Sumbardaily.com - Di tengah kemeriahan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357, ada ratusan orang yang bekerja ketika sebagian masyarakat menikmati rangkaian kegiatan. Mereka bukan pengisi acara maupun tamu undangan, melainkan petugas kebersihan yang memastikan setiap lokasi kegiatan tetap bersih sepanjang perayaan berlangsung.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang menyiagakan total 438 personel operasional untuk mengawal kebersihan di berbagai rangkaian kegiatan HJK Padang ke-357. Para petugas tersebut ditempatkan di 10 venue utama dan pendukung HJK Padang pada Minggu (9/8/2026).
Penempatan personel dilakukan dengan konsentrasi utama di sejumlah titik yang menjadi lokasi kegiatan, yakni kawasan Batang Arau, Pantai Cimpago dan Kota Tua.
Agar kebersihan tidak hanya terjaga pada jam-jam tertentu, petugas dibagi dalam tiga shift operasional yang berjalan penuh selama 24 jam.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa persoalan kebersihan menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan HJK Padang ke-357 tahun.
Ketika aktivitas masyarakat meningkat dan sampah berpotensi bertambah di sejumlah venue, petugas DLH harus memastikan kondisi kawasan tetap nyaman dan tidak dipenuhi sampah yang terlihat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Fadelan Fitra Masta, mengatakan pihaknya menetapkan target kebersihan yang harus dicapai selama perayaan HJK tahun ini.
"Target utama kami dalam perayaan HJK ke-357 tahun ini adalah Zero Visible Litter. Seluruh kawasan acara harus tetap bersih, nyaman, dan bebas dari sampah yang berserakan," katanya.
Untuk mencapai target tersebut, DLH Kota Padang tidak hanya mengandalkan jumlah personel. Operasional di lapangan juga diperkuat dengan puluhan sarana dan prasarana kebersihan.
Peralatan yang disiapkan mencakup 60 tong sampah terpilah, 60 gerobak, 35 becak motor, 18 unit dump truck, 10 pikap serta enam kendaraan patroli.
Sistem pengangkutan sampah juga telah disiapkan dengan alur yang terukur. Sampah dari masing-masing venue akan dibawa melalui rute TPS Venue menuju TPS Antara dan selanjutnya diangkut ke TPA Air Dingin.
DLH Kota Padang menetapkan target agar seluruh sampah yang terkumpul dapat selesai diangkut maksimal pukul 02.00 WIB setiap harinya. Dengan demikian, kawasan kegiatan diharapkan kembali dalam kondisi bersih setelah aktivitas harian selesai.
Pengawasan pun dilakukan secara intensif. DLH melakukan inspeksi kebersihan sebanyak 12 kali dalam sehari. Hasil pengawasan tersebut kemudian dievaluasi setiap hari pada pukul 22.30 WIB di Posko Utama Batang Arau.
Tidak berhenti pada inspeksi dan evaluasi, DLH juga menetapkan standar respons cepat terhadap laporan mengenai persoalan kebersihan. Setiap keluhan yang masuk dari Posko Pengendali ditargetkan mendapatkan tindak lanjut maksimal dalam waktu lima menit.
Pola kerja tersebut membuat petugas kebersihan menjadi salah satu elemen penting yang bekerja di balik berlangsungnya rangkaian HJK Padang ke-357.
Saat perhatian masyarakat tertuju pada kegiatan dan suasana perayaan, para petugas justru dituntut terus bergerak memastikan sampah tidak menumpuk dan mengganggu kenyamanan di lokasi acara.
Fadelan mengatakan, pembagian kerja dalam tiga shift dilakukan agar kondisi kebersihan dapat dipertahankan secara konsisten sepanjang hari.
"Kami membagi petugas ke dalam tiga shift operasional selama 24 jam penuh agar kondisi kebersihan di setiap venue tetap terjaga secara konsisten dari pagi hingga malam," ucapnya.
Dengan pengerahan 438 personel, dukungan kendaraan dan peralatan kebersihan, pengangkutan hingga TPA Air Dingin, inspeksi 12 kali sehari, evaluasi rutin, serta mekanisme respons maksimal lima menit, DLH Kota Padang berupaya memastikan kemeriahan HJK ke-357 tahun tidak meninggalkan persoalan sampah di ruang-ruang publik. (*)
















