UIN Imam Bonjol dan DP3AP2KB Sumbar Dorong Standarisasi Layanan Korban Kekerasan Perempuan dan Anak
Sumbardaily.com, Padang - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sumatera Barat (Sumbar) dalam mendorong standarisasi lembaga layanan bagi korban kekerasan perempuan dan anak.
Upaya ini dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pendampingan Standardisasi Lembaga Penyedia Layanan Bagi Perempuan dan Anak Korban Kekerasan Berbasis Pendekatan ABCD (Asset-Based Community Development)” yang berlangsung di Aula DP3AP2KB Sumbar beberapa waktu lalu.
Kegiatan dibuka oleh Ketua LP2M UIN Imam Bonjol, Wakidul Kohar dan dihadiri Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M, Yurisman bersama unsur pemerintah, lembaga layanan, serta organisasi masyarakat sipil. Kepala DP3AP2KB Sumbar, dr Herlin Sridiani juga turut hadir.
Dalam sambutannya, Wakidul Kohar menegaskan bahwa standardisasi lembaga layanan bukan hanya syarat akreditasi, tetapi juga tanggung jawab moral untuk memastikan kualitas dan akuntabilitas layanan.
“Standardisasi bukan sekadar syarat administratif, melainkan bentuk tanggung jawab moral agar layanan yang diberikan kepada perempuan dan anak korban kekerasan memiliki kualitas, keberlanjutan, dan akuntabilitas yang jelas,” ujarnya.
FGD menghasilkan sejumlah poin penting, seperti pemetaan aset lembaga layanan, penyusunan rencana aksi pembuatan SOP, alur layanan, indikator mutu, serta roadmap menuju akreditasi kelembagaan.
Menurut Kepala DP3AP2KB Sumbar, Herlin Sridiani, langkah ini sejalan dengan program pemerintah daerah dalam memperkuat sistem perlindungan perempuan dan anak.
“Pendekatan ABCD membantu kami memastikan bahwa setiap kebijakan dan layanan benar-benar lahir dari kekuatan lokal, sehingga lebih kontekstual dan berkelanjutan,” kata Herlin.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk menyusun dokumen baku, melakukan uji coba implementasi, dan validasi menuju akreditasi.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Syukri Al Fauzi Harlis Yurnalis menegaskan kesiapan UIN Imam Bonjol menjadi mitra strategis bagi lembaga layanan di daerah.
FGD ini diharapkan menjadi tonggak awal terbentuknya standar layanan yang lebih profesional, humanis, dan akuntabel demi terwujudnya perlindungan perempuan dan anak yang bermartabat di Sumbar. (adl)














