Terowongan Tol Sicincin–Bukittinggi 5,8 Km Jadi Fokus Riset Pusat Studi Terowongan dan Infrastruktur Bawah Tanah

Terowongan Tol Sicincin–Bukittinggi 5,8 Km Jadi Fokus Riset Pusat Studi Terowongan dan Infrastruktur Bawah Tanah

Gambar 3D rencana lanjutan pembangunan Tol Sicincin-Bukittinggi. (Foto: Hutama Karya)

Sumbardaily.com – Rencana pembangunan terowongan sepanjang 5,8 kilometer pada ruas Tol Sicincin–Bukittinggi menjadi salah satu fokus utama kajian yang akan dilakukan oleh Pusat Studi Terowongan dan Infrastruktur Bawah Tanah (Pustroib).

Pusat studi yang baru diresmikan di Universitas Andalas (Unand), tersebut diharapkan mampu memperkuat penguasaan teknologi, riset, serta pengembangan sumber daya manusia untuk mendukung pembangunan infrastruktur bawah tanah di Indonesia, termasuk proyek strategis yang akan menjadi bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera.

Pustroib resmi dibentuk melalui kolaborasi PT Hutama Karya (Persero), Unand, Alumni Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung (ITB), Keluarga Alumni Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada (UGM), Ikatan Alumni Teknik Sipil Universitas Diponegoro (Undip), Alumni Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), serta Masyarakat Terowongan dan Konstruksi Bawah Tanah Indonesia (MTKBTI).

Peresmian pusat studi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman yang berlangsung di Convention Hall Unand, Jumat (5/6/2026) lalu. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat ekosistem keilmuan dan teknologi terowongan di Indonesia yang dinilai semakin dibutuhkan seiring berkembangnya proyek-proyek infrastruktur nasional.

Acara peresmian dihadiri oleh Rektor Unand Efa Yonnedi, Komisaris Utama Hutama Karya sekaligus Ketua Ikatan Alumni Unand Denny Abdi beserta jajaran Dewan Komisaris Hutama Karya, Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan, Direktur Human Capital dan Legal Hutama Karya Muhammad Fauzan, serta Ketua MTKBTI Weni Maulina.

Turut hadir pula Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah, Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sekaligus Ketua Umum Ikatan Alumni Teknik Sipil ITB Abdul Malik Sadat Idris, Kasubdit Pembangunan Jalan Bebas Hambatan Kementerian Pekerjaan Umum Fahmi Aldiamar, serta para ketua dan perwakilan organisasi alumni teknik sipil dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Terowongan Tol Sicincin–Bukittinggi Jadi Perhatian

Keberadaan Pustroib dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai proyek infrastruktur bawah tanah yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi. Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah pengembangan Seksi Bukittinggi–Sicincin yang direncanakan memiliki terowongan sepanjang 5,8 kilometer.

Komisaris Utama Hutama Karya sekaligus Ketua Ikatan Alumni Unand, Denny Abdi, mengatakan pusat studi tersebut diharapkan mampu menjadi wadah pengembangan pengetahuan dan teknologi yang dapat mendukung pembangunan terowongan di masa depan.

Menurutnya, pembangunan terowongan pada ruas Bukittinggi–Sicincin tidak hanya berfungsi meningkatkan konektivitas antarwilayah di Sumbar, tetapi juga berpotensi menjadi daya tarik baru yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Denny menilai pengembangan infrastruktur yang merata akan menjadi faktor penting dalam memperkuat pertumbuhan nasional. Ia menggambarkan Sumatera dan Jawa sebagai dua kekuatan besar yang dapat bergerak bersama untuk mendorong perekonomian Indonesia.

“Kita bisa melihat Indonesia tumbuh secara lebih seimbang. Sumatera dan Jawa dapat menjadi seperti twin engine sebuah pesawat terbang, yang bersama-sama mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih kuat dan merata. Pustroib diharapkan menjadi platform pengetahuan dan kajian, sehingga pengalaman dari pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera dapat menjadi pembelajaran penting bagi pengembangan infrastruktur nasional ke depan,” ujar Denny.

Menjawab Tantangan Geologi dan Keselamatan

Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan menegaskan bahwa pembangunan terowongan pada ruas Tol Sicincin–Bukittinggi merupakan tantangan besar yang membutuhkan dukungan kajian ilmiah dan teknis yang kuat.

Menurutnya, proyek tersebut tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan konstruksi semata, tetapi juga harus memperhatikan aspek lingkungan dan karakteristik alam Sumatra Barat yang perlu dijaga keberlanjutannya.

Karena itu, keberadaan Pustroib diharapkan mampu menghasilkan berbagai kajian yang dapat membantu memitigasi risiko pembangunan, meningkatkan keselamatan konstruksi, sekaligus memastikan proyek berjalan secara berkelanjutan.

“Rencana terowongan pada Seksi Sicincin–Bukittinggi merupakan tantangan nasional yang tidak hanya menyangkut aspek teknis, tetapi juga lingkungan dan kekayaan sumber daya alam Sumbar yang harus dijaga, sehingga dengan adanya kajian melalui Pustroib ini dapat memitigasi risiko konstruksi, meningkatkan aspek keselamatan, dan menjaga keberlanjutan,” kata Iwan.

