8 Kursi Kepala OPD Dharmasraya Diperebutkan, Seleksi Terbuka Dimulai September 2026

8 Kursi Kepala OPD Dharmasraya Diperebutkan, Seleksi Terbuka Dimulai September 2026

Kantor Bupati Dharmasraya (Foto: Istimewa)

Sumbardaily.com – Delapan kursi jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya mulai diperebutkan. Pemkab Dharmasraya resmi membuka seleksi terbuka pengisian delapan Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama sebagai bagian dari proses pengisian sejumlah posisi strategis di lingkungan pemerintah daerah.

Pembukaan seleksi tersebut tertuang dalam Surat Pengumuman Nomor 800.1.4/1251/PANSEL/JPT-2026 tanggal 4 September 2026. Surat itu ditandatangani Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Dharmasraya, Medison, selaku Ketua Panitia Seleksi (Pansel).

Delapan jabatan yang dibuka dalam seleksi terbuka tersebut merupakan posisi kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Jabatan pertama yang masuk dalam daftar seleksi adalah Kepala Dinas Lingkungan Hidup.

Selanjutnya, terdapat posisi Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

Tiga jabatan lainnya yakni Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana; Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa; serta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran.

Dengan dibukanya delapan posisi tersebut, proses seleksi menjadi salah satu agenda penting dalam penataan jajaran pimpinan perangkat daerah di Kabupaten Dharmasraya.

Pendaftaran Dibuka 7-21 September

Bagi aparatur sipil negara (ASN) yang memenuhi persyaratan, pendaftaran seleksi terbuka JPT Pratama tersebut dibuka mulai 7 hingga 21 September 2026.

Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui ASN Karier dengan menggunakan akun MyASN masing-masing peserta.

Panitia juga menetapkan batas jumlah jabatan yang dapat dilamar oleh setiap peserta. Setiap pelamar diperbolehkan mengajukan lamaran untuk paling banyak dua jabatan.

Adapun persyaratan yang harus dipenuhi pelamar antara lain berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Peserta juga wajib memiliki pendidikan paling rendah S1/D4 yang sesuai dengan jabatan yang dilamar.

Dari sisi kepangkatan, pelamar harus memiliki pangkat atau golongan ruang paling rendah Pembina (IV/a).

Ketentuan lainnya berkaitan dengan usia. Pelamar harus berusia paling tinggi 56 tahun pada saat pelantikan.

Selain itu, calon peserta wajib memiliki pengalaman jabatan terkait paling sedikit lima tahun secara kumulatif.

Bagian dari Penerapan Sistem Merit

Sekda Kabupaten Dharmasraya Medison, mengatakan seleksi terbuka JPT Pratama tersebut tidak hanya ditujukan untuk mengisi posisi yang tersedia. Proses itu juga menjadi bagian dari komitmen Pemkab Dharmasraya dalam menerapkan sistem merit di bawah kepemimpinan Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani.

Menurut Medison, sistem seleksi terbuka dan kompetitif diharapkan mampu menghasilkan pejabat yang mempunyai kemampuan sesuai kebutuhan organisasi pemerintahan.

Ia berharap proses tersebut dapat menjaring ASN yang memiliki kualitas, kompetensi, integritas, serta kapasitas kepemimpinan yang dibutuhkan untuk mendukung pencapaian visi dan misi Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani bersama Wakil Bupati Leli Arni.

“Melalui proses seleksi yang terbuka dan kompetitif ini, kita berharap mendapatkan pejabat yang benar-benar memiliki kompetensi, integritas dan komitmen untuk bekerja serta memberikan kontribusi terbaik bagi daerah,” ujar Medison, dikutip Senin (7/9/2026).

Ia menambahkan kualitas sumber daya aparatur menjadi salah satu faktor penting dalam menjalankan pemerintahan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“ASN yang berkualitas menjadi kekuatan penting dalam mendukung visi dan misi Bupati Annisa Suci Ramadhani serta mewujudkan pelayanan pemerintahan yang semakin baik,” lanjut Medison.

Seleksi Tidak Hanya Berdasarkan Administrasi

Para peserta yang mengikuti proses seleksi tidak hanya akan dinilai berdasarkan kelengkapan administrasi. Panitia menetapkan sejumlah tahapan untuk mengukur kompetensi dan rekam jejak peserta secara keseluruhan.

