Sumbardaily.com - Kapal Mentawai Fast yang membawa penumpang dari Kepulauan Mentawai menuju Kota Padang dilaporkan terdampar di sekitar Pintu Air Muaro Padang, Jumat (14/8/2026) petang. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.00 WIB ketika kawasan Kota Padang dan perairan di sekitarnya diguyur hujan deras yang disertai angin kencang.
Cuaca ekstrem belum sepenuhnya mereda di lokasi kejadian Hujan deras, hembusan angin kencang serta terjangan ombak yang terus membesar membuat situasi di sekitar Pintu Air Muaro Padang cukup sulit.
Mentawai Fast diketahui datang dari arah Kepulauan Mentawai menuju Padang dengan kondisi kapal penuh penumpang. Kapal kemudian mengalami kondisi terdampar di kawasan pintu masuk Muaro Padang ketika hendak memasuki wilayah pelabuhan.
Suasana dari dalam kapal juga menunjukkan penumpang masih berada di dalam Mentawai Fast sambil menunggu proses penanganan dan evakuasi. Kondisi tersebut membuat perhatian petugas tertuju pada keselamatan seluruh penumpang, terlebih situasi perairan masih dipengaruhi cuaca buruk.
Sejumlah unsur terkait telah mendatangi lokasi untuk melakukan pemantauan dan penanganan. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Padang, Abdul Malik terlihat berada di lokasi bersama Kepala Seksi Operasi (Kasi Ops) Kantor SAR Padang, Hendri beserta jajaran.
Kehadiran personel SAR di lokasi menjadi bagian dari upaya memastikan penanganan terhadap kapal dan penumpang dapat dilakukan secara aman. Petugas juga harus mempertimbangkan kondisi perairan yang semakin tidak bersahabat sebelum melaksanakan langkah evakuasi.
Selain jajaran Kantor SAR Padang, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Hendri Zulviton Kota Padang juga hadir di lokasi kejadian. Unsur terkait bersama-sama memantau perkembangan situasi serta kondisi kapal yang masih berada di kawasan Pintu Air Muaro Padang.
Di sisi lain, kecemasan terlihat dari keluarga penumpang yang mulai berdatangan ke lokasi. Sejumlah keluarga datang silih berganti ke Pintu Air Muaro Padang untuk mendapatkan informasi mengenai kondisi anggota keluarga mereka yang berada di dalam kapal.
Mereka memilih bertahan di sekitar lokasi sembari menunggu kepastian bahwa keluarga mereka dalam kondisi selamat dan dapat segera dievakuasi. Kedatangan keluarga penumpang berlangsung di tengah guyuran hujan dan kondisi angin yang masih cukup kencang.
Salah seorang anggota keluarga penumpang, Cece (41), berharap proses evakuasi dapat segera dilaksanakan. Ia berharap seluruh penumpang yang berada di dalam Mentawai Fast dapat segera dievakuasi dalam kondisi selamat.
"Harapannya evakuasi bisa dengan cepat dilaksanakan," kata Cece di lokasi kepada Sumbar Daily.
Kekhawatiran keluarga semakin terasa karena hingga malam hari kondisi cuaca masih buruk. Ombak yang menerjang kawasan Muaro Padang dilaporkan terus membesar, sementara angin kencang masih berembus di sekitar lokasi kapal.
Kondisi tersebut membuat proses penanganan harus dilakukan dengan memperhatikan keselamatan petugas maupun penumpang.
Petugas tidak hanya harus memastikan kondisi kapal, tetapi juga memperhitungkan situasi perairan sebelum mengambil langkah evakuasi.
Kapal Mentawai Fast merupakan salah satu moda transportasi laut yang melayani mobilitas masyarakat antara Kota Padang dan Kepulauan Mentawai. Jalur tersebut menjadi akses penting bagi masyarakat Mentawai yang melakukan perjalanan ke Padang untuk berbagai keperluan.
Karena itu, insiden yang terjadi saat kapal hendak memasuki Muaro Padang menjadi perhatian, terutama karena kapal membawa banyak penumpang ketika cuaca memburuk.
Hingga berita ini diperbarui, belum diperoleh keterangan resmi mengenai jumlah pasti penumpang yang berada di dalam Mentawai Fast, kondisi masing-masing penumpang, maupun apakah seluruh penumpang telah berhasil dievakuasi.
Petugas SAR Padang bersama BPBD Kota Padang dan unsur terkait masih berada di lokasi untuk memantau perkembangan. Keselamatan seluruh penumpang menjadi prioritas dalam penanganan kejadian tersebut. (*)
















