Sumbardaily.com - Penanganan banjir bandang dan galodo yang menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, terus dilakukan hingga Selasa (22/9/2026) dini hari.
Hingga pukul 01.10 WIB, empat warga dilaporkan terdampak dan telah mendapatkan penanganan medis.
Bencana yang terjadi pada Senin (21/9/2026) malam tersebut juga menyebabkan satu jembatan putus dan sedikitnya dua akses jalan terhenti akibat material longsor. Kondisi itu membuat jalur penghubung antara Kota Padang dan Kabupaten Solok tidak dapat dilalui.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok, Khairul mengatakan, wilayah yang terdampak signifikan berada di Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang.
"Banjir bandang terjadi sekitar pukul 20.00 WIB setelah hujan lebat mengguyur wilayah Kabupaten Solok sejak sekitar pukul 18.00 WIB," katanya dalam keterangan tertulis.
Data sementara BPBD mencatat empat warga terdampak. Muslihat (54) mengalami luka ringan dan menjalani rawat jalan di RSUD Arosuka.
Muhammad Nurzan (57) yang tinggal di Perumahan Clemira River View, Jorong Kayu Aro, mengalami patah tulang kaki disertai perdarahan. Ia dirujuk ke Semen Padang Hospital (SPH).
Selanjutnya Anggiat Sirait (66) warga Koto Gaek Guguek, menjalani perawatan karena cedera dan dilarikan ke RSUD Arosuka.
Korban lainnya, Yurnalis (45) warga Kayu Aro yang bekerja sebagai honorer di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Solok. Ia mengalami sakit pada tangan sebelah kiri dan kaki setelah dihantam galodo. Penanganan dilakukan menggunakan ambulans Puskesmas Alahan Panjang di depan BPJS.
Khairul mengatakan, bencana juga berdampak langsung terhadap akses transportasi.
"Bencana tersebut tidak hanya berdampak pada infrastruktur jembatan, tetapi juga memengaruhi akses transportasi dari Kota Padang menuju Kabupaten Solok. Jalan dari Kota Padang ke Kabupaten Solok dilaporkan tidak bisa dilalui," kata Khairul.
Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Solok, Chandra mengatakan, sedikitnya dua akses jalan terputus akibat material longsor.
Chandra mengatakan, longsor terjadi dua kali secara beruntun. Material longsor juga berdampak terhadap kantor instansi pemerintahan dan rumah warga.
"Berdasarkan informasi sementara dari masyarakat, dua kendaraan, yakni mobil boks dan minibus, dilaporkan terjebak material longsor. Untuk korban jiwa belum diketahui. Saat ini Tim SAR Gabungan masih melakukan penelusuran dan kami bersama sejumlah pihak terkait terus melakukan pemantauan di lokasi," ujarnya.
Penanganan di lapangan menghadapi sejumlah kendala. Medan cukup berat, listrik padam, hujan masih turun dan jaringan internet mengalami gangguan. Situasi tersebut membuat komunikasi dan koordinasi tim menjadi terbatas.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Solok, Basarnas, TNI dan Polri beserta seluruh unsur kebencanaan telah berada di lokasi untuk melakukan penanganan, evakuasi dan pendataan.
"Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari respons terhadap bencana yang melanda kawasan Batang Barus," katanya.
Kepolisian juga meminta masyarakat menjauhi lokasi terdampak. Kasat Lantas Polres Solok, Iptu Akbar Kharisma Tanjung, mengatakan jalur Solok-Padang tertutup akibat air bah dan longsor.
"Pada Senin (21/9/2026) malam telah terjadi air bah sekitar pukul 20.00 WIB. Sehingga pada pukul 20.30 WIB ini menutupi jalur atau jalan yang menghubungkan Solok dengan Padang atau sebaliknya. Jadi kami imbau kepada masyarakat sementara menggunakan jalur Padang Panjang karena jalur Solok tertutup dengan longsor," katanya.
Kabag Ops Polres Solok, AKP Indra KS, menyebut akses tepat di depan Kantor Bupati Solok juga terputus.
"Kami informasikan kepada masyarakat yang berada di Kota Padang maupun Kota Solok yang menuju ke Padang ataupun Solok, untuk sementara akses jalan terputus dikarenakan ada bencana alam galodo besar. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melintasi jalan ini untuk sementara waktu. Jalur tepat di depan Kantor Bupati Solok terputus dan tidak bisa dilintasi," kata Indra.
"Kami juga meminta kepada warga yang ada di sekitar lokasi kejadian untuk mengungsi sementara waktu dikarenakan terjadi galodo (tanah longsor) besar, maka dari itu kami minta masyarakat menjauhi lokasi kejadian," sambungnya.
Sementara itu, Kantor SAR Padang mengerahkan enam personel untuk menangani laporan banjir bandang di Arosuka.
Hingga Selasa dini hari, proses pencarian, evakuasi, pendataan dan penanganan material longsor masih berlangsung. (*)