Tahapan seleksi terdiri atas seleksi administrasi, assessment test kompetensi manajerial dan sosial kultural, presentasi makalah, wawancara, serta penilaian rekam jejak.

Setiap tahapan memiliki bobot penilaian masing-masing. Assessment test kompetensi manajerial dan sosial kultural memiliki bobot 25 persen.

Kemudian, presentasi makalah memiliki bobot 20 persen. Tahap wawancara menjadi salah satu komponen dengan bobot terbesar, yakni 35 persen. Sementara itu, penilaian rekam jejak memiliki bobot 20 persen.

Dengan komposisi tersebut, proses seleksi menggunakan beberapa instrumen untuk melihat kemampuan peserta secara lebih menyeluruh, mulai dari kompetensi hingga pengalaman dan rekam jejak.

Ini Jadwal Seleksi 8 JPT Pratama

Panitia telah menyusun jadwal pelaksanaan seleksi secara bertahap. Seleksi administrasi dijadwalkan berlangsung pada 22-24 September 2026. Setelah itu, assessment test kompetensi manajerial dan sosial kultural dijadwalkan pada 29-30 September 2026.

Tahap berikutnya adalah presentasi makalah dan wawancara yang akan dilaksanakan pada 5-6 Oktober 2026. Sementara penilaian rekam jejak dijadwalkan berlangsung pada 7-8 Oktober 2026.

Hasil seleksi direncanakan diumumkan pada 9 Oktober 2026. Sehari setelahnya, yakni 10 Oktober 2026, hasil penilaian akan disampaikan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).

Selanjutnya, hasil tersebut akan disampaikan kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada 12 Oktober 2026. Adapun pengumuman tiga besar peserta terbaik masih menunggu rekomendasi dari BKN.

Peserta Akan Dirangking Secara Kumulatif

Panitia menegaskan proses seleksi delapan JPT Pratama tersebut menggunakan metode kumulatif. Artinya, seluruh peserta yang dinyatakan lulus dalam tahap administrasi akan mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi yang telah ditetapkan.

Nilai dari berbagai tahapan tersebut kemudian diperhitungkan secara keseluruhan. Peserta selanjutnya dirangking berdasarkan hasil penilaian kumulatif untuk mendapatkan tiga peserta terbaik.

Dengan mekanisme tersebut, peserta yang telah lolos administrasi tidak berhenti pada satu tahapan seleksi saja. Mereka harus mengikuti keseluruhan proses sebelum akhirnya ditentukan tiga kandidat terbaik.

Seleksi terbuka ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Dharmasraya untuk mendapatkan pejabat pimpinan tinggi pratama yang dinilai memiliki kompetensi, integritas, kapasitas kepemimpinan, serta komitmen dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Bagi calon peserta yang ingin mengetahui ketentuan lengkap seleksi, file pengumuman dapat diakses melalui laman resmi BKPSDM Kabupaten Dharmasraya. (*)

Baca Juga

Pilwana 2026 Dharmasraya Resmi Disiapkan, 3 Nagari Ikuti Pemilihan Serentak
Pilwana 2026 Dharmasraya Resmi Disiapkan, 3 Nagari Ikuti Pemilihan Serentak
Dharmasraya Dapat 2 X-Ray Portable dari Kemenkes, Deteksi TBC Kini Bisa Lebih Dekat
Dharmasraya Dapat 2 X-Ray Portable dari Kemenkes, Deteksi TBC Kini Bisa Lebih Dekat
Cegah Karhutla, Bupati Dharmasraya Tegaskan Larangan Pembukaan Lahan dengan Pembakaran
Cegah Karhutla, Bupati Dharmasraya Tegaskan Larangan Pembukaan Lahan dengan Pembakaran
Tiga Titik Karhutla Dharmasraya Dipadamkan, Hujan Bantu Redam Api
Tiga Titik Karhutla Dharmasraya Dipadamkan, Hujan Bantu Redam Api
Pemkab Dharmasraya Gelar Tabligh Akbar Maulid Nabi, Ribuan Jemaah Padati Masjid Agung
Pemkab Dharmasraya Gelar Tabligh Akbar Maulid Nabi, Ribuan Jemaah Padati Masjid Agung
USR ke-10 Universitas Baiturrahmah Digelar di Dharmasraya, Wabup Leli Arni Dorong KKN ke 52 Nagari
USR ke-10 Universitas Baiturrahmah Digelar di Dharmasraya, Wabup Leli Arni Dorong KKN ke 52 Nagari