Dulu Jalan Tanah Kini Aspal Mulus 7 Km, Akses Solok Selatan-Dharmasraya Makin Lancar

Dulu Jalan Tanah Kini Aspal Mulus 7 Km, Akses Solok Selatan-Dharmasraya Makin Lancar

Ruas Jalan Sungai Sungkai–Log Batu Sandi di Kabupaten Solok Selatan kini berubah total setelah ditingkatkan melalui Program Inpres Jalan Daerah (IJD). (Foto: BPJN Sumbar)

Sumbardaily.com - Ruas Jalan Sungai Sungkai–Log Batu Sandi di Kabupaten Solok Selatan kini berubah total setelah ditingkatkan melalui Program Inpres Jalan Daerah (IJD).

Jalan yang sebelumnya berupa tanah tanpa lapisan kini telah menjadi jalan beraspal sepanjang 7,3 kilometer yang memperkuat konektivitas antara Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten Dharmasraya sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Informasi tersebut dikutip dari unggahan Instagram BPJN Sumbar, Minggu (12/7/2026).

Program peningkatan jalan tersebut dilaksanakan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat di bawah Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum. Proyek mulai dikerjakan pada 2025 dan rampung pada pertengahan 2026.

Perjalanan menuju lokasi proyek dari Kota Padang membutuhkan waktu sekitar tujuh jam. Meski berada di kawasan yang cukup jauh, pembangunan ruas tersebut dinilai memiliki peran penting sebagai jalur penghubung utama antara Solok Selatan dan Dharmasraya.

Secara teknis, jalan yang sebelumnya hanya berupa tanah kini telah menggunakan perkerasan beraspal dengan lebar tujuh meter. Selain itu, jalan juga dilengkapi bahu jalan Kelas S dan bahu beton dengan lebar antara satu hingga dua meter sehingga meningkatkan kenyamanan serta keamanan pengguna jalan.

Keberadaan jalan baru ini juga diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat, terutama untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi sektor utama di kawasan tersebut.

Selain mendukung distribusi hasil panen, peningkatan jalan juga memberikan kemudahan akses masyarakat menuju pusat pendidikan, pusat kegiatan ekonomi, hingga fasilitas kesehatan.

PPK 2.5 BPJN Sumbar, Rai Nofvandro, melalui tayangan yang diunggah BPJN Sumbar menjelaskan bahwa pembangunan jalan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan konektivitas wilayah melalui Program Inpres Jalan Daerah.

Sementara itu, Camat Sangir Balai Janggo, Muslim, mengatakan pembangunan ruas tersebut memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

"Memperlancar hubungan transportasi ekonomi Solok Selatan dengan Dharmasraya," ujar Muslim.

Menurutnya, masyarakat Kecamatan Sangir Balai Janggo kini lebih mudah memperoleh berbagai kebutuhan pokok karena akses menuju Sungai Rumbai semakin lancar.

"Masyarakat Sangir Balai Janggo kini bisa mendapatkan barang-barang kebutuhan dengan harga lebih murah di Sungai Rumbai karena akses yang sudah lancar," katanya.

Tidak hanya mempermudah distribusi barang, jalan tersebut juga memunculkan aktivitas ekonomi baru. Warga menjuluki ruas tersebut sebagai "Jalan Viral" atau Jalan Viral Sungkai Surai karena memiliki panorama yang menarik, terutama saat sore hari.

Keindahan pemandangan itu membuat kawasan tersebut ramai didatangi masyarakat dari berbagai daerah, mulai dari Muara Labuh, Lubuk Gadang hingga Sungai Rumbai. Ramainya pengunjung turut memberikan peluang usaha bagi pelaku UMKM dan pedagang di sepanjang jalan.

Salah seorang pedagang, Ririn, mengaku kondisi jalan saat ini jauh berbeda dibanding sebelumnya.

"Dulu jalannya rusak parah dan berlubang-lubang," ujarnya.

Ia mengatakan akses menuju Pasar Sungai Rumbai kini menjadi jauh lebih dekat setelah jalan diperbaiki.

Ririn juga mengungkapkan dirinya baru membuka usaha di tepi jalan tersebut sekitar dua bulan terakhir karena melihat kawasan itu mulai ramai dikunjungi masyarakat.

Kesaksian serupa disampaikan seorang ibu petani yang sehari-hari menggunakan ruas tersebut. Ia mengaku sebelum jalan diperbaiki kendaraan tidak dapat melintas sehingga warga harus mengambil jalur lain dengan waktu tempuh yang lebih lama.

"Sebelum jalan diperbaiki, rute ini tidak bisa ditembus sehingga kami harus memutar lewat jalan bawah," tuturnya.

Kini, menurutnya, aktivitas bekerja maupun bertani dapat dilakukan dengan lebih lancar, termasuk saat musim hujan karena kondisi jalan sudah jauh lebih baik.

Peningkatan Jalan Sungai Sungkai–Log Batu Sandi tidak hanya menghadirkan infrastruktur yang lebih layak, tetapi juga memperkuat konektivitas antarwilayah, mempercepat mobilitas masyarakat, mendukung distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta menciptakan peluang ekonomi baru melalui tumbuhnya aktivitas wisata dan usaha masyarakat di sepanjang ruas jalan tersebut. (*)

Baca Juga

Daftar 20 Jembatan yang Dibangun di Agam Tahun 2026, Anggaran Terbesar Tembus Rp5,2 Miliar
Daftar 20 Jembatan yang Dibangun di Agam Tahun 2026, Anggaran Terbesar Tembus Rp5,2 Miliar
Pengalihan Arus di Sawahlunto Mulai Pagi Ini, Pengendara Diminta Lewat Kampung Teleng
Pengalihan Arus di Sawahlunto Mulai Pagi Ini, Pengendara Diminta Lewat Kampung Teleng
B50 Resmi Diluncurkan, Indonesia Setop Impor Solar dan Hemat Devisa Rp170 Triliun
B50 Resmi Diluncurkan, Indonesia Setop Impor Solar dan Hemat Devisa Rp170 Triliun
Temui Menteri PKP, Bupati Annisa Perjuangkan Program 3 Juta Rumah untuk Dharmasraya
Temui Menteri PKP, Bupati Annisa Perjuangkan Program 3 Juta Rumah untuk Dharmasraya
Warga Huntara Lubuk Buaya di Kota Padang mengikuti nonton bareng perempat final Piala Dunia 2026 bersama Dinas Perkim Kota Padang dan menerima bantuan beras.
Piala Dunia 2026 Hadirkan Senyum di Huntara Padang, Warga Nikmati Nobar dan Bantuan Sembako
Dugaan Penipuan MinyaKita di Padang, Puluhan Pedagang asal Sumbar Rugi Miliaran Rupiah
Dugaan Penipuan MinyaKita di Padang, Puluhan Pedagang asal Sumbar Rugi Miliaran Rupiah