Sumbardaily.com – Layanan kesehatan berbasis teknologi tinggi kini resmi hadir di Sumatera Barat (Sumbar). PT Bundamedik Tbk (BMHS) menandai langkah besar dalam pengembangan layanan medis di Ranah Minang melalui peresmian perluasan fasilitas RSU Bunda Padang sekaligus peluncuran sistem bedah robotik pertama di Sumbar.
Hadirnya teknologi tersebut menjadi tonggak baru dalam peningkatan layanan kesehatan di daerah. Masyarakat Sumbar kini memiliki akses terhadap prosedur bedah minimal invasif yang sebelumnya belum tersedia di wilayah tersebut, sehingga pilihan penanganan medis berteknologi tinggi tidak lagi hanya terpusat di Pulau Jawa.
Peluncuran sistem bedah robotik di RSU Bunda Padang merupakan bagian dari komitmen BMHS dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan modern ke berbagai daerah di Indonesia. Inovasi ini diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan tindakan bedah dengan tingkat presisi tinggi.
Teknologi bedah robotik tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai prosedur medis kompleks. Layanan ini mencakup tindakan di bidang ginekologi, urologi, uro nefrologi, hingga digestif, sehingga memperluas pilihan terapi bagi pasien dengan beragam kondisi medis.
Dibandingkan metode operasi konvensional, sistem bedah robotik menawarkan sejumlah keunggulan. Teknologi ini membantu dokter melakukan tindakan dengan tingkat presisi yang lebih tinggi melalui sayatan yang jauh lebih kecil. Dengan metode tersebut, trauma operasi yang dialami pasien menjadi lebih ringan, risiko komplikasi pascatindakan dapat ditekan, serta masa pemulihan berlangsung lebih cepat.
Kehadiran fasilitas tersebut juga menjadikan RSU Bunda Padang sebagai rumah sakit terbaru di lingkungan RS Bunda Group yang mengadopsi teknologi bedah robotik. Langkah ini sekaligus memperluas pemerataan layanan kesehatan canggih milik BMHS agar masyarakat di luar Pulau Jawa memperoleh akses yang sama terhadap pelayanan medis modern.
Komisaris Utama PT Bundamedik Tbk, Dr. dr. Ivan Rizal Sini, mengatakan BMHS telah mengembangkan layanan bedah robotik sejak pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada 2012. Menurutnya, teknologi tersebut bukan sekadar menghadirkan inovasi baru, tetapi telah menjadi standar pelayanan bedah yang mampu memberikan hasil klinis lebih baik bagi pasien.
"Sejak BMHS memperkenalkan bedah robotik pertama kali di Indonesia pada 2012, kami telah membuktikan bahwa teknologi ini bukan sekadar inovasi, melainkan standar baru dalam tata laksana bedah yang memberikan hasil klinis lebih baik sehingga mendukung kualitas hidup pasien jangka panjang. Selama satu dekade, kami terus membangun ekosistem dan pengalaman tersebut, mulai dari protokol klinis, tim multidisiplin terlatih, hingga infrastruktur pendukungnya, dan yang kini kami hadirkan di Sumbar agar manfaatnya dapat diakses oleh lebih banyak masyarakat," ujar Ivan Rizal Sini.
Menurutnya, keberhasilan pengembangan layanan tersebut tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, tetapi juga didukung oleh pengalaman panjang BMHS dalam membangun sistem pelayanan yang terintegrasi, mulai dari penyusunan protokol klinis, penguatan tim multidisiplin, hingga penyediaan sarana pendukung yang sesuai standar.
Seluruh pengoperasian sistem bedah robotik di RSU Bunda Padang dilakukan oleh tim dokter spesialis multidisiplin lokal yang telah memenuhi standar kompetensi RS Bunda Group. Dengan dukungan sumber daya manusia yang telah dipersiapkan secara khusus, rumah sakit ini diharapkan mampu menghadirkan pelayanan berstandar tinggi bagi masyarakat Sumbar.
Sebagai pionir layanan bedah robotik di Indonesia yang telah menangani lebih dari 950 prosedur sejak 2012, BMHS juga terus memperkuat kemampuan tenaga medis melalui berbagai program pelatihan berkelanjutan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas pelayanan terus berkembang sekaligus memperkuat posisi RSU Bunda Padang sebagai salah satu pusat rujukan layanan kesehatan di Sumbar.
Direktur Utama PT Bundamedik Tbk, Agus Heru Darjono, mengatakan perluasan layanan di RSU Bunda Padang menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat layanan kesehatan yang tidak hanya berkembang dari sisi kapasitas, tetapi juga kualitas pelayanan, terutama untuk penanganan kasus-kasus medis yang kompleks.
Menurutnya, ekspansi tersebut diharapkan mampu menghadirkan pusat rujukan baru bagi masyarakat Sumatera, khususnya Sumbar, sehingga akses terhadap layanan bedah berteknologi tinggi tidak lagi bergantung pada rumah sakit yang berada di Pulau Jawa.
"Ekspansi layanan ini mencerminkan arah pengembangan BMHS sebagai grup layanan kesehatan yang tumbuh tidak hanya dari sisi kapasitas, tetapi juga kedalaman layanan terutama untuk layanan kompleks. Kami berharap ekspansi dan perluasan fasilitas di RSU Bunda Padang ini dapat menjadi titik rujukan baru bagi masyarakat Sumatera khususnya Sumbar dalam mengakses layanan bedah berteknologi tinggi, sehingga penanganan terbaik tidak lagi terpusat di Pulau Jawa," ujar Agus Heru Darjono.
