Sumbardaily.com - Lebih dari 1.000 rider dari berbagai daerah di Sumatera, Pulau Jawa hingga Jakarta ambil bagian dalam Trabas Extreme Gunung Silayang yang digelar di Tanah Kapling Yumira, Jorong Balai Ahad, Lubuk Basung, Minggu (12/7/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian peringatan 33 tahun perpindahan Lubuk Basung sebagai Ibu Kota Kabupaten Agam.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan. Mereka datang dari berbagai wilayah untuk menaklukkan lintasan off-road sepanjang 33 kilometer yang disiapkan panitia. Jarak tersebut dipilih sebagai simbol usia ke-33 Lubuk Basung sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Agam.
Kegiatan Trabas Extreme Gunung Silayang secara resmi dilepas oleh Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, M.M. Pelepasan peserta turut didampingi Staf Ahli Panglima Kolonel Inf. Adrian Adek (Abeng), Anggota DPRD Kabupaten Agam Adnal Piliang, serta jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Agam.
Selama perjalanan, para rider menghadapi berbagai karakter medan yang menantang. Jalur yang dilalui terdiri atas tanjakan, turunan, hingga lintasan berlumpur yang menjadi ciri khas olahraga trabas dan menguji kemampuan para peserta.
Bupati Agam Benni Warlis mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga otomotif, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antarkomunitas sekaligus memeriahkan peringatan hari jadi Lubuk Basung sebagai ibu kota Kabupaten Agam.
"Agenda kita hari ini adalah trabas bersama seluruh komunitas dari berbagai daerah. Ada peserta dari Jakarta, berbagai daerah di Sumatera, Sumatera Barat hingga Pulau Jawa. Kegiatan ini kita laksanakan dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-33 perpindahan Ibu Kota Kabupaten Agam ke Lubuk Basung. Jarak tempuh 33 kilometer menjadi simbol 33 tahun perjalanan Lubuk Basung sebagai ibu kota, dengan lintasan yang penuh tantangan," ujar Benni Warlis.
Meski wilayah kegiatan sempat diguyur hujan sejak pagi, pelaksanaan Trabas Extreme Gunung Silayang tetap berjalan lancar. Seluruh rangkaian acara dapat berlangsung sesuai rencana dengan diikuti para peserta dari berbagai daerah.
Pemerintah Kabupaten Agam berharap penyelenggaraan event tersebut mampu memberikan dampak yang lebih luas. Selain memperkuat kebersamaan antarkomunitas otomotif, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkenalkan potensi wisata alam yang dimiliki daerah serta mendorong pergerakan ekonomi masyarakat melalui kedatangan peserta dari berbagai wilayah. (*)
















