Tingginya Perceraian di Sumbar Jadi Alarm, Perda Ketahanan Keluarga Diminta Segera Dijalankan

Tingginya Perceraian di Sumbar Jadi Alarm, Perda Ketahanan Keluarga Diminta Segera Dijalankan

Mahyeldi ketika memimpin Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Kantor Gubernur Sumatera Barat, Senin (29/6/2026). (Foto: Pemprov Sumbar)

Sumbardaily.com - Penguatan ketahanan keluarga dinilai menjadi langkah paling mendasar dalam menyiapkan Generasi Emas 2045. Karena itu, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, meminta seluruh pemangku kepentingan mempercepat implementasi Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketahanan Keluarga agar mampu menjawab berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini.

Penegasan tersebut disampaikan Mahyeldi ketika memimpin Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Kantor Gubernur Sumatera Barat, Senin (29/6/2026). Menurutnya, keberadaan regulasi saja belum cukup apabila tidak diikuti dengan pelaksanaan yang konkret di lapangan.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kata Mahyeldi, telah memiliki Perda tentang Ketahanan Keluarga sebagai bentuk komitmen dalam membangun keluarga yang berkualitas. Namun, regulasi tersebut masih memerlukan aturan turunan agar dapat menjadi dasar pelaksanaan berbagai program secara efektif dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Kita sudah memiliki Perda Ketahanan Keluarga. Sekarang yang diperlukan adalah implementasi yang maksimal. Jangan sampai regulasi hanya menjadi dokumen, sementara persoalan keluarga masih terus meningkat," tegas Gubernur Mahyeldi.

Ia menilai masih tingginya angka perceraian di Sumatera Barat menjadi salah satu indikator bahwa penguatan ketahanan keluarga membutuhkan perhatian yang lebih serius. Kondisi tersebut, menurutnya, harus segera direspons melalui percepatan pelaksanaan regulasi yang telah disusun.

Untuk itu, Mahyeldi meminta perangkat daerah terkait, khususnya Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB), bersama BKKBN serta instansi terkait lainnya, segera menuntaskan seluruh regulasi turunan sebagai landasan hukum dalam menjalankan berbagai program ketahanan keluarga.

Selain aspek regulasi, Mahyeldi menegaskan bahwa membangun keluarga yang berkualitas bukan sekadar program pemerintah. Upaya tersebut juga merupakan amanah agama sekaligus tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, keluarga harus menjadi benteng pertama dalam melindungi generasi muda dari berbagai ancaman yang dapat merusak masa depan, mulai dari penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, hingga berbagai bentuk perilaku menyimpang lainnya.

Mahyeldi juga menaruh perhatian terhadap pentingnya pendidikan keluarga sejak usia dini. Ia berpandangan bahwa pembekalan mengenai kehidupan berumah tangga tidak cukup diberikan ketika seseorang akan menikah, melainkan perlu dikenalkan lebih awal kepada pelajar maupun mahasiswa sebagai bekal membangun keluarga yang harmonis di masa depan.

Karena itu, ia mengajak seluruh instansi pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat untuk memperkuat pendidikan karakter, ketahanan mental, serta nilai-nilai keagamaan di lingkungan keluarga.

"Kalau kita ingin mewujudkan Generasi Emas 2045, maka keluarga harus menjadi prioritas. Mari kita jaga keluarga kita masing-masing, memperkuat pendidikan karakter, keimanan, dan keteladanan agar lahir generasi Sumatera Barat yang unggul dan berdaya saing," ujar Mahyeldi.

Usai memimpin upacara Harganas ke-33 Tahun 2026, Mahyeldi juga menyerahkan penghargaan kepada para pemenang ASN Model Ketahanan Keluarga di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada aparatur sipil negara yang dinilai berhasil menjadi teladan dalam membangun keluarga yang harmonis, berkualitas, dan memiliki ketahanan yang baik. Pemerintah berharap penghargaan tersebut dapat menginspirasi ASN lainnya untuk turut memperkuat peran keluarga sebagai fondasi pembangunan daerah.

Di akhir kegiatan, Mahyeldi kembali menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari pesatnya pembangunan infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, kualitas keluarga merupakan faktor utama yang menentukan lahirnya generasi penerus bangsa yang berkarakter.

Momentum Hari Keluarga Nasional 2026 pun diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat agar semakin memperkuat ketahanan keluarga. Dengan keluarga yang sehat, harmonis, berakhlak mulia, dan memiliki karakter kuat, Sumatera Barat diyakini mampu melahirkan generasi yang unggul, berdaya saing, serta siap menyongsong Indonesia Emas 2045. (*)

Baca Juga

Pertumbuhan Ekonomi Sumbar Turun, Pemprov Siapkan Strategi Transformasi Lewat KUA-PPAS 2027
Pertumbuhan Ekonomi Sumbar Turun, Pemprov Siapkan Strategi Transformasi Lewat KUA-PPAS 2027
Anak Pejabat Pun Tak Lolos, SPMB Sumbar 2026 Dipastikan Tanpa Perlakuan Khusus
Anak Pejabat Pun Tak Lolos, SPMB Sumbar 2026 Dipastikan Tanpa Perlakuan Khusus
Embarkasi Padang Diproyeksikan Jadi Pusat Layanan Haji Sumatera Tengah, Sumbar Bentuk Tim Kajian
Embarkasi Padang Diproyeksikan Jadi Pusat Layanan Haji Sumatera Tengah, Sumbar Bentuk Tim Kajian
Dari Masjid Raya ke Polda Sumbar, Ribuan Pesan Tolak Narkoba Disuarakan Bersama
Dari Masjid Raya ke Polda Sumbar, Ribuan Pesan Tolak Narkoba Disuarakan Bersama
Pusat Studi Terowongan Pertama di Indonesia Hadir di Unand, Dukung Infrastruktur Sumbar
Pusat Studi Terowongan Pertama di Indonesia Hadir di Unand, Dukung Infrastruktur Sumbar
Cegah Penyelewengan, Padang Pariaman Perkuat Pengawasan Distribusi BBM Bersubsidi
Cegah Penyelewengan, Padang Pariaman Perkuat Pengawasan Distribusi BBM Bersubsidi