Sumbardaily.com - Pertemuan Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM), Braditi Moulevey Rajo Mudo, dengan dua Anggota DPRD Padang, Wahyu Hidayat dan Mulyadi Muslim, serta perantau Minang, Ronald, di salah satu rumah makan Padang di Jakarta, Rabu (30/9/2026), berlangsung santai.
Meski tidak ada pembahasan serius maupun agenda politik yang bersifat fundamental, pertemuan tersebut membuka ruang pembicaraan mengenai kontribusi perantau terhadap pembangunan Kota Padang dan Sumatera Barat.
Pertemuan itu mempertemukan sejumlah tokoh dengan latar belakang berbeda dalam suasana informal. Pembicaraan diarahkan pada pentingnya menjaga hubungan antar sesama perantau sekaligus membuka peluang kolaborasi antara masyarakat perantauan dengan unsur eksekutif dan legislatif di daerah.
Braditi Moulevey Rajo Mudo mengatakan, pertemuan tersebut merupakan bagian dari silaturahmi antar sahabat sekaligus kesempatan untuk bertukar pikiran mengenai peran perantau terhadap kampung halaman.
"Silaturahim, makan siang bersama di salah satu rumah makan Padang di Jakarta, tidak ada pembahasan serius, namun kami selaku Perantau berdiskusi terkait peran perantau dan kontribusinya terhadap pembangunan di Padang, maupun Sumbar," katanya.
Pria yang akrab disapa Levi itu menegaskan, pertemuan tersebut tidak diarahkan untuk membahas agenda politik tertentu. Menurutnya, terlalu dini apabila pertemuan tersebut dikaitkan dengan kontestasi pemilu yang masih jauh waktunya.
"Ini pertemuan seorang sahabat, bersilaturahmi, bertukar fikiran, tentunya obrolan ini diharapkan ada hal positif untuk membawa kemajuan untuk Kota Padang maupun Perantau Minang di manapun berada," katanya.
"Tentu terlalu dini jika kita membicarakan hal yang lebih fundamental seperti kontestasi pemilu, masih jauh dari apa yang kami bahas pada saat pertemuan tersebut," sambungnya.
Kendati demikian, Levi menyebut perantau Minang tetap memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan kontribusi terhadap daerah asal.
Bentuk kontribusi tersebut tidak terbatas pada satu bidang, melainkan dapat dilakukan dalam berbagai aspek sesuai kapasitas masing-masing.
"Semangat kebersamaan sesuai dengan konsep Basamo Mako Manjadi itu harus terus digaungkan dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari," ujar pria yang juga menjabat sebagai Manajer Semen Padang FC tersebut.
DPP IKM, lanjutnya, juga membuka ruang untuk berkolaborasi dan memberikan kontribusi bersama unsur eksekutif maupun legislatif, baik di Kota Padang maupun Sumatera Barat.
Sementara itu, Anggota DPRD Padang yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD PKS) Kota Padang, Mulyadi Muslim mengatakan, pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana santai.
"Sebagai Ketua Partai di tingkat wilayah, kami diamanahkan untuk terus menjalin dengan seluruh pihak, termasuk ke partai lain dan elemen masyarakat, sebagai bentuk menjaga tali silaturahmi antar sesama umat," katanya.
Mulyadi menilai lembaga legislatif tidak dapat menjalankan seluruh tugas pengabdian kepada masyarakat secara sendirian.
Menurutnya, terdapat banyak hal yang dapat dilakukan secara bersama-sama apabila seluruh pihak membuka ruang kolaborasi.
Ia kemudian menyinggung sembilan Program Unggulan (Progul) yang digaungkan Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir.
Sebagai wakil rakyat, Mulyadi menyebut dirinya memiliki kewajiban menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan program-program tersebut dapat dikawal melalui mekanisme yang menjadi tugas DPRD.
"Oleh karena itu, kami dari Fraksi PKS DPRD Padang tentu ingin mengajak Fraksi dari partai lain untuk sama-sama mengawal kebijakan dari Wali Kota-Wawako Padang dan menjalankan fungsi pengawasan sebagaimana mestinya. Pada prinsipnya, jika kita bisa bersama-sama, kenapa kita harus berjalan sendiri-sendiri," katanya.
Menurut Mulyadi, kolaborasi tidak hanya penting di lingkungan pemerintahan dan DPRD. Perantau Minang juga memiliki posisi penting karena banyak warga Padang dan Sumatera Barat yang mencari kehidupan di berbagai daerah di luar kampung halaman.
Karena itu, keberadaan organisasi perantau seperti IKM dinilai dapat menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan warga Minang dengan latar belakang yang beragam.
"Di sana, IKM berperan penting untuk menyatukan para Perantau Minang dari berbagai kalangan dan latar belakang. Dukungan dari Perantau agar pembangunan dan cita-cita Padang ini tentu sangat dibutuhkan dan sangat diperlukan, karena dukungan dari semua pihak itu sangat berdampak signifikan," ujarnya.
Mulyadi juga mengungkapkan hubungannya dengan Braditi Moulevey telah terjalin dengan baik. Ia mengenal Levi sebagai sosok yang rendah hati, santun, dan visioner.
"Selama ini hubungan yang kami bangun cukup terjalin dengan baik sebagai sesama politisi. Saya melihatnya sebagai sosok yang cukup tenang dalam menghadapi berbagai persoalan dan dinamika, serta orang yang sangat visioner dan perhatian terhadap kampung halamannya," tuturnya. (*)
















