Sudah Ditangani 10,5 Km, Jalan Kapujan-Rimbo Data Solok Dilanjutkan 3,7 Km

Sudah Ditangani 10,5 Km, Jalan Kapujan-Rimbo Data Solok Dilanjutkan 3,7 Km

Jalan Kapujan-Rimbo Data di Kabupaten Solok menjadi salah satu ruas yang kembali mendapat penanganan pada 2026. (Foto: BPJN Sumbar)

Sumbardaily.com - Jalan Kapujan-Rimbo Data di Kabupaten Solok menjadi salah satu ruas yang kembali mendapat penanganan pada 2026. Ruas jalan sepanjang sekitar 16 kilometer tersebut dinilai penting untuk membuka akses menuju daerah yang selama ini masih terisolir.

Rencana penanganan jalan Kapujan-Rimbo Data dilakukan melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD). Pada tahap 2026, pekerjaan yang semula direncanakan mencapai 5,6 kilometer disesuaikan menjadi 3,7 kilometer dengan mempertimbangkan keterbatasan waktu serta perhitungan teknis.

Rencana tersebut menjadi perhatian dalam kunjungan kerja Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, ke Kabupaten Solok pada Sabtu (29/8/2026). Dalam kunjungan itu, Zigo meninjau kesiapan rencana pelaksanaan IJD pada ruas Kapujan-Rimbo Data.

Dikutip dari keterangan resmi BPJN Sumbar Senin (31/8/2026), penanganan ruas tersebut dilaksanakan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) di bawah Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum.

Pembangunan ruas Kapujan-Rimbo Data sendiri tidak dilakukan sekaligus. Penanganan telah berlangsung secara bertahap sejak 2023 dengan total panjang jalan yang sudah ditangani mencapai 10,5 kilometer.

Pekerjaan tahap pertama dimulai pada 24 Juli 2023. Saat itu, penanganan dilakukan sepanjang 9 kilometer. Pekerjaan tersebut dibagi dari dua arah, yakni 4,5 kilometer dari arah Kapujan dan 4,5 kilometer dari arah Rimbo Data.

Program kemudian dilanjutkan pada 2024. Pada tahap tersebut, penanganan dilakukan pada ruas Rimbo Data-Kapujan sepanjang 1,5 kilometer.

Jika digabungkan dengan pekerjaan yang telah dilakukan pada 2023, total jalan Kapujan-Rimbo Data yang sudah mendapatkan penanganan hingga saat ini mencapai 10,5 kilometer dari keseluruhan panjang sekitar 16 kilometer.

Masih terdapat bagian ruas yang membutuhkan penanganan lanjutan. Karena itu, pemerintah menyiapkan pekerjaan pada 2026 untuk melanjutkan pembangunan jalan tersebut.

Pada awal perencanaan, penanganan tahun 2026 ditargetkan sepanjang 5,6 kilometer. Namun, rencana itu kemudian disesuaikan menjadi 3,7 kilometer.

Penyesuaian tersebut dilakukan dengan memperhitungkan waktu pelaksanaan yang tersedia serta aspek teknis pekerjaan. Dengan rencana tersebut, penanganan jalan tetap dapat dilanjutkan pada tahun ini meski panjang pekerjaan mengalami perubahan dari rencana awal.

Dalam kunjungan ke Kabupaten Solok, Zigo Rolanda menekankan pentingnya keberlanjutan pembangunan hingga seluruh ruas dapat diselesaikan. Menurut dia, keberadaan jalan tersebut berkaitan dengan kebutuhan akses masyarakat di daerah yang masih terisolir.

"Keberlanjutan penanganan ruas Kapujan–Rimbo Data perlu mendapat perhatian agar seluruh ruas dapat diselesaikan mengingat ruas ini sangat dibutuhkan untuk membuka akses bagi daerah yang terisolir," kata Zigo.

Dia juga menyampaikan rencana untuk membahas kemungkinan perpanjangan waktu pelaksanaan IJD. Skema yang akan dibahas yakni pelaksanaan secara tahun jamak atau multi years.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi opsi agar pembangunan ruas Kapujan-Rimbo Data tidak berhenti pada penanganan yang dilakukan dalam satu tahap. Dengan skema tahun jamak, penanganan jalan dapat dilanjutkan hingga seluruh ruas yang dibutuhkan selesai dikerjakan.

