Sumbardaily.com – Ekspor asal Sumatera Barat (Sumbar) sepanjang Januari hingga Mei 2026 menunjukkan kinerja positif dengan nilai mencapai 1,18 miliar US Dolar. Di tengah peningkatan tersebut, India masih menjadi negara tujuan ekspor terbesar, sementara crude palm oil (CPO) tetap menjadi komoditas unggulan yang mendominasi pengiriman dari Sumbar.
Berdasarkan data BPS Sumbar, lima negara tujuan utama ekspor Sumbar selama Januari–Mei 2026 membukukan nilai transaksi sebesar 849,08 juta US Dolar. Selain India, pasar utama lainnya adalah Pakistan, Myanmar, Mesir, dan Bangladesh.
Kepala BPS Sumbar, Nurul Hasanudin, mengatakan India masih menjadi negara dengan nilai ekspor terbesar dari Sumbar. Selama Januari hingga Mei 2026, nilai ekspor ke negara tersebut mencapai 271,30 juta US Dolar, atau berkontribusi 22,96 persen terhadap total ekspor Sumatera Barat.
"Nilai ekspor Januari–Mei 2026 terbesar adalah ke India sebesar 271,30 juta US Dolar, disusul Pakistan 195,53 juta US Dolar dan Myanmar 130,97 juta US Dolar. Kontribusi ketiganya mencapai 50,59 persen dari total ekspor Sumbar," kata Nurul Hasanudin dalam Berita Resmi Statistik, dikutip Kamis (2/7/2026).
Selain India, Pakistan, dan Myanmar, Mesir menempati posisi keempat sebagai negara tujuan ekspor terbesar dengan nilai 129,23 juta US Dolar. Selanjutnya, Bangladesh berada di peringkat kelima dengan nilai ekspor 121,05 juta US Dolar.
Sementara itu, Tiongkok berada di posisi keenam dengan nilai ekspor 120,41 juta US Dolar. Berikutnya adalah Jepang sebesar 35,94 juta US Dolar, Belanda sebesar 29,73 juta US Dolar, Rusia sebesar 26,38 juta US Dolar, dan Amerika Serikat sebesar 24,30 juta US Dolar.
Menurut Nurul Hasanudin, komoditas utama yang dikirim ke India selama periode Januari–Mei 2026 masih didominasi CPO. Produk tersebut tetap menjadi salah satu komoditas ekspor andalan Sumbar yang memberikan kontribusi besar terhadap nilai perdagangan luar negeri daerah.
Secara keseluruhan, nilai ekspor Sumbar pada Januari–Mei 2026 mencapai 1,18 miliar US Dolar, meningkat 16,10 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025. Meski demikian, jika dilihat secara bulanan, nilai ekspor pada Mei 2026 tercatat sebesar 146,46 juta US Dolar, atau mengalami penurunan 34,29 persen dibandingkan Mei 2025.
Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun terjadi pelemahan ekspor pada Mei 2026, kinerja ekspor Sumbar secara kumulatif selama lima bulan pertama tahun ini masih mencatat pertumbuhan positif. India tetap menjadi pasar utama bagi komoditas asal Sumbar, dengan CPO sebagai produk ekspor yang paling dominan. (*)
















