Transportasi Sumbar Juli 2026 Berubah: Penumpang Udara dan Kereta Turun, Angkutan Laut Meningkat

Transportasi Sumbar Juli 2026 Berubah: Penumpang Udara dan Kereta Turun, Angkutan Laut Meningkat

Pelabuhan Teluk Bayur (Foto: Istimewa))

Sumbardaily.com - Perkembangan transportasi Provinsi Sumatera Barat pada Juli 2026 menunjukkan pergerakan yang berbeda di setiap moda. Aktivitas penumpang melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) mengalami penurunan pada sejumlah layanan, sementara angkutan barang melalui jalur laut justru mencatat peningkatan.

Data tersebut menjadi salah satu indikator dalam perkembangan ekonomi Sumatera Barat yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar. Berdasarkan rilis BPS Sumbar yang dikutip Kamis (3/9/2026), perubahan aktivitas transportasi terlihat pada angkutan udara, laut, dan kereta api selama Juli 2026 dibandingkan bulan sebelumnya.

Pada sektor penerbangan domestik, jumlah penumpang yang berangkat melalui BIM pada Juli 2026 mencapai 76,46 ribu orang. Angka tersebut turun 4,73 persen dibandingkan Juni 2026 yang mencatat 80,26 ribu penumpang.

Dalam rilisnya, BPS Sumbar mencatat, “Penumpang penerbangan domestik yang berangkat melalui BIM pada Juli 2026 tercatat sebanyak 76,46 ribu orang, atau turun 4,73 persen jika dibandingkan dengan bulan Juni 2026.”

Kondisi berbeda terlihat pada jumlah penumpang yang datang melalui penerbangan domestik. Pada Juli 2026, jumlahnya mencapai 73,94 ribu orang. Angka tersebut meningkat 2,52 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Pergerakan penumpang juga berubah pada penerbangan internasional. Jumlah penumpang internasional yang berangkat melalui BIM pada Juli 2026 tercatat sebanyak 18,48 ribu orang. Jumlah tersebut mengalami penurunan 10,65 persen dibandingkan Juni 2026.

Sementara itu, jumlah penumpang penerbangan internasional yang datang justru mengalami peningkatan. Pada Juli 2026 tercatat sebanyak 20,01 ribu orang atau naik 0,99 persen dibandingkan Juni 2026.

Data tersebut menunjukkan bahwa perkembangan transportasi Sumatera Barat tidak bergerak dalam arah yang sama. Pada jalur udara, penurunan terjadi pada jumlah penumpang domestik yang berangkat dan penumpang internasional yang berangkat. Sebaliknya, jumlah penumpang yang datang melalui penerbangan domestik dan internasional mengalami kenaikan.

Aktivitas angkutan laut memperlihatkan kondisi berbeda. Jumlah barang yang dimuat melalui angkutan laut dalam negeri pada Juli 2026 mencapai 317,58 ribu ton. Angka itu meningkat 47,80 persen dibandingkan Juni 2026.

Kenaikan juga terjadi pada jumlah barang yang dibongkar. Pada Juli 2026, barang yang dibongkar tercatat sebanyak 331,14 ribu ton. Jumlah tersebut naik 12,82 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di angka 293,52 ribu ton.

“Untuk angkutan laut dalam negeri, jumlah barang yang dimuat tercatat sebesar 317,58 ribu ton, atau meningkat 47,80 persen dibanding Juni 2026,” demikian keterangan dalam rilis BPS Sumbar.

Sementara pada moda kereta api, jumlah penumpang yang berangkat pada Juli 2026 tercatat sebanyak 217,28 ribu orang. Jumlah tersebut turun 4,24 persen dibandingkan Juni 2026.

Penurunan juga terjadi pada aktivitas angkutan barang menggunakan kereta api. Berdasarkan rilis BPS Sumbar, jumlah barang yang diangkut dengan moda kereta api mengalami penurunan 0,58 persen secara month to month.

Selain mencatat perkembangan transportasi Sumatera Barat, BPS Sumbar juga merilis perkembangan harga konsumen dan kondisi sektor pertanian pada Agustus 2026. Data inflasi menunjukkan harga konsumen di Sumatera Barat mengalami kenaikan 0,18 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Secara tahun kalender atau year to date (y-to-d), Sumatera Barat mengalami inflasi sebesar 1,23 persen. Sedangkan secara tahunan atau year on year (y-on-y), inflasi tercatat sebesar 3,76 persen.

Kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi bulanan. Kelompok tersebut mengalami inflasi sebesar 0,33 persen dan memberikan andil sebesar 0,12 persen. Komoditas yang menjadi penyumbang utama di antaranya daging ayam ras dan cabai rawit.

