Dinkes Pesisir Selatan Pacu Tracing TBC di 119 Nagari, Targetkan Deteksi Dini Lebih Cepat

Dinkes Pesisir Selatan Pacu Tracing TBC di 119 Nagari, Targetkan Deteksi Dini Lebih Cepat

Ilustrasi Kasus TBC (Foto: Shutterstock)

Sumbardaily.com - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Pesisir Selatan menegaskan komitmennya untuk memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit melalui percepatan tracing tuberkulosis (TBC), penguatan validasi data kesehatan, serta peningkatan koordinasi lintas sektor.

Langkah tersebut menjadi fokus utama dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Tingkat Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2026 yang berlangsung di Painan, Minggu (2/8/2026).

Forum tersebut menjadi momentum bagi Dinkes PPKB Pesisir Selatan untuk menyatukan langkah seluruh unsur pelayanan kesehatan, mulai dari dinas kesehatan, rumah sakit rujukan, puskesmas, hingga kader kesehatan di tingkat nagari.

Penguatan kolaborasi dinilai penting agar setiap program pencegahan dan pengendalian penyakit dapat berjalan lebih efektif dengan dukungan data lapangan yang akurat.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Pesisir Selatan, Agustina Rahmadani, S.ST., M.M., mengatakan dinamika penyakit menular maupun penyakit tidak menular membutuhkan penanganan yang terukur. Menurutnya, pengawasan yang baik harus diikuti dengan pelaksanaan program yang tepat sasaran agar hasil intervensi kesehatan semakin optimal.

Dalam pemaparannya, Agustina menekankan bahwa sinergi teknis antar fasilitas pelayanan kesehatan menjadi kunci keberhasilan berbagai program kesehatan masyarakat. Karena itu, koordinasi antara rumah sakit, puskesmas, dan tenaga kesehatan di lapangan harus terus diperkuat.

Salah satu program yang mendapat perhatian khusus adalah percepatan eliminasi TBC di Kabupaten Pesisir Selatan. Berdasarkan hasil evaluasi hingga Juli 2026, penemuan terduga TBC di daerah tersebut telah mencapai 4.154 kasus atau 42 persen dari target. Sementara itu, penemuan kasus baru tercatat sebanyak 684 orang atau 41 persen, sedangkan angka keberhasilan pengobatan (cure rate) mencapai 95 persen.

Capaian tersebut menjadi dasar bagi Dinkes PPKB untuk terus meningkatkan upaya penemuan kasus secara aktif agar penderita dapat segera memperoleh pengobatan sesuai standar.

Seiring adanya dukungan penuh dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada Agustus 2026, Dinkes PPKB Kabupaten Pesisir Selatan menginstruksikan seluruh kepala puskesmas agar mengawal pelaksanaan tracing TBC yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di 119 nagari lokus.

Program tersebut menargetkan pemeriksaan terhadap 100 orang di setiap nagari lokus. Melalui target tersebut, pemerintah daerah berharap semakin banyak kasus TBC dapat ditemukan sejak dini sehingga penanganannya menjadi lebih efektif.

"Program penelusuran ini menargetkan 100 orang per nagari lokus. Kami meminta seluruh tim p2p dan faskes bergerak aktif di lapangan. Kita ingin memastikan kasus TBC terdeteksi sedini mungkin, mendapatkan pengobatan standar hingga tuntas, serta meminimalkan risiko putus obat (drop out)," tegas Agustina Rahmadani.

Selain fokus pada pengendalian TBC, Rakor P2P juga membahas percepatan pencapaian target Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) serta Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

Agustina meminta seluruh puskesmas memastikan proses validasi data berjalan dengan baik. Menurutnya, ketepatan pencatatan dan pelaporan menjadi faktor penting dalam mengukur capaian imunisasi sekaligus memastikan terbentuknya kekebalan kelompok (herd immunity) secara merata di seluruh wilayah Kabupaten Pesisir Selatan.

Tidak hanya itu, Dinkes PPKB juga menaruh perhatian terhadap pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Pemerintah daerah berkomitmen memberikan pendampingan teknis kepada pemerintah nagari agar penerapan lima pilar STBM dapat dilakukan secara konsisten.

Pendampingan tersebut diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di tingkat nagari.

Melalui Rakor P2P Tahun 2026, Dinkes PPKB Kabupaten Pesisir Selatan juga ingin memperkuat integrasi lintas sektor dalam setiap program kesehatan. Keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi faktor penting untuk mencapai target pembangunan kesehatan daerah.

"Kerja-kerja pencegahan penyakit tidak bisa dilakukan secara parsial oleh jajaran tenaga kesehatan saja. Melalui Rakor P2P ini, kami membangun fondasi integrasi yang solid bersama seluruh stakeholder lintas sektor demi mewujudkan target Nagari Sehat dan Pessel Bebas Penyakit," pungkas Agustina Rahmadani. (*)

Baca Juga

Deteksi Dini Hipertensi dan Diabetes, Puskesmas Lubuk Sikaping Pasaman Gencarkan CKG hingga Pelosok Nagari
Deteksi Dini Hipertensi dan Diabetes, Puskesmas Lubuk Sikaping Pasaman Gencarkan CKG hingga Pelosok Nagari
Audit Internal TBC 2026 di Pesisir Selatan Fokus Percepat Eliminasi Tuberkulosis
Audit Internal TBC 2026 di Pesisir Selatan Fokus Percepat Eliminasi Tuberkulosis
Cek Kesehatan Gratis di Padang Sukses Layani 610 Warga, Begini Cara Daftarnya
Cek Kesehatan Gratis di Padang Sukses Layani 610 Warga, Begini Cara Daftarnya
Ruang CKG Puskesmas Ambacang Padang Disulap Jadi Tempat Perayaan Ulang Tahun
Ruang CKG Puskesmas Ambacang Padang Disulap Jadi Tempat Perayaan Ulang Tahun
Pertamina Patra Niaga IT Teluk Kabung Gelar Bakti Kesehatan di Bulan K3
Pertamina Patra Niaga IT Teluk Kabung Gelar Bakti Kesehatan di Bulan K3
Puskesmas se-Kota Padang Siap Layani Cek Kesehatan Gratis untuk Masyarakat
Puskesmas se-Kota Padang Siap Layani Cek Kesehatan Gratis untuk Masyarakat