Sumbardaily.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi penopang utama pelaksanaan Program Sekolah Rakyat yang masuk dalam daftar program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Dukungan pembiayaan tersebut disiapkan pemerintah untuk memperluas kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Menkeu saat meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (1/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menegaskan bahwa Kementerian Keuangan memiliki tanggung jawab memastikan kebutuhan anggaran tersedia sehingga pelaksanaan Program Sekolah Rakyat dapat berlangsung secara optimal.
Menurut Menkeu, dukungan APBN menjadi instrumen penting agar semakin banyak anak Indonesia, terutama yang berasal dari keluarga yang membutuhkan, memperoleh akses pendidikan yang lebih baik. Pemerintah menilai investasi di sektor pendidikan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang.
"Saya diperintah menyediakan anggaran Sekolah Rakyat. Belajarnya yang semangat ya, biar jadi menteri, biar jadi orang kaya," kata Menkeu dilansir Senin (3/8/2026).
Selain memastikan kesiapan anggaran, Menkeu juga memberikan motivasi secara langsung kepada para siswa yang mengikuti kegiatan belajar di Sekolah Rakyat. Ia mengajak seluruh peserta didik memanfaatkan kesempatan belajar dengan sungguh-sungguh karena pendidikan dinilai menjadi bekal utama dalam membangun masa depan yang lebih baik.
Menurutnya, kesempatan memperoleh pendidikan harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan diri sekaligus membuka peluang mobilitas sosial. Karena itu, semangat belajar menjadi kunci agar generasi muda mampu meraih cita-cita yang lebih tinggi.
"Jadi ini Program Pak Prabowo. Semoga adik-adik jadi orang pintar. Jangan malas belajar ya," pesan Menkeu kepada para siswa.
Kunjungan tersebut juga dimanfaatkan Menkeu untuk melihat secara langsung implementasi penggunaan APBN dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan melalui Program Sekolah Rakyat. Pemerintah menilai pembiayaan pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang berperan dalam mencetak sumber daya manusia unggul sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya dibangun di atas lahan seluas 6,6 hektare. Pembangunan sekolah tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp3,52 triliun dengan pagu anggaran mencapai Rp3,82 triliun. Hingga saat ini, realisasi anggaran pembangunan telah mencapai Rp3,21 triliun.
Konsep yang diterapkan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya menggabungkan jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA dalam satu kawasan. Selain itu, sekolah ini juga dilengkapi fasilitas asrama yang dirancang untuk mendukung proses pembelajaran sekaligus pembentukan karakter peserta didik.
Melalui Program Sekolah Rakyat, pemerintah berupaya tidak hanya memperluas akses terhadap pendidikan yang berkualitas, tetapi juga membangun harapan bagi lahirnya generasi yang cerdas, berdaya saing, serta memiliki kemampuan menjadi pemimpin bangsa pada masa mendatang.
Dukungan APBN yang dipastikan pemerintah diharapkan menjadi fondasi agar pelaksanaan program tersebut dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi anak-anak Indonesia yang membutuhkan. (*)
















