Pedro Porro Jadi Tembok Kokoh Spanyol di Piala Dunia 2026, Ini Kisah Perjalanannya

Sumbardaily.com – Penampilan Pedro Porro menjadi salah satu cerita menarik di balik laju impresif Timnas Spanyol pada Piala Dunia 2026. Bek kanan milik Tottenham Hotspur itu berhasil menjawab kepercayaan pelatih Luis de la Fuente dengan performa solid yang membuat La Roja tampil kokoh sepanjang turnamen.

Tidak hanya menjadi bagian penting dari catatan lima pertandingan beruntun tanpa kebobolan, Porro juga mencatatkan momen spesial dengan mencetak gol perdana untuk tim nasional Spanyol melalui sundulan saat menghadapi Austria pada babak 32 besar. Catatan tersebut sekaligus membawa Spanyol menyamai rekor pertahanan terbaik yang terakhir kali dibukukan Italia ketika menjadi tuan rumah Piala Dunia 1990.

Penampilan konsisten itu semakin terasa istimewa karena Porro dipercaya mengisi posisi bek kanan yang sebelumnya identik dengan Dani Carvajal, pilihan utama Spanyol saat menjuarai UEFA EURO 2024. Absennya Carvajal dari skuad Piala Dunia 2026 menjadi peluang yang dimanfaatkan Porro untuk menunjukkan kualitasnya di panggung terbesar sepak bola dunia.

Keberhasilan tersebut bukanlah sesuatu yang datang secara instan. Di balik performanya bersama La Roja, terdapat perjalanan panjang yang dimulai dari Don Benito, sebuah kota kecil di wilayah Extremadura yang dihuni sekitar 40 ribu penduduk.

Di kota itulah kecintaan Porro terhadap sepak bola tumbuh sejak usia dini. Salah seorang pelatih masa kecilnya di Gimnastico Don Benito, Carlos Moreno, mengenang bahwa Porro hampir tidak pernah jauh dari lapangan.

Menurut Moreno, hampir setiap hari Porro menghabiskan waktunya dengan bermain sepak bola, bahkan ketika tidak ada sesi latihan resmi.

"Dia menghabiskan banyak waktu di sini. Dia selalu berada di lapangan, bahkan ketika tidak ada sesi latihan. Sering kali dia meminta izin kepada pelatih tim lain agar diperbolehkan bermain bersama mereka," kenang Moreno dilansir dari FIFA, Jumat (10/7/2026).

Latar belakang keluarga Porro juga membentuk karakter pekerja keras yang dimilikinya. Sang ibu, Eva, bekerja di sebuah supermarket, sedangkan ayahnya, Luis, menjalani berbagai jenis pekerjaan. Karena kedua orang tuanya sibuk bekerja, masa kecil Porro lebih banyak dihabiskan bersama kakeknya dari pihak ibu, Antonio.

Moreno mengingat Antonio sebagai sosok yang selalu hadir mendampingi cucunya, baik ketika latihan maupun pertandingan, tanpa memedulikan cuaca.

Bahkan, sang kakek memiliki kebiasaan memberikan permen setiap kali Porro berhasil mencetak gol.

Selain memiliki kemampuan teknik yang menonjol, Moreno menilai mentalitas kompetitif menjadi pembeda terbesar Porro dibandingkan pemain seusianya.

Saat masih bermain sebagai penyerang sayap, Porro dikenal memiliki kecepatan, tendangan keras, serta kualitas individu yang sangat baik. Namun, yang paling membekas adalah semangat juangnya.

Moreno mengenang satu pertandingan ketika Porro mampu mencetak enam gol, tetapi tetap pulang dengan perasaan kecewa karena timnya kalah dengan skor 7-6.

Menurutnya, Porro selalu menuntut standar tinggi, bukan hanya kepada dirinya sendiri, tetapi juga kepada rekan-rekan setimnya.

Meski memiliki mental juara yang kuat, Porro dikenal sebagai sosok yang menyenangkan di luar lapangan.

Moreno menggambarkan mantan anak didiknya sebagai pribadi yang humoris, spontan, dan mudah bergaul.

Dalam setiap perjalanan menggunakan bus tim, Porro hampir selalu menjadi sumber hiburan bagi rekan-rekannya melalui berbagai lelucon yang dilontarkan.

Persahabatan yang terjalin sejak masa kecil pun tetap terjaga hingga kini. Setiap kali pulang ke Don Benito, ia masih rutin berkumpul bersama teman-teman lamanya.

Perjalanan menuju level tertinggi tidak sepenuhnya mudah. Moreno menjelaskan bahwa wilayah Extremadura relatif kurang mendapat perhatian pencari bakat dibandingkan daerah lain di Spanyol.

Menurutnya, kesempatan besar baru datang ketika Porro membela tim perwakilan Extremadura dalam sebuah pertandingan di Madrid.

"Wilayah ini sering terlupakan, sehingga sangat jarang seorang pencari bakat datang ke sini. Namun, Pedro berhasil melangkah lebih jauh karena suatu hari dia pergi ke Madrid untuk membela tim perwakilan Extremadura. Kalau bukan karena pertandingan itu, mungkin dia tidak akan berada di posisinya sekarang karena tidak akan ada yang menemukannya," ujarnya.

Karier profesional Porro mulai berkembang pada 2015 ketika bergabung dengan akademi Rayo Vallecano. Dua tahun kemudian ia melanjutkan perjalanan bersama Girona.

