Perjalanan Panjang Satake Bayu, Eks Kabid Humas Polda Sumbar yang Kini Resmi jadi Jenderal di Sulsel

Brigjen Pol Stefanus Satake Bayu Setianto berdiri di sisi kiri tanpa tongkat komando bersama Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro yang memegang tongkat komando.

Brigjen Pol Stefanus Satake Bayu Setianto (kiri) bersama Kapolda Sulsel, Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro (kanan) usai rangkaian Laporan Kenaikan Pangkat Pengabdian di Mapolda Sulsel, Senin (31/8/2026) pagi Satake Bayu resmi naik pangkat dari Kombes Pol menjadi Brigjen Pol sebagai bentuk pengabdian kepada institusi Polri. (Dok. Humas)

Sumbardaily.com - Pangkat jenderal yang kini melekat di pundak Stefanus Satake Bayu Setianto bukanlah hasil perjalanan singkat. Sebelum resmi menyandang Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol), perwira yang akrab disapa Satake Bayu itu telah melewati beragam penugasan di sejumlah wilayah, mulai dari fungsi operasional, pendidikan kepolisian, pengamanan objek vital hingga bidang hubungan masyarakat.

Kini, setelah puluhan tahun mengabdi di Korps Bhayangkara, perjalanan tersebut mencapai salah satu titik penting. Kepala Biro Logistik Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) itu resmi naik pangkat dari Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) menjadi Brigjen Pol melalui kenaikan pangkat pengabdian.

Laporan kenaikan pangkat tersebut digelar dalam rangkaian Apel Pagi di Lapangan Upacara Mapolda Sulsel, Senin (31/8/2026). Kapolda Sulsel, Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro memimpin langsung kegiatan tersebut.

Kenaikan pangkat itu menjadi menarik karena Satake Bayu tidak hanya dikenal melalui jabatan terakhirnya di bidang logistik.

Sebelumnya, ia memiliki pengalaman panjang sebagai pejabat bidang hubungan masyarakat. Bahkan, ia tercatat pernah dipercaya menjadi Kabid Humas di Polda Sumbar, Bali dan Polda Jawa Tengah.

Saat dilantik sebagai Kabid Humas Polda Jateng pada Juli 2023, Satake menyebut penugasan tersebut merupakan kali ketiga dirinya dipercaya memimpin bidang humas di tingkat Polda.

Stefanus Satake Bayu Setianto merupakan alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1992. Ia memulai perjalanan kedinasannya setelah menyelesaikan pendidikan kepolisian dengan penugasan di Bali.

Dalam perjalanan awal kariernya, ia pernah bertugas di Polres Karang Asem, termasuk sebagai Pamapta dan kemudian dipercaya menjadi Kapolsek Manggis. Setelah itu, ia menjadi Kapolsek Kuta di wilayah Polres Badung.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari fase awal kariernya di lapangan sebelum kemudian melanjutkan pendidikan dan berpindah penugasan.

Kariernya kemudian berlanjut ke Polda Kalimantan Tengah. Di provinsi tersebut, Satake Bayu pernah mengemban sejumlah posisi, antara lain Kapuskodal Ops Polres Kotawaringin Timur, Kakoorsis, hingga Wakapolres.

Ia juga pernah menjalankan tugas di bidang lalu lintas sebagai Kasat PJR Ditlantas Polda Kalteng.

Setelah itu, ia bergeser ke Polda Sulawesi Utara. Di sana sejumlah jabatan penting kembali dipercayakan kepadanya, termasuk Kabag Bindiklat, Kasat PJR, Kasubdit Min Regident Ditlantas, hingga Kapolres Bitung.

Pada 2012, Satake Bayu dipercaya memimpin Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Sulut. Penugasan tersebut berlangsung hingga 2016 sebelum dirinya kemudian dipercaya menduduki jabatan Direktur Pengamanan Objek Vital (Dirpamobvit) Polda Gorontalo.

