Sumbardaily.com - Pemerintah mengerahkan puluhan pesawat dan puluhan ribu personel gabungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia. Operasi dilakukan melalui jalur darat dan udara untuk memadamkan api, mencegah kebakaran meluas, sekaligus mengurangi dampak asap terhadap masyarakat.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan seluruh kekuatan terus digerakkan dalam penanganan karhutla. Operasi tersebut mencakup pemadaman dari udara hingga pengerahan personel di sejumlah titik kebakaran.
“Dari udara hingga darat, seluruh kekuatan terus bergerak. Semua dilakukan untuk memadamkan api, mengurangi dampak asap, dan yang terpenting, melindungi masyarakat dari ancaman karhutla,” demikian keterangan tertulis Seskab Teddy Indra Wijaya dikutip Rabu (23/09/2026).
Penanganan karhutla menghadapi tantangan berupa luasnya wilayah yang harus dijangkau. Kondisi lahan gambut yang sulit juga menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman kebakaran di berbagai daerah.
Meski menghadapi kondisi tersebut, pemerintah menyatakan upaya penanganan terus dilakukan tanpa henti. Operasi pemadaman tetap berlangsung dengan mengandalkan kekuatan darat dan udara.
“Luasnya wilayah serta kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia. Namun, upaya pemadaman terus dilakukan tanpa henti, baik melalui operasi darat maupun udara,” lanjutnya.
Sejak Agustus, pemerintah telah mengerahkan sebanyak 64 pesawat untuk mendukung operasi pemadaman karhutla. Puluhan pesawat tersebut menjalankan operasi water bombing untuk membantu memadamkan titik-titik kebakaran dari udara.
Dari total 64 pesawat yang dikerahkan, sebanyak 55 merupakan pesawat milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sementara itu, 9 pesawat lainnya berasal dari TNI.
Pengerahan kekuatan tidak hanya dilakukan melalui operasi udara. Sebanyak 54.394 personel gabungan juga dikerahkan untuk menangani karhutla secara langsung di lapangan.
Personel tersebut berasal dari berbagai unsur, yakni TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, relawan, serta masyarakat.
Puluhan ribu personel tersebut bergerak menjangkau lokasi-lokasi kebakaran sekaligus melakukan upaya untuk mencegah api semakin meluas. Operasi darat kemudian berjalan beriringan dengan pemadaman melalui udara.
“Sejak Agustus, 64 pesawat telah dikerahkan untuk melakukan water bombing, didukung 54.394 personel gabungan yang terus bergerak di lapangan, menjangkau titik-titik kebakaran dan mencegah api semakin meluas,” katanya.
Dengan pengerahan kekuatan udara dan darat tersebut, pemerintah terus melakukan penanganan karhutla di berbagai wilayah Indonesia. Pemadaman diarahkan tidak hanya untuk menghentikan api, tetapi juga mengurangi dampak asap serta melindungi masyarakat dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. (*)
















