Kunjungan Wisman ke Sumbar Turun 9,90 Persen pada Juli 2026, Malaysia Masih Terbanyak

Kunjungan Wisman ke Sumbar Turun 9,90 Persen pada Juli 2026, Malaysia Masih Terbanyak

Rumah Gadang dan Rangkiang di Istano Baso Pagaruyuang, Kabupaten Tanah Datar, salah satu ikon wisata Sumbar. (Foto: Dok. Sumbar Daily)

Sumbardaily.com - Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sumatera Barat melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) tercatat 6.377 kunjungan pada Juli 2026. Angka tersebut turun 9,90 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 7.078 kunjungan.

Penurunan kunjungan wisman ke Sumbar tersebut terjadi ketika aktivitas perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) justru mengalami peningkatan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat, jumlah perjalanan wisnus menuju kabupaten/kota di Sumatera Barat mencapai 2.145.772 perjalanan sepanjang Juli 2026.

“Pada Juli 2026 wisman yang tercatat datang ke Sumatera Barat adalah sebanyak 6.377 kunjungan, atau turun 9,90 persen dari bulan sebelumnya yang berjumlah 7.078 kunjungan.”

Data tersebut disampaikan BPS Sumbar dalam perkembangan statistik pariwisata Provinsi Sumatera Barat dan dikutip Minggu (6/9/2026). Statistik tersebut mencakup kunjungan wisman, perjalanan wisnus, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang dan nonbintang, serta rata-rata lama menginap tamu (RLMT) asing dan Indonesia di hotel berbintang.

Dari sisi asal negara, wisatawan asal Malaysia menjadi kelompok wisman yang paling banyak tercatat masuk ke Sumatera Barat melalui BIM pada Juli 2026. Jumlahnya mencapai 4.277 kunjungan.

Setelah Malaysia, kunjungan wisman terbanyak berasal dari Australia sebanyak 364 kunjungan, Singapura 176 kunjungan, Amerika Serikat 147 kunjungan, Prancis 106 kunjungan, dan Belanda 78 kunjungan.

Data BPS Sumbar menunjukkan jumlah kunjungan wisman asal Malaysia pada Juli 2026 lebih rendah dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 4.876 kunjungan. Jika dibandingkan dengan Juli 2025, angka tersebut juga turun 15,46 persen.

Wisman asal Australia tercatat 364 kunjungan pada Juli 2026, turun 7,14 persen dibandingkan Juni 2026 dan turun 26,02 persen dibandingkan Juli 2025. Sementara itu, wisatawan dari Singapura mencapai 176 kunjungan, turun 48,39 persen secara bulanan dan 20,72 persen secara tahunan.

Amerika Serikat mencatat 147 kunjungan atau turun 2 persen dibandingkan Juni 2026 dan turun 13,53 persen dibandingkan Juli 2025. Prancis mencatat 106 kunjungan, naik 55,88 persen dibandingkan Juni 2026, tetapi turun 39,43 persen secara tahunan.

Belanda menjadi negara dengan pertumbuhan bulanan tertinggi di antara 10 besar negara asal wisman. Jumlah kunjungan dari negara tersebut mencapai 78 kunjungan pada Juli 2026, meningkat 200 persen dibandingkan Juni 2026 yang hanya 26 kunjungan.

Selain itu, kunjungan wisman asal Tiongkok mencapai 69 kunjungan, naik 76,92 persen secara bulanan dan 16,95 persen secara tahunan. Spanyol mencatat 63 kunjungan, naik 5 persen dibandingkan Juni dan 21,15 persen dibandingkan Juli 2025.

Sementara itu, Inggris mencatat 62 kunjungan pada Juli 2026. Angka tersebut turun 18,42 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 13,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kunjungan wisman asal India mencapai 50 kunjungan. Jumlah tersebut meningkat 47,06 persen dibandingkan Juni 2026 dan melonjak 257,14 persen dibandingkan Juli 2025.

