Sumbardaily.com - Pemerintah Kota (Pemko) Padang mulai memperkuat gerakan kebersihan lingkungan melalui peluncuran Program Padang Sibersih di Kecamatan Padang Barat.
Program tersebut menjadi langkah awal untuk membangun budaya hidup bersih sekaligus mempersiapkan Kota Padang menyambut Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 yang akan digelar pada tanggal 6 hingga 10 Agustus 2026.
Peluncuran Program Padang Sibersih dilakukan secara resmi oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, di Halaman Kantor Lurah Berok Nipah, Kecamatan Padang Barat, Sabtu (1/8/2026) siang.
Program ini tidak hanya menjadi gerakan kebersihan lingkungan, tetapi juga diperkuat dengan dukungan sarana operasional.
Anggota DPRD Kota Padang, Iswanto Kwara memberikan bantuan melalui dana pokok-pokok pikiran berupa lima unit becak motor (bentor) pengangkut sampah, sapu, sekop, cangkul, serta berbagai perlengkapan kebersihan lainnya.
Dukungan tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan sampah di sejumlah kelurahan di Kecamatan Padang Barat sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan legislatif dalam menciptakan lingkungan yang bersih.
Dalam sambutannya, Fadly Amran memberikan apresiasi kepada Anggota DPRD Kota Padang, Iswanto Kwara atas kontribusinya terhadap upaya penanganan kebersihan di Kota Padang.
"Keberhasilan Program Padang Sibersih tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga tingkat RT dan RW," katanya.
Selain menjadi gerakan bersama, Program Padang Sibersih juga diharapkan menjadi momentum penting menjelang pelaksanaan HJK Padang ke-357 yang mengusung tema Taste of Padang Experience Road To Gastronomi City.
Momentum tersebut dinilai harus dimanfaatkan untuk menghadirkan wajah Kota Padang yang bersih, indah dan tertata.
Fadly Amran juga menegaskan bahwa kebersihan merupakan salah satu syarat penting dalam mewujudkan Kota Padang sebagai kota tujuan sekaligus kota gastronomi dunia.
"Kami mengajak seluruh masyarakat memberikan kontribusi terbaik bagi Kota Padang dengan membiasakan hidup bersih dan tidak membuang sampah sembarangan. Budaya memilah sampah sebelum dibuang, karena ini menjadi salah indikator penilaian kota bersih di Indonesia," ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa perubahan budaya masyarakat menjadi bagian penting dalam keberhasilan Program Padang Sibersih.
"Kota Padang harus siap menjadi kota tujuan dan kota gastronomi dunia. Karena itu, persoalan kebersihan tidak boleh lagi dianggap hal biasa. Tahun pertama kita fokus pada sosialisasi, tahun kedua implementasi, dan selanjutnya penegakan aturan akan dilakukan secara lebih tegas," ucapnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Padang Iswanto Kwara menegaskan komitmennya dalam mendukung Program Padang Sibersih.
Ia menjelaskan bahwa bantuan bentor pengangkut sampah yang berasal dari dana pokok-pokok pikirannya telah dialokasikan ke beberapa kelurahan di Kecamatan Padang Barat untuk memperkuat layanan kebersihan.
Menurutnya, fasilitas tersebut merupakan bentuk dukungan nyata agar penanganan sampah di tingkat kelurahan dapat berjalan lebih efektif.
"Kami ingin Kota Padang benar-benar bersih. Namun, cita-cita itu tidak bisa diwujudkan oleh pemerintah saja. Dibutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan," imbuhnya. (*)
















