Tim SAR Gabungan Mentawai Cari Tiga Nelayan yang Terombang-ambing di Samudera Hindia

Ilustrasi kapal nelayan KM Rafa 02 yang mengalami mati mesin di wilayah Samudera Hindia, Mentawai.

Tiga nelayan yang terombang-ambinh di Samudera Hindia dalam proses pencarian dan pertolongan Tim SAR Gabungan Mentawai. (Dok. Basarnas)

Sumbardaily.com - Tiga nelayan yang berada di atas kapal KM Rafa 02 menghadapi situasi darurat setelah kapal yang mereka tumpangi mengalami mati mesin di perairan Mentawai, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar).

Laporan kecelakaan kapal tersebut diterima Kantor SAR Mentawai pada Kamis (17/9/2026), dengan lokasi kejadian berada sekitar 14 Nautical Mile (NM) dari Dermaga Tua Pejat.

Kondisi ketiga nelayan menjadi perhatian dalam penanganan awal kejadian tersebut. Kantor SAR Mentawai langsung menindaklanjuti laporan dengan melakukan koordinasi bersama sejumlah unsur terkait, termasuk Vessel Traffic Service (VTS) Teluk Bayur.

"Di tengah kondisi perairan yang berada di wilayah Samudera Hindia dan cuaca berangin, proses pergerakan tim menuju lokasi menjadi salah satu pertimbangan dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan," kata Kepala Kantor SAR Mentawai, Benteng Hilton Telaumbanua, Jumat (18/9/2026).

Informasi mengenai kecelakaan KM Rafa 02 disampaikan oleh Rido, selaku pemilik kapal, melalui Com Centre Kantor SAR Mentawai. Laporan tersebut diterima pada pukul 23.00 WIB.

"Berdasarkan informasi awal yang diterima petugas, KM Rafa 02 mengalami mati mesin ketika sedang dalam perjalanan menuju Dermaga Tua Pejat. Kapal tersebut dilaporkan berada di sekitar koordinat 2°4’26”S 99°22’8”E," ujar Benteng.

Posisi kapal yang berada di laut, katanya, membuat penanganan kejadian memerlukan koordinasi dan upaya pencarian.

"Terlebih, hingga laporan awal diterima, kondisi keberadaan ketiga orang yang berada di atas kapal belum diketahui secara langsung oleh petugas. Mereka masih dalam proses pencarian dan pertolongan," ungkapnya.

Tiga orang yang berada di dalam KM Rafa 02 masing-masing bernama Aciak (45), Budi Candra (43) dan Siin (40). Ketiganya tercatat sebagai orang yang dibawa kapal tersebut saat mengalami gangguan mesin dalam perjalanan menuju Dermaga Tua Pejat.

Belum adanya informasi langsung mengenai kondisi ketiga nelayan menjadi bagian penting dalam penanganan kejadian. Kantor SAR Mentawai menerima laporan ketika keberadaan mereka masih dalam proses pencarian serta pertolongan.

Hasil pemetaan yang dilakukan dalam penanganan laporan menunjukkan bahwa posisi KM Rafa 02 berada di wilayah Samudera Hindia.

Kondisi geografis perairan tersebut menjadi bagian dari pertimbangan dalam menentukan pergerakan unsur pencarian dan pertolongan menuju lokasi kejadian.

Kantor SAR Mentawai mempertimbangkan kondisi cuaca yang berangin saat menyiapkan pergerakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 menuju lokasi. Kecepatan angin di wilayah tersebut dilaporkan mencapai sekitar 15 knot.

Angin dengan kecepatan tersebut menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam pelaksanaan pergerakan RIB 02. Operasi pencarian dan pertolongan perlu memperhatikan situasi perairan berdasarkan hasil pemetaan serta kondisi cuaca yang diterima petugas.

Selain melakukan koordinasi dan menyiapkan pergerakan unsur menuju lokasi, Kantor SAR Mentawai juga mengambil langkah untuk memperluas upaya pencarian melalui penyampaian informasi kepada kapal-kapal yang melintas di perairan terkait.

Langkah tersebut dilakukan melalui MAPEL atau Maklumat Pelayaran dan E-Broadcast. Informasi disampaikan kepada kapal-kapal yang melintas di wilayah perairan tersebut dengan tujuan meminta bantuan apabila menemukan KM Rafa 02.

Penyebaran maklumat dan siaran elektronik itu menjadi bagian dari penanganan laporan kecelakaan kapal. Kapal-kapal yang berada di sekitar wilayah perairan diharapkan dapat memberikan pertolongan apabila menemukan kapal nelayan yang mengalami mati mesin tersebut.

Dengan demikian, penanganan tidak hanya dilakukan melalui koordinasi unsur terkait dan persiapan pergerakan RIB 02, tetapi juga melalui penyampaian informasi kepada kapal lain yang melintas di area kejadian.

"Hingga saat ini, kami masih melakukan langkah-langkah pencarian dan pertolongan terhadap tiga nelayan KM Rafa 02. Kapal tersebut dilaporkan mengalami mati mesin saat menuju Dermaga Tua Pejat, dengan posisi sekitar 14 NM dari dermaga dan berada di wilayah Samudera Hindia," pungkas Benteng Hilton. (*)

Baca Juga

KN SAR Yudhistira 227 bergerak melakukan evakuasi dua nelayan setelah kapal mati mesin di perairan Pesisir Selatan.
Kapal Nelayan Mati Mesin Dua Hari di Pesisir Selatan, Basarnas Kerahkan KN SAR Yudhistira
Tim SAR mengevakuasi pemancing yang terjatuh ke laut di kawasan Bukit Lampu Padang.
Dua Pemancing Jatuh ke Laut di Bukit Lampu Padang, Dievakuasi ke Ditpolairud Polda Sumbar
Tim SAR gabungan mengevakuasi korban kecelakaan mobil dan truk masuk jurang di Kelok S Sitinjau Lauik, Padang.
Tak Kuat Menanjak di Sitinjau Lauik, Mobil Pikap Hantam Truk dan Masuk Jurang
Tim SAR Mentawai melakukan operasi pertolongan terhadap KMP Gambolo yang mengalami gangguan propeler di Perairan Selat Mentawai.
KMP Gambolo Alami Gangguan Kemudi di Tengah Laut, Tim SAR Mentawai Turunkan Penyelam
Tujuh Wartawan Dilaporkan Hilang Kontak Saat Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau, Sempat Kirim Lokasi Terkini
Tujuh Wartawan Dilaporkan Hilang Kontak Saat Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau, Sempat Kirim Lokasi Terkini
Tim SAR gabungan mengevakuasi mayat yang ditemukan warga di wilayah Sungai Bangek, Kota Padang.
Tim SAR Gabungan Evakuasi Mayat Tanpa Identitas di Sungai Bangek Padang, Dibawa ke RS Bhayangkara