Secara keseluruhan, jumlah kunjungan wisman pada Januari-Juli 2026 mencapai 43.547 kunjungan. Angka tersebut turun 14,32 persen dibandingkan periode Januari-Juli 2025 yang mencapai 50.826 kunjungan.

Pada saat jumlah wisman menurun, perjalanan wisatawan nusantara menuju Sumatera Barat justru bergerak naik. Selama Juli 2026, jumlah perjalanan wisnus tujuan kabupaten/kota di Sumatera Barat tercatat sebanyak 2.145.772 perjalanan.

Jumlah tersebut meningkat 3,11 persen dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 2.080.998 perjalanan. Jika dibandingkan dengan Juli 2025, perjalanan wisnus juga meningkat 10,71 persen.

Kota Padang menjadi daerah tujuan dengan jumlah perjalanan wisnus terbesar pada Juli 2026, yakni 526,33 ribu perjalanan. Jumlah tersebut naik 12,10 persen dibandingkan Juni 2026 dan meningkat 5,45 persen dibandingkan Juli 2025.

Kabupaten Agam berada berikutnya dengan 185,39 ribu perjalanan, naik 0,62 persen secara bulanan dan 10,53 persen secara tahunan. Kabupaten Solok mencatat 180,65 ribu perjalanan, naik 2,95 persen dari Juni dan 18,93 persen dibandingkan Juli 2025.

Kota Bukittinggi mencatat 175,35 ribu perjalanan, naik 4,62 persen secara bulanan dan 16,94 persen secara tahunan. Kabupaten Padang Pariaman mencapai 145,93 ribu perjalanan, turun 1,25 persen dibandingkan Juni tetapi naik 10,79 persen dibandingkan Juli 2025.

Kabupaten Lima Puluh Kota mencatat 138,47 ribu perjalanan, turun 0,27 persen secara bulanan namun naik 19,75 persen secara tahunan. Kabupaten Tanah Datar mencatat 121,98 ribu perjalanan, turun 3,12 persen secara bulanan dan naik 6,17 persen secara tahunan.

Selanjutnya, Kabupaten Pesisir Selatan mencapai 108,69 ribu perjalanan, naik 5,46 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan 15,58 persen dibandingkan Juli 2025. Kabupaten Dharmasraya mencapai 77,36 ribu perjalanan, turun 3,11 persen secara bulanan tetapi naik 29,09 persen secara tahunan.

Kota Payakumbuh mencatat 72,33 ribu perjalanan, naik 4,58 persen dari Juni 2026 dan 9,38 persen dibandingkan Juli 2025.

Secara tahunan, seluruh 10 kabupaten/kota tujuan dengan jumlah perjalanan terbesar mengalami pertumbuhan. Dharmasraya mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 29,09 persen, disusul Lima Puluh Kota sebesar 19,75 persen.

Dari sisi daerah asal perjalanan, jumlah perjalanan wisnus asal kabupaten/kota di Sumatera Barat pada Juli 2026 mencapai 1.921.716 perjalanan. Jumlah ini meningkat 2,79 persen dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 1.869.500 perjalanan.

Pesisir Selatan menjadi daerah asal dengan kenaikan perjalanan terbesar secara bulanan di antara 10 kabupaten/kota dengan jumlah perjalanan terbesar. Jumlah perjalanan dari daerah tersebut mencapai 101,20 ribu perjalanan atau meningkat 16,14 persen dibandingkan Juni 2026.

Pasaman Barat berada setelahnya dengan 96,75 ribu perjalanan, naik 10,43 persen. Dharmasraya mencapai 84,27 ribu perjalanan atau meningkat 6,72 persen. Sementara itu, perjalanan yang berasal dari Kota Padang tercatat 431,44 ribu perjalanan, turun 2,94 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Secara tahunan, Sijunjung mencatat pertumbuhan perjalanan wisnus asal daerah tertinggi di antara 10 besar, yakni 29,66 persen. Sebaliknya, Kabupaten Solok mengalami penurunan terdalam sebesar 6,06 persen dibandingkan Juli 2025.

