13 Kali Gempa Bumi, BMKG: Masih Segmen Megathrust Mentawai

BMKG mencatat 13 kali gempa bumi mengguncang wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Senin (29/8/2022).

“Sampai pukul 21.41 WIB, terjadi 13 kali gempa bumi,” ungkap Kepala Stasiun BMKG Geofisika Padang Panjang Suhaidi Ahadi, Senin malam (29/8/2022).

Suhaidi menyebut, ke-13 titik gempa itu berada di segmen Megathrust Mentawai bagian Utara. Kekuatan gempa paling besar Magnitudo 6,4 terjadi sekitar pukul 10.34 WIB.

Baca Juga:

Dihantui Gempa Susulan, Warga di Desa Simalegi Siberut Bertahan di Pengungsian

Gempa di Jalur Megathrust Mentawai, BMKG: Timbulkan Kerusakan Ringan di Siberut

“Dimulai magnitudo 5,2, kemudian 5,9, terus jam 10, 6,1. Selanjutnya gempa-gempa terupdate tidak lebih dari Magnitudo 5. Gempa terakhir yang kami catat, Magnitudo 3,7 pukul 20.10,” papar Suhaidi.

Setelah itu, lanjut Suhaidi, tidak ada gempa susulan. Namun demikian, hingga Senin malam (29/8/2022) pihak BMKG Geofisika Padang Panjang masih melakukan monitoring.

“Kita terus monitoring, 24 jam. Mudah-mudahan tidak terjadi gempa dengan magnitudo yang lebih besar,” kata Suhaidi. (red)

Baca Juga

BMKG Ungkap 14 Gempa Guncang Sumbar dalam Sepekan, Ini Sebaran dan Kedalamannya!
BMKG Ungkap 14 Gempa Guncang Sumbar dalam Sepekan, Ini Sebaran dan Kedalamannya!
Jaga Identitas Lokal, Kamus Bahasa Mentawai Diluncurkan sebagai Upaya Pelestarian Bahasa Ibu
Jaga Identitas Lokal, Kamus Bahasa Mentawai Diluncurkan sebagai Upaya Pelestarian Bahasa Ibu
Tiga Perangkat Desa di Mentawai Diduga Terjerat Kasus Korupsi Rp1,1 Miliar
Tiga Perangkat Desa di Mentawai Diduga Terjerat Kasus Korupsi Rp1,1 Miliar
Dugaan Korupsi Proyek Dermaga Bajau di Siberut Mentawai, Kejati Sumbar Tunggu Hasil Audit BPKP
Dugaan Korupsi Proyek Dermaga Bajau di Siberut Mentawai, Kejati Sumbar Tunggu Hasil Audit BPKP
Warga Adat Taileleu Mentawai Tuntut Pengakuan Tanah Ulayat
Warga Adat Taileleu Mentawai Tuntut Pengakuan Tanah Ulayat
Kapal Mati Mesin di Perairan Mentawai, Empat WNA dan Dua WNI Berhasil Diselamatkan
Kapal Mati Mesin di Perairan Mentawai, Empat WNA dan Dua WNI Berhasil Diselamatkan