Sumbardaily.com - Jembatan Jeruai di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, ditargetkan kembali difungsikan pada 14 Agustus 2026.
Target tersebut lebih cepat dari rencana awal sebagai bagian dari percepatan rehabilitasi yang dilakukan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat agar lalu lintas di ruas nasional Bukit Putus-Batas Kota Padang segera kembali normal.
Informasi tersebut disampaikan melalui unggahan Instagram BPJN Sumbar yang dikutip Minggu (26/7/2026). Dalam unggahan itu dijelaskan, percepatan pekerjaan menjadi fokus agar aktivitas masyarakat, distribusi logistik, hingga penyaluran bahan bakar minyak (BBM) tidak terganggu lebih lama.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade meninjau langsung progres rehabilitasi Jembatan Jeruai pada Jumat (24/7/2026). Peninjauan dilakukan di ruas Jalan Nasional Bukit Putus-Batas Kota Padang, tepatnya di Kecamatan Bungus Teluk Kabung.
Dalam kunjungan tersebut, Andre Rosiade didampingi Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Barat Elsa Putra Friandi, Sales Manager Pertamina Sumatera Barat, serta sejumlah pihak terkait. Kehadiran mereka bertujuan memastikan seluruh tahapan rehabilitasi berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
Kepala BPJN Sumatera Barat Elsa Putra Friandi menjelaskan Jembatan Jeruai merupakan jembatan rangka yang dibangun pada 1994. Dengan usia sekitar 32 tahun, lantai jembatan mengalami kerusakan sehingga harus segera diperbaiki untuk menghindari risiko yang lebih besar terhadap struktur jembatan.
"Ya ini jembatan ini jembatan rangka yang dibangun di tahun sembilan empat, jadi sudah berusia 32 tahun. Dan kemarin mengalami kerusakan lantai sehingga kita lakukan perbaikan sekarang. Karena kalau tidak kita lakukan perbaikan dikhawatirkan jembatan ini fail secara keseluruhan," ujar Elsa Putra Friandi.
Ia mengatakan proses penggantian lantai jembatan kini telah selesai dilaksanakan. Selain itu, pekerjaan pengecoran juga sudah rampung sehingga tahapan selanjutnya adalah menunggu beton mencapai kekuatan sesuai persyaratan teknis sebelum dapat dilintasi kendaraan.
"Nah ini sekarang ini kita sudah lakukan penggantian lantai dan kita lihat sudah... nanti sudah dicor, ini tinggal menunggu beton. Jadi yang semula ini akan kita buka di 15 September, ini kemarin kita sudah upayakan percepatan, dan insyaAllah ini tanggal 14 Agustus ini bisa kita lakukan open traffic," katanya.
BPJN Sumatera Barat menyebut percepatan rehabilitasi dilakukan agar arus kendaraan di ruas nasional tersebut dapat kembali normal sesuai target. Setelah masa perawatan beton selesai dan kekuatan struktur memenuhi standar, Jembatan Jeruai akan kembali difungsikan untuk melayani lalu lintas.
Sementara itu, Andre Rosiade berharap seluruh proses rehabilitasi dapat diselesaikan tepat waktu. Menurutnya, keberadaan Jembatan Jeruai memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat serta mendukung distribusi logistik di kawasan Bungus Teluk Kabung dan sekitarnya.
Ia juga menilai akses tersebut sangat dibutuhkan untuk menunjang angkutan barang, distribusi bahan bakar minyak, hingga aktivitas perekonomian masyarakat yang bergantung pada kelancaran jalur nasional tersebut.
"Harapan saya masyarakat tidak usah khawatir ya, bahwa insyaAllah kita lagi bekerja keras distribusi BBM-nya bisa lancar supaya tidak ada antrain BBM," kata Andre Rosiade.
Melalui rehabilitasi Jembatan Jeruai, BPJN Sumatera Barat menegaskan komitmennya untuk menghadirkan infrastruktur jalan dan jembatan nasional yang aman, andal, serta berkelanjutan. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat. (*)
















