Hujan Deras Picu Longsor di Labuah Sampik dan Kelok 8 Agam

Alat berat membersihkan material longsor yang menutup akses jalan di wilayah Kabupaten Agam.

Alat berat dikerahkan untuk menangani material longsor yang menutup akses jalan di sejumlah titik di Kabupaten Agam, Jumat (25/9/2026). (Dok. Pusdalops PB)

Sumbardaily.com - Hujan dengan intensitas cukup tinggi memicu longsor di sejumlah titik di Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) Jumat (25/9/2026). Material longsor sempat menutup akses jalan di Labuah Sampik, Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, hingga kendaraan tidak dapat melintas.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid KL) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Abdul Gafur, membenarkan kejadian tersebut.

Ia mengatakan, longsor di Labuah Sampik terjadi sekitar pukul 15.36 WIB. Pemerintah Nagari kemudian menerima laporan mengenai kejadian tersebut pada pukul 16.35 WIB.

Lokasi longsor berada di Labuah Sampik, Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan.

"Tingginya curah hujan menjadi faktor yang menyertai kejadian tersebut. Material longsor kemudian menutup badan jalan. Kondisi itu membuat akses jalan untuk kendaraan sempat terputus dan tidak dapat dilalui," katanya.

Penanganan langsung dilakukan dengan melibatkan pemerintah kecamatan dan pemerintah nagari. Pembersihan material longsor juga dikerjakan pemerintah nagari bersama masyarakat.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Dalam laporan kondisi terkini, akses jalan di lokasi tersebut sudah kembali bisa dilewati kendaraan.

Tidak hanya di Labuah Sampik, penanganan longsor juga dilakukan di jalur lain di wilayah Kabupaten Agam.

Data sementara mencatat adanya longsor di Kelok 8 yang menyebabkan akses jalan tertutup.

Longsor di titik tersebut berada di Jorong Pasa Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya.

"Material yang menutup akses jalan disebut berupa karung berisi pasir yang sebelumnya berada di Kelok 10, kemudian turun hingga ke Kelok 8," katanya.

Penanganan di kawasan tersebut turut melibatkan alat berat dari UPT Jalan Provinsi. Dalam perkembangan terbaru, alat berat yang sebelumnya menuju lokasi sudah sampai.

"Alat berat tersebut kemudian mulai bekerja untuk menangani material yang menutup akses jalan. Sementara itu, alat berat milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar juga telah turun ke kawasan Labuh Sampik Ngungun untuk membantu penanganan longsor," ucapnya.

Gafur mengatakan, penanganan dilakukan secara bertahap dengan mengandalkan koordinasi pemerintah daerah, pemerintah nagari, masyarakat, serta dukungan alat berat.

"Untuk kejadian di Labuah Sampik, kondisi jalan telah kembali dapat dilewati kendaraan setelah material dibersihkan. Sedangkan di Kelok 8, proses penanganan masih berlangsung dengan alat berat yang telah berada di lokasi dan sedang bekerja," tuturnya. (*)

Baca Juga

Tim SAR dan alat berat melakukan penanganan material banjir bandang di kawasan permukiman terdampak di Kabupaten Solok.
Tim SAR Gabungan Temukan Korban Galodo Solok, Operasi Pencarian Masih Berlanjut
Galodo menerjang kawasan Kompleks Perkantoran Pemkab Solok di Arosuka, menyebabkan material lumpur dan batu menimbun area perkantoran.
Galodo Solok: 100 Rumah Terdampak dan 50 Warga Mengungsi
BMKG Ingatkan Potensi Hujan dan Angin Kencang, Solok Waspada Longsor Susulan
BMKG Ingatkan Potensi Hujan dan Angin Kencang, Solok Waspada Longsor Susulan
Jalan penghubung Solok-Padang terputus akibat galodo besar di Kabupaten Solok pada Senin malam.
Banjir Bandang Putus Jalur Padang-Solok, Pemprov Sumbar Siapkan Dukungan Darurat
Korban Terdampak Banjir Bandang Solok Alami Cedera, Dua Mobil Ikut Terjebak
Korban Terdampak Banjir Bandang Solok Alami Cedera, Dua Mobil Ikut Terjebak
Tim gabungan BPBD, Damkar, TNI, dan Polri melakukan penanganan bencana banjir bandang di Batang Barus, Kabupaten Solok.
Banjir Bandang Terjang Batang Barus Solok, Satu Jembatan Putus dan Jalan dari Padang Tertutup