Jadi Pusat Riset dan Pengembangan SDM

Pustroib dibentuk sebagai pusat riset, inovasi, pengembangan kapasitas, konsultansi, dan pemanfaatan ilmu pengetahuan di bidang terowongan dan infrastruktur bawah tanah.

Kehadiran lembaga ini diharapkan dapat memperkuat praktik rekayasa, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data pada berbagai proyek yang memiliki tantangan geologi, geoteknik, hidrologi, dan keselamatan operasional.

Rektor Unand Efa Yonnedi mengatakan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah, industri, dan masyarakat merupakan kunci dalam menghasilkan solusi pembangunan yang relevan dan berkelanjutan.

Menurutnya, pendirian Pustroib menjadi bukti nyata semangat kerja sama lintas sektor untuk menjawab kebutuhan pembangunan nasional yang semakin kompleks.

Efa menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur bukan hanya soal menghadirkan jalan, jembatan, maupun terowongan, tetapi juga menjadi fondasi penting yang menghubungkan wilayah, memperkuat perekonomian, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Kehadiran pusat studi ini diharapkan menjadi wadah pengembangan riset, inovasi, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang terowongan dan infrastruktur bawah tanah. Sebagai perguruan tinggi yang memiliki kekuatan akademik dan riset, Unand siap berkontribusi melalui kajian ilmiah, teknologi, dan solusi inovatif untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang aman, efisien, dan berkelanjutan. Kami berharap Pustroib dapat berkembang menjadi pusat unggulan yang tidak hanya berkontribusi bagi Sumbar, tetapi juga menjadi rujukan nasional,” ujar Efa.

Didukung Pemerintah dan Bappenas

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyambut baik pendirian Pustroib di Universitas Andalas. Menurutnya, Sumbar memiliki berbagai potensi sekaligus tantangan geografis yang membutuhkan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawabnya.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan komunitas profesional menjadi faktor penting agar pembangunan infrastruktur dapat berjalan sejalan dengan karakteristik daerah.

“Kami menyambut baik pendirian Pustroib di Unand. Sumbar memiliki potensi besar sekaligus tantangan geografis yang perlu dijawab dengan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kerja bersama. Kehadiran pusat studi ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan daerah dalam mendukung pembangunan yang aman, berkelanjutan, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ujar Mahyeldi.

Sementara itu, Deputi Bidang Infrastruktur Bappenas sekaligus Ketua Umum Ikatan Alumni Teknik Sipil ITB Abdul Malik Sadat Idris menilai kebutuhan terhadap infrastruktur bawah tanah akan terus meningkat pada masa mendatang.

Menurutnya, pemanfaatan infrastruktur bawah tanah tidak hanya dibutuhkan untuk mendukung konektivitas transportasi, tetapi juga untuk pengembangan sistem perkeretaapian, utilitas perkotaan, pengendalian banjir, serta pengembangan kawasan strategis.

Karena itu, pembangunan infrastruktur tersebut harus ditopang oleh data, standar, teknologi, dan sumber daya manusia yang kuat.

Komitmen Perkuat Infrastruktur Nasional

Pendirian Pustroib menjadi bentuk komitmen bersama seluruh pihak yang terlibat untuk mendukung pengembangan terowongan yang aman, andal, inovatif, berkelanjutan, serta mampu beradaptasi terhadap berbagai risiko geologi dan geoteknik.

Melalui pusat studi ini, para pemangku kepentingan berupaya memperkuat pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi guna mendukung pembangunan infrastruktur nasional yang tangguh dan memiliki daya saing tinggi.

Ke depan, berbagai program seperti penguatan tata kelola, penelitian, pelatihan, konsultansi, kerja sama, hingga pengembangan kelembagaan akan dilaksanakan secara bertahap sesuai mekanisme yang berlaku. (*)

Baca Juga

Pemprov Sumbar Kebut Rekonstruksi Pascabencana, 10 Paket Proyek Sudah Berkontrak
Pemprov Sumbar Kebut Rekonstruksi Pascabencana, 10 Paket Proyek Sudah Berkontrak
UNP Pertahankan Predikat Sangat Baik dalam Survei Kepuasan Masyarakat Sepanjang 2025
UNP Pertahankan Predikat Sangat Baik dalam Survei Kepuasan Masyarakat Sepanjang 2025
Kebakaran menghanguskan tiga rumah petak di kawasan Binuang Kampung Dalam, Kecamatan Pauh, Kota Padang, saat petugas Damkar melakukan proses pemadaman di lokasi.
Api Hanguskan Tiga Rumah di Padang Saat Penghuni Sedang Berduka
Penebangan Liar di Solok Terungkap, Tiga Alat Berat dan Ratusan Batang Kayu Jadi Barang Bukti
Penebangan Liar di Solok Terungkap, Tiga Alat Berat dan Ratusan Batang Kayu Jadi Barang Bukti
Perubahan Iklim Ancam Ketahanan Pangan, Unand Dorong Penguatan Hutan Nagari Lewat Perdagangan Karbon
Perubahan Iklim Ancam Ketahanan Pangan, Unand Dorong Penguatan Hutan Nagari Lewat Perdagangan Karbon
Nenek 102 Tahun Hilang di Ladang Lubuk Basung Agam Ditemukan, Begini Kondisinya
Nenek 102 Tahun Hilang di Ladang Lubuk Basung Agam Ditemukan, Begini Kondisinya