Sumbardaily.com - BMKG mengingatkan masyarakat di wilayah pesisir Sumatera Barat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir pesisir atau rob yang diprakirakan terjadi pada 14 hingga 17 Juli 2026.
Peringatan tersebut disampaikan berdasarkan keterangan resmi BMKG yang dirilis Senin (13/7/2026), menyusul adanya fenomena Super New Moon yang berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum.
Dalam keterangan resminya, BMKG menjelaskan bahwa fenomena Super New Moon yang dipengaruhi kondisi Perigee dan fase Bulan Baru pada 14 Juli 2026 berpotensi memicu pasang air laut maksimum di sejumlah wilayah pesisir Indonesia, termasuk pesisir Sumatera Barat.
Berdasarkan hasil pemantauan data water level dan prediksi pasang surut, wilayah pesisir Sumatera Barat menjadi salah satu daerah yang berpotensi mengalami banjir rob selama periode tersebut.
Adapun wilayah yang masuk dalam potensi terdampak di Sumatera Barat meliputi pesisir Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Agam, Kabupaten Pasaman Barat, serta wilayah Kepulauan Mentawai yang mencakup Pulau Pagai, Siberut, dan Sipora.
Dalam keterangan resmi BMKG Senin (13/7/2026), dijelaskan bahwa potensi banjir rob tersebut secara umum dapat memengaruhi berbagai aktivitas masyarakat di kawasan pesisir.
"Potensi banjir pesisir yang secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat," demikian bunyi keterangan resmi BMKG.
Selain Sumatera Barat, BMKG juga mencantumkan sejumlah wilayah pesisir lain yang berpotensi mengalami banjir rob, yakni pesisir Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, hingga Maluku.
BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pesisir Sumatera Barat agar meningkatkan kewaspadaan selama periode potensi banjir rob berlangsung. Masyarakat juga diminta mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut terhadap aktivitas di pelabuhan, kawasan permukiman pesisir, maupun sektor perikanan.
"Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari Pasang Maksimum Air Laut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG," tulis BMKG dalam keterangan resminya.
BMKG juga meminta masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan informasi cuaca maritim melalui kanal resmi BMKG, baik melalui Call Center 021-6546315/18, Call Center BMKG 196, laman maritim BMKG, media sosial @BMKGmaritim, maupun kantor BMKG terdekat agar memperoleh informasi terbaru mengenai kondisi cuaca dan potensi banjir rob. (*)
