Selain menghadirkan teknologi bedah robotik, pengembangan RSU Bunda Padang juga diwujudkan melalui peningkatan kapasitas infrastruktur rumah sakit. Manajemen melakukan penambahan jumlah tempat tidur rawat inap, pembaruan fasilitas Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dan Pediatric Intensive Care Unit (PICU), serta pembangunan kamar bedah dengan standar yang lebih tinggi.
Peningkatan fasilitas tersebut dilakukan sebagai respons terhadap tingginya kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan. Saat ini, rata-rata jumlah pasien yang mendapatkan pelayanan di RSU Bunda Padang telah mencapai lebih dari 18.000 orang setiap bulan, sehingga kapasitas rumah sakit terus diperkuat agar mampu memberikan pelayanan yang semakin optimal.
Hospital Director RSU Bunda Padang, Dr. (HC) dr. Helgawati, mengatakan selama lebih dari 18 tahun menjadi bagian dari BMHS, RSU Bunda Padang terus tumbuh bersama masyarakat Sumbar dan menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan pelayanan kesehatan di daerah tersebut.
Ia menilai pengembangan fasilitas rumah sakit beserta kehadiran teknologi bedah robotik merupakan bentuk komitmen untuk menjawab kebutuhan layanan kesehatan yang terus berkembang. Dengan layanan yang semakin lengkap, masyarakat diharapkan dapat memperoleh penanganan medis secara komprehensif tanpa harus melakukan perjalanan ke luar Pulau Sumatera maupun ke luar negeri.
"Pengembangan fasilitas serta hadirnya teknologi bedah robotik merupakan wujud komitmen rumah sakit untuk terus menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin berkembang, dengan menyediakan layanan kesehatan yang lebih komprehensif, mulai dari perawatan ibu dan anak hingga tindakan bedah kompleks, sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan terbaik tanpa harus bepergian ke luar Pulau bahkan ke luar negeri," kata Helgawati.
Sebagai bagian dari rangkaian peresmian fasilitas baru tersebut, RSU Bunda Padang juga menyelenggarakan simposium ilmiah pada 3 Juli 2026 bertajuk The Future of Robotic Surgery: Advancing Precision, Innovation, and Multidisciplinary Care.Kegiatan ilmiah tersebut mempertemukan para dokter spesialis bedah robotik dari RS Bunda Group dengan komunitas dokter di Sumbar. Forum ini menjadi sarana berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai penerapan teknologi bedah robotik sekaligus memperkuat kapasitas tenaga medis di daerah.
Dalam kesempatan itu, Ivan Rizal Sini yang dikenal sebagai dokter robotic surgery pertama di Indonesia didapuk sebagai pembicara utama. Melalui simposium tersebut, BMHS berharap pemahaman serta kemampuan tenaga medis lokal dalam mengadopsi teknologi bedah robotik yang mengutamakan keselamatan pasien dapat terus meningkat.
Di sisi lain, penguatan layanan kesehatan tidak hanya dilakukan pada aspek klinis, tetapi juga melalui pembangunan rantai pasok yang lebih kuat. Bersamaan dengan peresmian perluasan RSU Bunda Padang, Bunda Global Pharma (BGP), unit bisnis BMHS yang bergerak di bidang distribusi farmasi dan alat kesehatan, resmi membuka kantor cabang pertamanya di Sumbar.
Kehadiran BGP ditujukan untuk memastikan ketersediaan obat-obatan serta alat kesehatan dapat terjaga secara berkelanjutan sehingga seluruh layanan medis di RSU Bunda Padang memperoleh dukungan logistik yang memadai.
Agus Heru Darjono menegaskan bahwa keberadaan BGP menjadi bagian penting dari pembangunan ekosistem layanan kesehatan BMHS yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
"Kehadiran BGP di Sumbar adalah bagian dari komitmen kami memastikan ekosistem layanan BMHS berjalan utuh. Fasilitas klinis yang kuat harus ditopang oleh rantai distribusi farmasi dan alat kesehatan yang andal. Itulah peran yang kami emban di sini, dan kami hadir untuk memastikan standar yang sama dijaga dari hulu ke hilir," ujarnya.
Melalui integrasi layanan mulai dari ruang operasi hingga distribusi farmasi dan alat kesehatan, BMHS semakin memperkuat ekosistem pelayanan kesehatan yang menyeluruh. Langkah tersebut sejalan dengan visi All Life, All Care, Because Family Matters, yang menjadi komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan kesehatan holistik, andal, serta mudah diakses masyarakat Indonesia.
Dengan hadirnya sistem bedah robotik pertama di Sumbar, perluasan fasilitas rumah sakit, peningkatan kapasitas tenaga medis, hingga penguatan rantai distribusi farmasi, RSU Bunda Padang diharapkan menjadi salah satu pusat layanan kesehatan berteknologi tinggi sekaligus rujukan utama bagi masyarakat Sumbar dan wilayah Sumatera pada masa mendatang. (*)
