Tiga Kali Memimpin Humas Polda

Fase penting berikutnya dimulai pada tahu 2019. Stefanus Satake Bayu Setianto dipercaya menjabat Kabid Humas Polda Sumbar.

Penugasan di Sumatera Barat menjadi periode yang cukup menonjol dalam perjalanan kariernya. Selama menjadi Kabid Humas, namanya kerap muncul sebagai juru bicara Polda Sumbar dalam menyampaikan informasi mengenai berbagai penanganan perkara, kegiatan kepolisian hingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Namanya tercatat di dalam sejumlah pemberitaan sejak 2019 hingga 2022. Pada Desember 2021, ia juga menjadi sumber informasi terkait mutasi sejumlah pejabat utama Polda Sumbar.

Salah satu kasus yang pernah disampaikannya kepada publik adalah penyelidikan dugaan penyimpangan anggaran penanganan Covid-19 senilai Rp150 miliar. Saat itu, Polda Sumbar membentuk tim untuk menindaklanjuti informasi dan temuan BPK tersebut.

Pada tahun 2022, ketika Polda Sumbar menangani kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi, Satake Bayu juga tampil memberikan penjelasan kepada media mengenai penangkapan lima orang tersangka dan barang bukti yang diamankan.

Perannya sebagai Kabid Humas bukan hanya berkaitan dengan penyampaian informasi perkara. Pada masa pandemi Covid-19, Polda Sumbar juga menjalankan kegiatan sosial.

Salah satunya layanan sunatan massal gratis untuk masyarakat yang digelar dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara 2021.

Saat itu, Satake Bayu menjelaskan kegiatan tersebut sebagai bagian dari kepedulian kepolisian terhadap masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang terdampak pandemi.

Setelah sekitar tiga tahun di Sumbar, Satake Bayu dimutasi ke Polda Bali pada 2022. Yang menarik, ia tetap dipercaya menduduki jabatan yang sama sebagai Kabid Humas. Mutasi tersebut tercantum dalam Surat Telegram Kapolri ST/1241/VI/KEP./2022.

Dokumen resmi Polda Bali juga menguatkan bahwa Satake Bayu tercatat sebagai Kabid Humas Polda Bali pada rentang waktu 2022 hingga 2023.

Masa tugas Satake Bayu di Bali bertepatan dengan salah satu agenda internasional terbesar yang berlangsung di Indonesia, yakni KTT G20 di Bali pada November 2022.

Dalam kapasitasnya sebagai Kabid Humas Polda Bali, ia menjelaskan kepada publik mengenai peran bidang humas dalam menyampaikan informasi terkait pengamanan lokasi kegiatan dan para delegasi negara peserta G20.

Ia juga menekankan pentingnya penyampaian informasi yang berkualitas, kredibel, objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menjelang puncak G20, Satake Bayu juga menjadi salah satu pejabat yang menyampaikan informasi mengenai pembatasan aktivitas masyarakat, termasuk kebijakan bekerja dari rumah dan pembelajaran daring di sekitar lokasi kegiatan.

Pengalaman di Bali itu kemudian dilanjutkan dengan penugasan baru di Jawa Tengah.

Pada Juli 2023, Satake Bayu kembali dipercaya sebagai Kabid Humas, kali ini di Polda Jawa Tengah. Saat serah terima jabatan, ia secara terbuka menyebut bahwa penugasan tersebut merupakan kali ketiga dirinya dipercaya menjadi kepala bidang humas di tingkat Polda.

“Saya sebelumnya di Polda Sumatera Barat. Lalu ke Polda Bali. Yang sekarang di Polda Jawa Tengah,” kata Satake saat itu.

Kapolda Jateng kala itu juga menilai pengalaman Satake Bayu di Bali menjadi modal untuk melanjutkan kemitraan dengan media di Jawa Tengah.

Satake menyatakan menikmati tugas di bidang humas dan menekankan pentingnya kemitraan dengan awak media.

