Sumbardaily.com – Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus mempercepat persiapan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) Terpusat di kawasan Sungkai sebagai bagian dari upaya menyediakan tempat tinggal yang aman dan layak bagi masyarakat terdampak bencana.
Proyek ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memenuhi kebutuhan hunian permanen yang telah ditetapkan pemerintah sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan lembaga kemanusiaan.
Melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Padang, proses persiapan pembangunan terus dimatangkan agar pekerjaan fisik dapat dimulai sesuai jadwal.
Sebanyak 183 unit Hunian Tetap akan dibangun di kawasan Sungkai melalui dukungan langsung dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia.
Kepala Disperkim Padang, Tri Hadiyanto, mengatakan bantuan dari Kementerian PKP tidak hanya mencakup pembangunan rumah, tetapi juga telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang yang dibutuhkan penghuni.
"Untuk pembangunan Huntap di Sungkai kita mendapat bantuan langsung dari Kementerian PKP sebanyak 183 unit. Bantuan ini sudah lengkap dengan fasilitas Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU), seperti jalan lingkungan, drainase, jaringan air minum, hingga jaringan listrik," ujar Tri Hadiyanto, Jumat (31/7/2026).
Menurut Tri, dalam pelaksanaan program tersebut terdapat pembagian tanggung jawab antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Pemko Padang bertanggung jawab menyiapkan lahan melalui proses land clearing sekaligus memastikan ketersediaan sumber air bersih untuk kawasan Huntap Sungkai.
Ia menyebutkan pekerjaan penyiapan lahan terus dipercepat agar seluruh tahapan dapat selesai sesuai target yang telah ditetapkan.
"Kewajiban Pemko Padang adalah melakukan land clearing serta menyediakan sumber airnya. Saat ini proses land clearing di lapangan sedang terus kita pacu dan berjalan lancar," katanya.
Berdasarkan hasil koordinasi terakhir dengan Kementerian PKP, pembangunan fisik rumah dijadwalkan mulai dikerjakan pada awal September 2026. Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai pada akhir tahun sehingga rumah-rumah tersebut dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.
"Sehingga di akhir tahun nanti, sebanyak 183 unit huntap siap huni di Sungkai sudah tersedia untuk masyarakat," jelas Tri.
Lebih lanjut, Tri Hadiyanto menjelaskan pembangunan Huntap di Sungkai merupakan bagian dari pemenuhan total kebutuhan 523 unit Hunian Tetap bagi warga terdampak bencana sebagaimana tercantum dalam SK 119.
Ia menerangkan skema pembangunan dibagi ke dalam dua kawasan. Sebanyak 183 unit dibangun di kawasan Sungkai dengan dukungan dari Kementerian PKP, sedangkan 340 unit lainnya akan dibangun di Balai Gadang.
Untuk pembangunan Huntap di Balai Gadang, fisik bangunan akan didukung oleh Yayasan Buddha Tzu Chi, sementara Pemko Padang tetap bertanggung jawab menyediakan fasilitas Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) sebagai penunjang kawasan permukiman.
"Total kebutuhan huntap kita sesuai SK 119 adalah sebanyak 523 unit. Skemanya dibagi di dua titik kawasan: 183 unit di Sungkai yang didukung Kementerian PKP, dan 340 unit sisanya berlokasi di Balai Gadang. Untuk di Balai Gadang, fisik bangunannya dibantu oleh Yayasan Buddha Tzu Chi, sementara Pemko Padang menyediakan fasilitas PSU-nya," tutup Tri.
Melalui sinergi antara Pemko Padang, pemerintah pusat, dan Yayasan Buddha Tzu Chi, pembangunan Hunian Tetap diharapkan dapat berjalan sesuai jadwal.
Kehadiran ratusan Huntap tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan tempat tinggal yang aman, layak, dan didukung infrastruktur dasar bagi masyarakat terdampak bencana di Kota Padang. (*)
















