Sumbardaily.com - Warga Padang yang melintas di sekitar Universitas Negeri Padang (UNP) perlu mengantisipasi gangguan arus lalu lintas selama pelaksanaan Wisuda ke-145 Periode September 2026. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini berpotensi membuat perjalanan di sekitar lingkungan kampus terganggu.
Informasi resmi UNP terkait potensi gangguan lalu lintas tersebut dikutip Selasa (29/9/2026). Pihak kampus menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan calon wisudawan atas kondisi arus kendaraan yang dapat terdampak selama kegiatan berlangsung.
Wisuda UNP Periode 145 digelar pada 28, 29, dan 30 September 2026. Selama tiga hari tersebut, sebanyak 2.629 lulusan dikukuhkan dari berbagai jenjang dan fakultas di UNP.
Dalam pengumuman yang disampaikan melalui media sosial, UNP meminta perhatian masyarakat terkait kondisi lalu lintas di sekitar kampus.
“Sehubungan dengan pelaksanaan Wisuda Universitas Negeri Padang pada tanggal 28, 29, dan 30 September 2026, kami memohon maaf atas potensi gangguan arus lalu lintas di sekitar lingkungan kampus. Terima kasih atas perhatian dan dukungannya,” demikian pengumuman UNP.
Pesan tersebut juga disampaikan melalui pemberitahuan yang mengusung judul “Mohon Maaf, Perjalanan Anda Terganggu”. UNP menjelaskan gangguan tersebut berkaitan dengan penyelenggaraan Wisuda Universitas Negeri Padang Periode 145 Tahun 2026.
Dalam pemberitahuan itu disebutkan kegiatan wisuda berlangsung pada 28-30 September 2026 dan masyarakat diminta memaklumi kemungkinan terganggunya arus lalu lintas di lingkungan kampus.
Potensi kepadatan kendaraan tersebut berkaitan dengan rangkaian wisuda yang menghadirkan ribuan lulusan beserta keluarga dan pihak lainnya. Dengan jumlah lulusan mencapai 2.629 orang, aktivitas di sekitar kampus meningkat selama tiga hari penyelenggaraan.
Pembagian lulusan juga dilakukan dalam tiga hari. Pada hari pertama, UNP mengukuhkan 945 lulusan. Selanjutnya, sebanyak 863 lulusan diwisuda pada hari kedua dan 821 lulusan pada hari ketiga.
Karena itu, informasi mengenai potensi gangguan arus lalu lintas menjadi perhatian bagi warga Padang yang memiliki aktivitas atau perjalanan melewati kawasan sekitar UNP selama pelaksanaan wisuda.
Selain persoalan lalu lintas, pelaksanaan wisuda kali ini juga menjadi momentum UNP menyampaikan komitmennya dalam penanganan dan mitigasi bencana.
Rektor UNP Ir. Krismadinata, Ph.D dalam sambutannya pada hari pertama wisuda menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati beserta keluarga. Ia juga menegaskan peran UNP dalam upaya mitigasi serta program rehabilitasi pascabencana.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar bencana tidak berkembang menjadi persoalan sosial yang lebih luas, seperti kemiskinan, konflik, pengangguran, meningkatnya gangguan kejiwaan, hingga kriminalitas pascabencana.
“Sebagai salah PTN besar di Sumatera, UNP telah melakukan berbagai upaya dan memberi dampak terhadap masyarakat di daerah terdampak bencana dengan berbagai program. Mulai dari melakukan pemetaan pada daerah yang rawan bencana, berbagai riset dan pengabdian masyarakat khususnya pada wilayah yang berisiko dalam bentuk pendidikan mitigasi bencana,” paparnya, Senin (28/9/2026).
Komitmen tersebut disampaikan dengan mempertimbangkan kondisi Indonesia, khususnya Sumatera Barat, yang berada di kawasan rawan bencana. Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang disampaikan dalam sambutan tersebut, selama 2025 terjadi sekitar 3.116-3.176 bencana alam di Indonesia, termasuk di Sumatera Barat.
“Sebagian besar bencana yang terjadi didominasi oleh bencana hidrometeorologi (mencapai sekitar 99%), sementara sisanya adalah bencana geologi,” jelasnya.
UNP juga telah membentuk unit dalam Organisasi dan Tata Kerja (OTK) di bawah Rektor, yakni UPT Halal dan Pengelolaan Dana Sosial. Unit tersebut menjadi bagian dari wujud UNP Charity.
Rektor mengatakan peran UNP dalam membantu masyarakat terdampak bencana telah dilakukan sejak bencana erupsi Gunung Marapi pada 2024.
“Peran yang dimainkan oleh UNP telah ada sejak bencana erupsi Marapi tahun 2024 yang lalu bersama Majelis Rektor Perguruan Tinggi Indonesia (MRPTNI) telah membantu pembangunan sebuah SD di Kabupaten Tanah Datar yang rusak akibat bencana,” katanya.
Pada hari pertama Wisuda ke-145, terdapat 382 lulusan Pascasarjana yang terdiri dari program Doktoral dan Magister. Selain itu, terdapat 249 lulusan Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam dan Matematika (FMIPA), 151 lulusan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), serta 163 lulusan Sekolah Vokasi.
Pada kesempatan tersebut, Koordinator Bidang Pidana Khusus (Pidsus) di Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat (Kejati Sumbar), Alexander Rudy, SH., MH, juga berkesempatan memberikan orasi ilmiah di hadapan para wisudawan.
Rangkaian kegiatan tersebut turut dikaitkan dengan sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yakni SDGs 1 No Poverty, SDGs 2 Zero Hunger, SDGs 3 Good Health and Well-being, SDGs 4 Quality Education, SDGs 13 Climate Action, dan SDGs 17 Partnerships for the Goals.
Dengan rangkaian wisuda yang berlangsung hingga 30 September 2026, warga Padang yang melintasi kawasan sekitar UNP perlu memperhatikan potensi gangguan arus lalu lintas. UNP sendiri telah menyampaikan pemberitahuan dan permohonan maaf atas kondisi tersebut sebagai bagian dari pelaksanaan Wisuda Periode 145. (*)
