Saat bertugas di Jawa Tengah, perannya kembali terlihat dalam berbagai isu kepolisian. Salah satunya ketika Polda Jateng menggencarkan patroli siber menjelang Pemilu 2024 untuk mengantisipasi penyebaran berita bohong yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.

Saat itu Satake Bayu tercatat sebagai Kabid Humas sekaligus Kasatgas Humas Operasi Mantap Brata Candi 2023-2024.

Ia juga menjadi sumber informasi terkait pengamanan sejumlah agenda masyarakat, termasuk masa libur panjang dan kawasan wisata.

Beralih dari Humas ke Logistik

Jalur karier Satake Bayu kemudian kembali berubah. Pada pertengahan 2024, ia meninggalkan bidang humas dan dipercaya menjadi Kepala Biro Logistik Polda Bali.

Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1237/VI/KEP./2024. Sebelumnya ia menjabat Kabid Humas Polda Jateng. Setelah kembali ke Bali, ia tidak lagi menangani bidang komunikasi publik, melainkan masuk ke fungsi logistik.

Dokumen resmi Polda Bali menunjukkan bahwa pada akhir 2024 hingga awal 2025, Satake Bayu tercatat sebagai Karo Log Polda Bali.

Perubahan jalur ini memperlihatkan pengalaman Satake Bayu yang tidak hanya berada di ranah komunikasi dan pelayanan informasi publik. Ia kembali dipercaya menangani salah satu fungsi penting dalam organisasi kepolisian, yakni logistik.

Pada Juni 2026, nama Satake Bayu muncul dalam mutasi besar di lingkungan Polda Sulawesi Selatan. Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1339/VI/KEP./2026 tertanggal 25 Juni 2026, ia yang sebelumnya menjabat Karo Log Polda Bali diangkat sebagai Karo Log Polda Sulsel.

Ia kemudian dilantik sebagai Karolog Polda Sulsel pada 30 Juli 2026. Dengan jabatan tersebut, Satake Bayu kembali mengemban tanggung jawab sebagai pejabat utama Polda, kali ini di wilayah Sulawesi Selatan.

Tidak sampai sebulan setelah pelantikan tersebut, perjalanan panjang itu mencapai momentum baru hingga ia resmi menyandang pangkat bintang satu atau Brigadir Jenderal pada Senin (31/8/2026) dalam apel pagi yang dipimpin langsung Kapolda Sulsel, Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro. (*)

Baca Juga

26 Personel Polres Padang Panjang Terima Kenaikan Pangkat, Kartyana: Wujud Apresiasi Kinerja
26 Personel Polres Padang Panjang Terima Kenaikan Pangkat, Kartyana: Wujud Apresiasi Kinerja
Polda Sumbar Lantik 994 Personel dalam Kenaikan Pangkat Akhir Tahun 2024
Polda Sumbar Lantik 994 Personel dalam Kenaikan Pangkat Akhir Tahun 2024
Batagak Panghulu di Pasaman, Bupati Tekankan Tanggung Jawab Membimbing Anak Kemenakan
Batagak Panghulu di Pasaman, Bupati Tekankan Tanggung Jawab Membimbing Anak Kemenakan
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menghadiri penyambutan Dandim 0312/Padang yang baru Letkol Inf Faiq Fahmi di Makodim 0312/Padang.
Letkol Faiq Fahmi Diharapkan Lanjutkan Sinergi yang Dibangun Kolonel Ferry Adianto di Kodim 0312/Padang
Sudah Ditangani 10,5 Km, Jalan Kapujan-Rimbo Data Solok Dilanjutkan 3,7 Km
Sudah Ditangani 10,5 Km, Jalan Kapujan-Rimbo Data Solok Dilanjutkan 3,7 Km
Sumbar Diprediksi Minim Hujan September 2026, 7 Daerah Masuk Kategori Rendah
Sumbar Diprediksi Minim Hujan September 2026, 7 Daerah Masuk Kategori Rendah