Seluruh wilayah cakupan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumatera Barat juga mengalami inflasi secara bulanan. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Pasaman Barat, Kota Padang dan Kota Bukittinggi.

Inflasi bulanan tertinggi terjadi di Kabupaten Pasaman Barat sebesar 0,46 persen. Sementara inflasi terendah tercatat di Kota Padang sebesar 0,10 persen. Kota Bukittinggi mengalami inflasi 0,20 persen, sedangkan Kabupaten Dharmasraya mencatat inflasi 0,11 persen.

Secara tahunan, seluruh kelompok pengeluaran mengalami inflasi. Kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi kelompok dengan andil terbesar terhadap inflasi umum, yakni sebesar 1,44 persen.

Jika dilihat berdasarkan wilayah, seluruh daerah cakupan IHK juga mengalami inflasi secara tahunan. Kabupaten Dharmasraya mencatat inflasi y-on-y tertinggi sebesar 4,34 persen. Sementara Kota Padang mencatat inflasi tahunan terendah sebesar 3,55 persen.

Kabupaten Pasaman Barat mengalami inflasi tahunan sebesar 4,11 persen. Sedangkan Kota Bukittinggi mencatat inflasi sebesar 3,78 persen.

Di sisi lain, indikator kesejahteraan petani juga menunjukkan perubahan. Nilai Tukar Petani (NTP) Sumatera Barat pada Agustus 2026 tercatat sebesar 133,37. Angka tersebut meningkat 0,64 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Peningkatan NTP tersebut dipengaruhi kenaikan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 0,65 persen. Pada saat yang sama, Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) meningkat 0,001 persen.

BPS Sumbar mencatat peningkatan NTP secara umum berasal dari kenaikan pada subsektor tanaman pangan, tanaman perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan. Namun, satu subsektor mengalami penurunan, yakni subsektor hortikultura.

“Nilai Tukar Petani Sumatera Barat pada Agustus 2026 sebesar 133,37 mengalami peningkatan sebesar 0,64 persen dibanding bulan sebelumnya,” tulis BPS Sumbar dalam rilisnya.

Selain NTP, Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) Sumatera Barat pada Agustus 2026 juga meningkat. NTUP tercatat sebesar 137,93 atau naik 0,32 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Kenaikan tersebut terjadi karena harga hasil produksi petani meningkat 0,65 persen. Persentase itu lebih tinggi dibandingkan peningkatan harga pada penambahan barang modal yang tercatat sebesar 0,32 persen.

Dengan demikian, perkembangan transportasi Sumatera Barat pada Juli 2026 memperlihatkan perubahan aktivitas yang berbeda antar moda.

Penumpang penerbangan domestik dan internasional yang berangkat melalui BIM mengalami penurunan, sedangkan jumlah penumpang yang datang meningkat. Pada saat yang sama, angkutan laut mencatat kenaikan jumlah barang yang dimuat maupun dibongkar, sementara penumpang dan barang pada moda kereta api mengalami penurunan.

Data tersebut dirilis BPS Sumbar bersamaan dengan indikator inflasi dan nilai tukar petani yang menggambarkan perkembangan ekonomi Sumatera Barat. (*)

Baca Juga

Dari Sawit hingga Karet, Ekspor Sumbar Naik 21 Persen dalam 7 Bulan
Dari Sawit hingga Karet, Ekspor Sumbar Naik 21 Persen dalam 7 Bulan
Di Tengah Inflasi, Nilai Tukar Petani Sumbar Justru Naik Jadi 133,37
Di Tengah Inflasi, Nilai Tukar Petani Sumbar Justru Naik Jadi 133,37
Inflasi Sumbar Agustus 2026 Capai 3,76 Persen, Daging Ayam dan Cabai Rawit Jadi Pemicu
Inflasi Sumbar Agustus 2026 Capai 3,76 Persen, Daging Ayam dan Cabai Rawit Jadi Pemicu
Jalan-jalan ke Sumbar Makin Ramai, tapi Jumlah Wisatawan Asing Justru Menurun
Jalan-jalan ke Sumbar Makin Ramai, tapi Jumlah Wisatawan Asing Justru Menurun
Wisatawan Ramai Unggah Hidden Gem Sumbar, InJourney Airports BIM Dorong Service Excellence Berbasis Budaya
Wisatawan Ramai Unggah Hidden Gem Sumbar, InJourney Airports BIM Dorong Service Excellence Berbasis Budaya
Pokdarwis dari berbagai daerah di Sumatera Barat mengikuti pelatihan Search and Rescue (SAR) yang digelar InJourney Airports di Padang.
Hidden Gem Sumbar Makin Dilirik, Pokdarwis Kini Dilatih Hadapi Situasi Darurat Wisatawan