Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) bersama Google bekali masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) pengetahuan agar terhindar dari hoaks dan disinformasi saat Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Pembekalan dilakukan melalui kegiatan Akademi Digital bagi Warga Lanjut Usia (Lansia) dan Sekolah Kebangsaan, di Padang, Sabtu-Minggu (10-11/12/2022).
Kegiatan yang merupakan bagian dari program Tular Nalar ini, diikuti ratusan masyarakat dari sejumlah lembaga, komunitas, dan organisasi.
Akademi Digital bagi Warga Lansia diikuti masyarakat perwakilan dari organisasi JAI Padang, PWKI Padang, DPP PPDI Padang Panjang dan WKRI Padang.
Sementara Sekolah Kebangsaan diikuti pelajar dan mahasiswa dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi. Mulai dari Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, MAN 2 Padang, Adabiah 1 Padang.
Baca Juga:
Dosen Unand Beri Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani Baramban, Ini Tujuannya
Universitas Negeri Padang, Universitas Terbuka, SMAN 12 Padang, Universitas Andalas, SMAN 3 Padang, Institute Teknologi Padang.
Lalu, SMAN 7 Padang, SMAN 10 Padang, SMAN 1 Padang, SMAN 16 Padang, dan SMAN 9 Padang.
Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumbar Muhammad Khadafi saat menghadiri kegiatan mengatakan, hoaks dan disinformasi menjadi salah satu tantangan yang dihadapi masyarakat saat Pemilu.
“Untuk itu, perlu upaya bersama-sama agar menjadikan Pemilu sehat, khususnya di tahun 2024, seperti yang dilakukan Mafindo ini,” ujar Khadafi.
Sementara Ketua Komite Edukasi Mafindo Silmi Novita Nurman menjelaskan, pihaknya memberikan pembekalan dengan cara melatih masyarakat menggunakan alat dan metode periksa fakta.
Baca Juga:
Tersingkir dari Piala Dunia 2022, Timnas Inggris Bawa Pulang Kucing Ini
“Alat dan metode periksa fakta ini sederhana dan mudah dipahami. Sehingga sangat bermanfaat untuk menangkal hoaks dan disinformasi bagi masyarakat,” sebut Silmi.
Silmi berharap setelah mengikuti pembekalan ini, masyarakat bisa membangun daya berfikir kritis dalam menerima setiap informasi yang belum jelas.
Selain itu agar masyarakat lebih cakap, cerdas dan bijak dalam menggunakan media digital.
“Nantinya masyarakat yang ikut pembekalan juga dapat menyebarkan pengetahuannya ini ke komunitas masing-masing, keluarga, dan lingkungan sekitar,” sebut Silmi. (ik)
