Pergerakan pariwisata Sumatera Barat pada Juli 2026 juga tercermin dari tingkat hunian hotel. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang tercatat 51,86 persen, turun 0,30 persen poin dibandingkan bulan sebelumnya.

Adapun TPK hotel nonbintang berada pada angka 19,53 persen atau turun 2,18 persen poin dibandingkan Juni 2026.

Rata-rata lama menginap tamu (RLMT) asing dan Indonesia pada hotel berbintang di Sumatera Barat selama Juli 2026 tercatat 1,23 malam. Angka tersebut turun 0,01 malam dibandingkan bulan sebelumnya.

BPS menjelaskan, statistik perkembangan pariwisata Sumatera Barat merupakan kumpulan data dan informasi dari berbagai aktivitas sektor pariwisata. Data tersebut mencakup wisatawan mancanegara yang masuk melalui pintu imigrasi di BIM, perjalanan wisatawan nusantara, TPK hotel bintang dan nonbintang, serta RLMT asing dan Indonesia di hotel bintang.

Dalam statistik tersebut, perjalanan wisnus dimaknai sebagai perjalanan penduduk Indonesia dari tempat tinggal biasanya menuju tempat di luar lingkungan sehari-hari di wilayah geografis Indonesia secara sukarela selama kurang dari 12 bulan dan bukan untuk bekerja atau sekolah secara rutin.

Sementara itu, TPK merupakan perbandingan antara jumlah malam kamar yang terpakai dengan jumlah malam kamar yang tersedia dalam persentase. Adapun RLMT asing dan Indonesia digunakan untuk mengetahui durasi seorang tamu menginap di suatu akomodasi pada periode tertentu.

Data perkembangan pariwisata Sumatera Barat Juli 2026 tersebut tercantum dalam BRS No. 57/09/13/Th. XXIX yang diterbitkan pada 1 September 2026.

Di tengah penurunan jumlah kunjungan wisman melalui BIM, perjalanan wisnus tujuan kabupaten/kota di Sumatera Barat pada Juli 2026 justru menunjukkan kenaikan. Kondisi itu membuat dinamika pariwisata Sumatera Barat pada periode tersebut tidak hanya terlihat dari arus kedatangan wisatawan mancanegara, tetapi juga dari mobilitas wisatawan nusantara di berbagai daerah.

Dengan demikian, jumlah kunjungan wisman ke Sumbar pada Juli 2026 berada di angka 6.377 kunjungan, sedangkan perjalanan wisnus menuju kabupaten/kota di Sumatera Barat mencapai 2.145.772 perjalanan. (*)

Baca Juga

Bukan Cuma Citilink, Tujuh Penerbangan di BIM Batal Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau
Bukan Cuma Citilink, Tujuh Penerbangan di BIM Batal Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau
Penerbangan Citilink dari BIM Tujuan Jakarta Dibatalkan Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau
Penerbangan Citilink dari BIM Tujuan Jakarta Dibatalkan Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau
Angkutan Udara Sumbar Juli 2026: Penumpang Berangkat Turun 5,95 Persen
Angkutan Udara Sumbar Juli 2026: Penumpang Berangkat Turun 5,95 Persen
Dari Sawit hingga Karet, Ekspor Sumbar Naik 21 Persen dalam 7 Bulan
Dari Sawit hingga Karet, Ekspor Sumbar Naik 21 Persen dalam 7 Bulan
Transportasi Sumbar Juli 2026 Berubah: Penumpang Udara dan Kereta Turun, Angkutan Laut Meningkat
Transportasi Sumbar Juli 2026 Berubah: Penumpang Udara dan Kereta Turun, Angkutan Laut Meningkat
Di Tengah Inflasi, Nilai Tukar Petani Sumbar Justru Naik Jadi 133,37
Di Tengah Inflasi, Nilai Tukar Petani Sumbar Justru Naik Jadi 133,37