadi ada yang sudah ingin mendaftar dan sudah mendaftarkan lahannya menjadi lahan sayuran sehat yang nanti kriterianya akan ditentukan oleh penyuluh. Dengan begitu nanti akan menghasilkan produk sayuran sehat,” ucap Melinda.

Melinda berharap Kelompok Tani Baramban terus bergerak melakukan produksi sayuran sehat bekerja sama dengan pemerintah nagari dan Bumnag.

“Kalau pun nanti tidak ada lagi Unand yang datang ke sana sebagai pembawa program, mereka sudah bisa berjalan secara mandiri dengan baik tanpa ada kendala pemasaran, atau kendala lain,” kata Melinda. (adv/ik)

Baca Juga

Transisi Energi di Sumbar Perlu Libatkan Musyawarah Nagari
Transisi Energi di Sumbar Perlu Libatkan Musyawarah Nagari
Target Ekonomi 8 Persen, Unand Gandeng Kadin Dorong Hilirisasi Riset
Target Ekonomi 8 Persen, Unand Gandeng Kadin Dorong Hilirisasi Riset
Kasus Dugaan Korupsi Kredit Fiktif BNI: Dua Pejabat Bank Belum Ditahan
Kasus Dugaan Korupsi Kredit Fiktif BNI: Dua Pejabat Bank Belum Ditahan
Menko Polkam Geram Ketua Adat Sumbar Sembarangan Beri Gelar Datuak, Singgung Kasus Teddy Minahasa
Menko Polkam Geram Ketua Adat Sumbar Sembarangan Beri Gelar Datuak, Singgung Kasus Teddy Minahasa
Ugal-ugalan Tata Kelola Proyek Energi di Sumbar
Ugal-ugalan Tata Kelola Proyek Energi di Sumbar
Perang AS–Iran dan Ujian Ketahanan Energi Indonesia: Momentum Transformasi Menuju 2030
Perang AS–Iran dan Ujian Ketahanan Energi Indonesia: Momentum Transformasi Menuju 2030