Zigo mengatakan pembahasan mengenai kemungkinan perpanjangan waktu pelaksanaan IJD melalui skema multi years akan dilakukan agar penanganan ruas Kapujan-Rimbo Data dapat dilakukan secara tuntas.

Di sisi lain, pelaksanaan pekerjaan konstruksi pada ruas tersebut juga membutuhkan dukungan masyarakat. Kepala BPJN Sumatera Barat Elsa Putra Friandi mengajak masyarakat untuk ikut mendukung proses pekerjaan yang nantinya berlangsung di lapangan.

Menurut Elsa, kegiatan konstruksi berpotensi memberikan dampak terhadap kelancaran lalu lintas. Karena itu, masyarakat perlu bekerja sama agar aktivitas pembangunan tetap berjalan dengan memperhatikan kelancaran serta keselamatan pengguna jalan.

"Kami mengajak masyarakat mendukung pelaksanaan pekerjaan," ujar Elsa.

Ia menjelaskan pekerjaan konstruksi nantinya berpotensi menimbulkan gangguan lalu lintas. Kondisi tersebut membuat kerja sama masyarakat diperlukan selama pekerjaan berlangsung.

Dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pembangunan, terutama ketika aktivitas konstruksi berlangsung di ruas yang digunakan untuk mobilitas warga. Pengaturan selama pekerjaan juga diperlukan untuk menjaga lalu lintas tetap berjalan dan mengurangi risiko keselamatan.

Dengan panjang keseluruhan sekitar 16 kilometer, ruas Kapujan-Rimbo Data masih membutuhkan penanganan lanjutan. Sejak pekerjaan pertama dimulai pada 2023, pembangunan telah dilakukan secara bertahap dan mencapai 10,5 kilometer.

Pada 2026, pekerjaan direncanakan kembali dilanjutkan sepanjang 3,7 kilometer. Di tengah keterbatasan waktu dan pertimbangan teknis, keberlanjutan penanganan menjadi perhatian agar pembangunan dapat mencapai penyelesaian seluruh ruas.

Pembahasan mengenai skema multi years juga menjadi salah satu opsi yang akan dibicarakan untuk memastikan penanganan jalan Kapujan-Rimbo Data dapat dilakukan secara tuntas. Ruas tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan karena dibutuhkan untuk membuka akses bagi daerah yang terisolir. (*)

Baca Juga

Tiga Jembatan Gantung Pesisir Selatan Rampung, Begini Spesifikasi dan Fungsinya
Tiga Jembatan Gantung Pesisir Selatan Rampung, Begini Spesifikasi dan Fungsinya
Jembatan Jeruai Bungus Teluk Kabung Kembali Dibuka, Semua Kendaraan Sudah Bisa Melintas
Jembatan Jeruai Bungus Teluk Kabung Kembali Dibuka, Semua Kendaraan Sudah Bisa Melintas
Kemacetan Jalan Padang-Solok Terjadi Akibat Proyek Rigid Beton, Pengendara Diminta Bersabar
Kemacetan Jalan Padang-Solok Terjadi Akibat Proyek Rigid Beton, Pengendara Diminta Bersabar
Kabar Baik! Jalur Lembah Anai Kini Bisa Dilalui Semua Jenis Kendaraan Usai Rehab Rekon Selesai
Kabar Baik! Jalur Lembah Anai Kini Bisa Dilalui Semua Jenis Kendaraan Usai Rehab Rekon Selesai
Jembatan Jeruai Bungus Padang Ditargetkan Dibuka 14 Agustus, BPJN Sumbar Percepat Rehabilitasi
Jembatan Jeruai Bungus Padang Ditargetkan Dibuka 14 Agustus, BPJN Sumbar Percepat Rehabilitasi
BPJN Sumbar Kebut Preservasi Jalan Lubuk Alung–Pariaman–Padang Sawah Sepanjang 103 Kilometer
BPJN Sumbar Kebut Preservasi Jalan Lubuk Alung–Pariaman–Padang Sawah Sepanjang 103 Kilometer