YouTube Luncurkan Digital Wellbeing Guidebook, Bantu Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital

YouTube Luncurkan Digital Wellbeing Guidebook, Bantu Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital

YouTube meluncurkan Digital Wellbeing Guidebook sebagai langkah konkret mendukung perlindungan anak di ruang digital sekaligus membantu orang tua menghadapi tantangan pengasuhan pada era teknologi yang semakin berkembang. (Foto: Pemprov Sumbar)

Sumbardaily.com - YouTube meluncurkan Digital Wellbeing Guidebook sebagai langkah konkret mendukung perlindungan anak di ruang digital sekaligus membantu orang tua menghadapi tantangan pengasuhan pada era teknologi yang semakin berkembang.

Peluncuran buku panduan tersebut menjadi bagian dari implementasi Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 mengenai Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS.

Melalui panduan ini, orang tua dan pendidik diharapkan memperoleh bekal praktis dalam mendampingi anak saat beraktivitas di dunia digital.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menilai kehadiran Digital Wellbeing Guidebook menjadi langkah penting di tengah meningkatnya kebutuhan keluarga terhadap panduan pengasuhan digital.

Menurutnya, masih banyak orang tua yang membutuhkan arahan mengenai cara mendampingi anak ketika menggunakan media sosial, bermain gim daring, maupun mengakses berbagai layanan digital lainnya.

“Kita melihat masih banyak orang tua yang bertanya bagaimana mendampingi anak menggunakan media sosial, bagaimana menyikapi gim daring, dan bagaimana menjaga mereka tetap aman di ruang digital. Oleh karena itu, kami meluncurkan buku panduan ini,” tegas Meutya Hafid saat peluncuran di Garuda Spark, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2026).

Menurut Meutya, tantangan pengasuhan saat ini tidak lagi terbatas pada lingkungan fisik. Orang tua juga dituntut memahami dan mengawasi aktivitas anak di ruang digital yang semakin luas dan kompleks.

Ia mengibaratkan ruang digital sebagai lingkungan baru tempat anak-anak tumbuh dan berinteraksi. Karena itu, perlindungan yang diberikan kepada anak harus mencakup pengamanan di dunia maya sebagaimana dilakukan di lingkungan nyata.

“Jika dunia digital adalah rumah baru bagi anak-anak kita, maka kita juga harus menjaga pintu dan jendelanya,” tegasnya.

Peluncuran Digital Wellbeing Guidebook juga menjadi bentuk tanggung jawab platform digital dalam mendukung upaya pemerintah memperkuat perlindungan anak. Sebagai salah satu platform yang banyak digunakan masyarakat, YouTube menyediakan edukasi serta panduan praktis yang dapat membantu orang tua memahami pola pendampingan yang tepat bagi anak.

Perwakilan YouTube menyatakan bahwa buku panduan tersebut dirancang untuk mendukung implementasi regulasi perlindungan anak hingga ke tingkat keluarga.

“Peluncuran Digital Wellbeing Guidebook ini adalah wujud tanggung jawab YouTube sebagai platform untuk mendukung edukasi orang tua, sehingga implementasi regulasi pelindungan anak dapat berjalan lebih efektif di tingkat keluarga,” jelas perwakilan YouTube.

Penyusunan buku panduan ini dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak, yakni YouTube, Kementerian Komunikasi dan Digital, Universitas Indonesia, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), serta sejumlah ahli terkait.

Meutya menegaskan bahwa upaya perlindungan anak di ruang digital bukan ditujukan untuk membatasi akses terhadap teknologi. Sebaliknya, langkah tersebut dilakukan agar anak dapat memanfaatkan teknologi secara aman, sehat, dan sesuai dengan tahap perkembangan usianya.

Dengan hadirnya Digital Wellbeing Guidebook, pemerintah bersama para pemangku kepentingan berharap literasi digital keluarga semakin meningkat sehingga anak-anak dapat memperoleh manfaat optimal dari teknologi tanpa mengabaikan aspek keamanan dan perlindungan di ruang digital. (*)

Baca Juga

Padang Panjang Siapkan Kota Ramah Anak, Perlindungan dari Kekerasan hingga Ancaman Digital Diperkuat
Padang Panjang Siapkan Kota Ramah Anak, Perlindungan dari Kekerasan hingga Ancaman Digital Diperkuat
Isu Perlindungan Anak Jadi Fokus Utama Bukittinggi pada Harkitnas 2026
Isu Perlindungan Anak Jadi Fokus Utama Bukittinggi pada Harkitnas 2026
Wisuda Telkom University, Meutya Hafid Soroti Ancaman Misinformasi di Era Digital
Wisuda Telkom University, Meutya Hafid Soroti Ancaman Misinformasi di Era Digital
Anak di Bawah 16 Tahun Tak Bebas Lagi Akses Medsos, Ini Aturan Baru Komdigi
Anak di Bawah 16 Tahun Tak Bebas Lagi Akses Medsos, Ini Aturan Baru Komdigi
Persaingan Ketat Aplikasi Hiburan: Netflix Unggul, YouTube Menyusul
Persaingan Ketat Aplikasi Hiburan: Netflix Unggul, YouTube Menyusul
Kemenkomdigi Perkuat Upaya Penyidikan Internal dan Penutupan 187 Ribu Situs Judi Online
Kemenkomdigi Perkuat Upaya Penyidikan Internal dan Penutupan 187 Ribu Situs Judi Online