Mojaf, Inovasi Tepung Bengkuang dari Unand yang Berpotensi Bantu Pengidap Diabetes

Sumbardaily.com – Tim peneliti dari Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Andalas (Unand) mengembangkan inovasi pangan fungsional berupa Modified Jicama Flour (Mojaf) atau tepung bengkuang termodifikasi. Produk hasil penelitian tersebut menunjukkan potensi untuk membantu pengendalian diabetes melitus, penyakit yang hingga kini masih menjadi tantangan kesehatan di Indonesia maupun dunia.

Penelitian ini dipimpin oleh Dr. Putra Santoso dengan anggota Dr. Rita Maliza dan Meisya Syifa Putri Ihsani dari Departemen Biologi FMIPA Unand. Tim juga berkolaborasi dengan Chayon Goswami, Ph.D. dari Bangladesh Agricultural University dalam mengembangkan inovasi tersebut.

Menurut Putra Santoso, angka penderita diabetes melitus terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Kondisi tersebut mendorong perlunya berbagai alternatif untuk mendukung pencegahan maupun pengendalian penyakit, tidak hanya mengandalkan terapi menggunakan obat-obatan kimia, tetapi juga melalui pengembangan pangan fungsional.

"Berangkat dari tantangan tersebut, kami mengembangkan Mojaf, yaitu tepung bengkuang termodifikasi yang berpotensi menjadi pangan fungsional untuk membantu mengendalikan diabetes," ujar Putra Santoso, dikutip Jumat (17/7/2026).

Ia menjelaskan, Mojaf diproduksi melalui kombinasi proses fermentasi menggunakan bakteri asam laktat dengan metode pemanasan dan pendinginan berulang atau autoclaving-cooling. Proses tersebut menghasilkan karakteristik tepung yang berbeda dibandingkan tepung bengkuang konvensional.

Berdasarkan hasil penelitian, Mojaf memiliki warna yang lebih cerah disertai peningkatan kadar pati dan amilosa. Selain itu, kandungan gula pereduksi pada tepung tersebut juga mengalami penurunan hingga lebih dari 60 persen.

"Peningkatan amilosa dan penurunan gula pereduksi yang drastis pada Mojaf membuatnya cocok untuk pengidap diabetes," kata Putra Santoso.

Tidak hanya memiliki karakteristik gizi yang lebih baik, penelitian juga menunjukkan bahwa Mojaf mampu mendukung pertumbuhan bakteri baik Lactobacillus plantarum. Bakteri probiotik tersebut diketahui berperan dalam menjaga kesehatan saluran pencernaan, meningkatkan sensitivitas insulin, sekaligus membantu mengurangi peradangan yang sering menyertai diabetes.

Putra Santoso menjelaskan bahwa Mojaf memiliki potensi sebagai prebiotik, yakni bahan pangan yang menjadi sumber makanan bagi bakteri baik di dalam usus. Keberadaan mikroba usus yang sehat dinilai memiliki hubungan erat dengan pengendalian kadar gula darah serta metabolisme tubuh secara menyeluruh.

"Mojaf tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi, tetapi juga berpotensi menjadi prebiotik, yaitu bahan pangan yang menjadi makanan bagi bakteri baik di usus sehingga mendukung kesehatan mikroba usus. Semakin banyak penelitian menunjukkan bahwa kesehatan usus memiliki hubungan erat dengan pengendalian gula darah dan metabolisme tubuh secara keseluruhan," jelasnya.

Potensi tersebut juga terlihat dalam pengujian laboratorium menggunakan hewan model diabetes. Pada penelitian itu, pemberian Mojaf sebanyak lima persen dalam pakan selama empat minggu mampu menurunkan kadar gula darah puasa hingga mendekati kisaran normal.

Selain memberikan dampak terhadap kadar gula darah, hewan model yang menerima Mojaf juga memperlihatkan peningkatan kinerja insulin. Perbaikan turut terlihat pada profil lemak darah yang ditandai dengan penurunan kadar kolesterol total dan trigliserida.

Meski hasil penelitian menunjukkan temuan yang menjanjikan, Putra Santoso menegaskan bahwa pengembangan Mojaf masih berada pada tahap penelitian laboratorium sehingga belum dapat diterapkan secara langsung sebagai terapi pada manusia.

"Mojaf belum dapat diklaim aman dan efektif untuk digunakan langsung sebagai obat diabetes pada manusia. Langkah berikutnya adalah melakukan uji klinis untuk memastikan keamanan, dosis yang tepat, serta efektivitasnya pada berbagai kelompok masyarakat," tegasnya.

Ia menambahkan, apabila penelitian lanjutan melalui uji klinis mampu membuktikan manfaat, keamanan, dan efektivitas Mojaf pada manusia, maka tepung bengkuang termodifikasi tersebut berpeluang menjadi salah satu produk pangan fungsional unggulan Indonesia untuk mendukung pengendalian diabetes. (*)

Baca Juga

Delapan Bulan Hilang, Unand Terus Dampingi Keluarga dan Berharap Ryan Alghifary Segera Kembali
Delapan Bulan Hilang, Unand Terus Dampingi Keluarga dan Berharap Ryan Alghifary Segera Kembali
Wisuda 1.389 Lulusan, Unand Tekankan Berpikir Kritis di Era AI
Wisuda 1.389 Lulusan, Unand Tekankan Berpikir Kritis di Era AI
Penelitian Guru Besar Unand Temukan Gizi Remaja Putri Berpengaruh pada Kesehatan Bayi
Penelitian Guru Besar Unand Temukan Gizi Remaja Putri Berpengaruh pada Kesehatan Bayi
Unand Kukuhkan 7 Guru Besar Baru, Kini Miliki 230 Profesor di 15 Fakultas
Unand Kukuhkan 7 Guru Besar Baru, Kini Miliki 230 Profesor di 15 Fakultas
Riset Unand Ungkap Kearifan Lokal Minangkabau Jadi Solusi Hadapi Perubahan Iklim di Sumbar
Riset Unand Ungkap Kearifan Lokal Minangkabau Jadi Solusi Hadapi Perubahan Iklim di Sumbar
Terowongan Tol Sicincin–Bukittinggi 5,8 Km Jadi Fokus Riset Pusat Studi Terowongan dan Infrastruktur Bawah Tanah
Terowongan Tol Sicincin–Bukittinggi 5,8 Km Jadi Fokus Riset Pusat Studi Terowongan dan Infrastruktur Bawah Tanah