Di klub asal Catalunya tersebut, Porro langsung meninggalkan kesan mendalam bagi rekan-rekan setimnya.

Mantan kapten Girona, Alex Granell, mengaku terkesan dengan kepribadian Porro yang berani meski masih berusia muda.

Menurut Granell, Porro tidak pernah ragu menunjukkan kualitasnya di lapangan.

Ia tetap rendah hati, tetapi memiliki kepercayaan diri tinggi untuk mencoba berbagai aksi yang sulit dilakukan pemain lain.

Granell juga menilai Porro memiliki karisma yang membuatnya cepat diterima di ruang ganti meski baru bergabung bersama tim utama.

Musim 2018/2019 menjadi titik balik kariernya setelah tampil dalam 32 pertandingan kasta tertinggi Liga Spanyol, dengan 25 laga di antaranya sebagai starter.

Gol pertamanya tercipta saat menghadapi Real Madrid pada ajang Copa del Rey pada Januari 2019.

Dua bulan berselang, Porro menjalani debut bersama Timnas Spanyol U-21.

Granell menilai Porro memiliki perpaduan antara bakat, keberanian bertahan, kualitas teknik kelas atas, dan mental kompetitif yang menjadikannya berbeda dari pemain lain.

Walaupun Girona terdegradasi, performa Porro tetap menarik perhatian Manchester City yang merekrutnya pada musim panas 2019.

Setelah sempat dipinjamkan ke Real Valladolid, perjalanan kariernya benar-benar berkembang ketika bergabung dengan Sporting Clube de Portugal pada musim 2020/2021.

Mantan rekan setimnya di Sporting, Antonio Adan, mengatakan semua orang sudah mengetahui kualitas Porro. Namun, menurutnya, pemain tersebut baru benar-benar berkembang pesat setelah bermain di Lisbon.

Bersama pelatih Ruben Amorim, Porro menjadi salah satu pilar utama Sporting saat meraih gelar liga pertama klub tersebut dalam kurun 19 tahun.

Pada periode yang sama, ia juga melakoni debut bersama Timnas Spanyol senior dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia melawan Georgia pada Maret 2021.

Adan menilai kemampuan Porro menjelajahi hampir seluruh area permainan membuatnya menjadi bek sayap modern yang sangat berbahaya.

Pengalaman bermain di Liga Inggris bersama Tottenham Hotspur juga dinilai semakin menyempurnakan kualitas bertahannya.

Selama membela Sporting, Porro mencatatkan 12 gol dan 20 assist dalam 98 pertandingan di seluruh kompetisi sebelum akhirnya hijrah ke Tottenham pada Januari 2023.

Sejak bergabung dengan klub London Utara tersebut, ia telah tampil dalam 117 pertandingan Liga Inggris, mencetak sembilan gol, sekaligus membantu Spurs meraih gelar Liga Europa UEFA 2025.

Meski kini telah menjadi salah satu bek kanan terbaik Spanyol dan tampil gemilang di Piala Dunia 2026, Porro tetap menjaga kedekatannya dengan kampung halaman.

Sebelum berangkat mengikuti turnamen di Amerika Utara, ia menyempatkan pulang ke Don Benito untuk menghadiri dua momen penting dalam hidupnya, yakni pembaptisan putranya serta peresmian nama baru lapangan tempat ia pertama kali belajar bermain sepak bola.

Lapangan yang dahulu menjadi saksi perjalanan bocah pencinta bola itu kini resmi menyandang nama Pedro Porro, sebuah penghormatan yang menjadi simbol perjalanan panjangnya dari kota kecil di Extremadura hingga menjelma sebagai salah satu andalan Spanyol di panggung Piala Dunia 2026. (*)

Baca Juga

Prancis vs Maroko Berakhir 2-0, Mbappe Antar Les Bleus ke Semifinal Piala Dunia 2026
Prancis vs Maroko Berakhir 2-0, Mbappe Antar Les Bleus ke Semifinal Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026 Masuki Perempat Final, Ini Fakta Menarik 8 Tim yang Masih Bertahan
Piala Dunia 2026 Masuki Perempat Final, Ini Fakta Menarik 8 Tim yang Masih Bertahan
Catat! Jadwal Perempat Final Piala Dunia 2026 Dimulai 10 Juli, Berikut Daftar Pertandingannya
Catat! Jadwal Perempat Final Piala Dunia 2026 Dimulai 10 Juli, Berikut Daftar Pertandingannya
Swiss Tantang Argentina di Perempat Final Piala Dunia 2026 usai Singkirkan Kolombia Lewat Adu Penalti
Swiss Tantang Argentina di Perempat Final Piala Dunia 2026 usai Singkirkan Kolombia Lewat Adu Penalti
Seorang pemain Argentina mengenakan ban kapten mengatupkan kedua tangan di depan wajah usai pertandingan melawan Mesir pada babak 16 besar Piala Dunia, mengekspresikan rasa syukur setelah kemenangan dramatis.
Braditi Moulevey: FIFA Harus Tepis Dugaan Pengaturan Pertandingan Mesir vs Argentina
Argentina Bertemu Swiss di Perempat Final Setelah Comeback Dramatis atas Mesir
Argentina Bertemu Swiss di Perempat Final Setelah Comeback Dramatis atas Mesir