Menuju Kota Kreatif Gastronomi, Padang Andalkan Kawasan Multietnis Bersejarah

Menuju Kota Kreatif Gastronomi, Padang Andalkan Kawasan Multietnis Bersejarah

Kawasan objek wisata Kota Tua Padang (Foto: Instagram Beyubaystory)

Sumbardaily.com, Padang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus mendorong langkah konkret untuk masuk dalam jejaring kota kreatif dunia di bawah naungan Unesco Creative Cities Network (UCCN) kategori Gastronomi. Upaya ini diawali dengan pengembangan kawasan Kota Tua sebagai pusat kreativitas berbasis kuliner dan warisan budaya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yudi Indra Syani, menyebutkan bahwa Kota Tua memiliki potensi besar yang belum tergarap maksimal. Selain menyimpan nilai sejarah dan kekayaan arsitektur kolonial, kawasan ini juga dikenal sebagai ruang hidup berbagai etnis yang telah lama berkontribusi terhadap perkembangan kuliner khas Padang.

"Bukan hanya kulinernya yang beragam, tetapi interaksi antarbudaya yang hidup di Kota Tua membuatnya memiliki nilai lebih sebagai pusat gastronomi kreatif," ujar Yudi, Senin (7/7/2025).

Sebagai langkah strategis awal, Kota Padang menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Indonesia Creative Cities Network (ICCN) yang akan dihadiri oleh sekitar 250 kota anggota. Delegasi dari berbagai daerah direncanakan hadir untuk berbagi pengalaman, strategi, dan model pengembangan kota kreatif.

Yudi berharap Rakornas ini dapat menjadi momentum bagi Kota Padang untuk menyerap berbagai inspirasi dan masukan dari kota-kota lain yang telah lebih dahulu mengembangkan sektor kreatif. "Kami ingin menjadikan Padang bukan hanya dikenal sebagai kota kuliner, tetapi juga sebagai kota kreatif di bidang gastronomi yang diakui secara internasional," ujarnya.

Didampingi ICCN, Menuju Jejaring Kota Kreatif Dunia

Kota Padang saat ini juga tengah mengikuti proses pendampingan dari ICCN untuk menyiapkan dokumen dan data yang dibutuhkan sebagai syarat bergabung ke dalam UCCN. Proses ini mencakup penilaian terhadap ekosistem kuliner, komunitas kreatif, hingga kebijakan kota yang mendukung pengembangan sektor gastronomi.

Menurut Yudi, dengan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, termasuk komunitas dan pelaku usaha, target menjadikan Padang sebagai kota kreatif gastronomi akan lebih mudah tercapai.

Kawasan Kota Tua Dinilai Punya Daya Saing Internasional

Guru Besar Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan Universitas Gadjah Mada (UGM), Wiendu Nuryanti, yang turut memberikan masukan dalam pertemuan tersebut, menyampaikan bahwa Kota Tua Padang memiliki keunikan yang layak dikembangkan secara serius. Kombinasi antara lanskap alam yang kuat, keberagaman budaya, dan cita rasa kuliner yang khas menjadikan kawasan ini kompetitif di level global.

Namun demikian, Wiendu menekankan pentingnya penataan ruang publik yang mendukung kenyamanan warga lokal. Ia menilai, strategi pengembangan kawasan harus mengutamakan kebutuhan masyarakat terlebih dahulu.

"Ketika masyarakatnya merasa nyaman, aman, dan memiliki ruang untuk beraktivitas, maka wisatawan akan datang dengan sendirinya. Inti dari kota kreatif adalah ketika kreativitas dan kenyamanan hidup bisa berjalan berdampingan," jelasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga karakter khas Kota Tua dan keragaman etnis yang menjadi ruh dari kawasan tersebut. Konsep pengembangan harus dirancang untuk mendorong interaksi, menciptakan ruang bermain anak, ruang kuliner terbuka, serta memastikan kawasan tersebut tetap inklusif.

Upaya ini sejalan dengan arah kebijakan Pemko Padang yang ingin menjadikan warisan budaya sebagai basis pengembangan ekonomi kreatif dan memperkuat identitas kota. Kota Tua, yang selama ini dikenal dengan nilai historisnya, kini diharapkan menjadi episentrum ekonomi berbasis budaya dan kuliner.

Dengan kolaborasi lintas sektor dan dukungan komunitas, Kota Padang kini tengah memantapkan langkahnya menuju pengakuan sebagai Kota Kreatif Gastronomi, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di panggung dunia. (red)

Baca Juga

Tarik Wisatawan, Pemko Padang Benahi Kota Tua dan Kawasan Padang Old Town
Tarik Wisatawan, Pemko Padang Benahi Kota Tua dan Kawasan Padang Old Town
Car Free Night Hidupkan Kota Tua Padang, Ini Jadwalnya
Car Free Night Hidupkan Kota Tua Padang, Ini Jadwalnya
Berbarengan dengan Ramadan 1447 Hijriah, Cap Go Meh di Padang Ditiadakan
Berbarengan dengan Ramadan 1447 Hijriah, Cap Go Meh di Padang Ditiadakan
Imlek 2577 Kongzili, Kota Tua Padang Disulap jadi Pusat Wisata dan UMKM
Imlek 2577 Kongzili, Kota Tua Padang Disulap jadi Pusat Wisata dan UMKM
Ikon Sejarah Sejak 1841, Klenteng See Hien Kiong di Padang Bakal Direvitalisasi
Ikon Sejarah Sejak 1841, Klenteng See Hien Kiong di Padang Bakal Direvitalisasi
Fadly Amran Sebut Efisiensi Anggaran Tak Hambat Revitalisasi Kota Padang
Fadly Amran Sebut Efisiensi Anggaran Tak Hambat Revitalisasi Kota Padang