Sumbardaily.com, Padang - Kebakaran melanda kawasan padat pertokoan dan permukiman di Jalan Prof Hamka Nomor 1, Simpang Cenderawasih, Kelurahan Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, pada Minggu (21/12/2025) pagi.
Peristiwa tersebut menghanguskan sembilan petak bangunan toko dan satu rumah hunian, dengan estimasi kerugian materiil mencapai sekitar Rp1 miliar.
Berdasarkan laporan resmi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, api pertama kali dilaporkan pada pukul 06.32 WIB setelah seorang saksi melihat kobaran api muncul dari salah satu toko.
Tidak berselang lama, satu menit setelah laporan masuk, unit pemadam langsung bergerak pada pukul 06.33 WIB dan tiba di lokasi kejadian tiga menit kemudian, sekitar pukul 06.36 WIB.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Kadis Damkar) Kota Padang, Budi Payan, mengatakan lokasi kebakaran berada di kawasan dengan tingkat kepadatan aktivitas usaha yang tinggi dan berada di jalur utama.
Kondisi tersebut membuat potensi perambatan api cukup besar jika tidak segera ditangani secara cepat dan terkoordinasi.
“Objek yang terbakar merupakan rumah dan pertokoan. Api berhasil dikendalikan sepenuhnya sekitar pukul 07.30 WIB,” ujar Budi Payan.
Untuk mengendalikan kobaran api, enam unit armada pemadam dikerahkan ke lokasi dengan dukungan sekitar 80 personel.
Penanganan melibatkan petugas Damkar Kota Padang, unsur TNI, PLN, aparat kecamatan, serta Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Air Tawar Barat.
Kepala Bidang Operasi dan Sarana Prasarana (Kabid Ops Sarpras) Dinas Damkar Kota Padang, Rinaldi, menjelaskan kebakaran berdampak pada area seluas lebih kurang 800 meter persegi.
Selain bangunan yang terbakar, terdapat 12 bangunan lain di sekitar lokasi yang sempat terancam terdampak, terdiri dari delapan toko dan empat rumah hunian, dengan luas area terancam mencapai 2.500 meter persegi.
“Nilai aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai lebih kurang Rp1 miliar, sehingga potensi kerugian yang lebih besar dapat dicegah,” kata Rinaldi.
Meski menyebabkan kerusakan fisik cukup besar, peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Sebanyak satu kepala keluarga dengan tiga penghuni terdampak langsung, namun tidak ada warga yang harus mengungsi.
Bangunan yang mengalami kerusakan berat meliputi sembilan toko, antara lain usaha bubur ayam, mie ayam, makanan kucing, toko sepatu, karangan bunga, makanan mochi, ayam geprek, nasi goreng, serta toko P&D. Sementara itu, satu rumah hunian mengalami kerusakan ringan pada bagian atap.
Adapun pemilik bangunan yang terdampak di antaranya Maklis, Rina Yulianti, Naldi, Herman Hakim, dan David Son, yang seluruhnya merupakan warga setempat dan pelaku usaha di kawasan tersebut.
Hingga berita ini dirampungkan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Dinas Damkar Kota Padang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di kawasan padat pertokoan, serta segera melaporkan kejadian darurat melalui Padang Sigap 112 atau Call Center Damkar 113. (adl)














