Sumbardaily.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat (KAI Divre II Sumbar) terus memperkuat upaya membangun budaya keselamatan perjalanan kereta api melalui pendekatan edukasi langsung kepada masyarakat.
Tidak hanya menyasar pengguna jasa transportasi, sosialisasi kali ini juga menyentuh lingkungan sekolah dan rumah ibadah yang berada dekat dengan jalur rel aktif di Kota Padang.
Melalui program bertajuk “Sapa Sekolah dan Masjid/Musala”, KAI Divre II Sumbar menggabungkan edukasi keselamatan perkeretaapian dengan penyaluran bantuan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Kegiatan yang digelar Sabtu (23/5/2026) itu menghadirkan sosialisasi keselamatan perjalanan kereta api sekaligus pemberian perlengkapan olahraga untuk sekolah dan bantuan sarana ibadah bagi masjid serta mushollah di sekitar lintasan rel.
Program tersebut menjadi langkah preventif perusahaan dalam menekan potensi kecelakaan di kawasan jalur kereta api.
KAI menilai keterlibatan masyarakat sekitar rel menjadi faktor penting dalam menciptakan perjalanan kereta api yang aman dan tertib.
Fokus kegiatan tidak hanya bersifat seremonial, melainkan membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap risiko aktivitas di sekitar rel aktif. Terlebih, sebagian lokasi yang menjadi sasaran kegiatan berada sangat dekat dengan lintasan kereta api.
Adapun titik kegiatan meliputi SD IT Arroyan yang berada dalam radius sekitar 700 meter dari KM 1+100 petak jalan Bukit Putus-Pauh Lima di Jalan Bakti Abri, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang.
Selain itu, sosialisasi juga menyasar Mushollah Ramadhan di Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, yang berada sekitar 200 meter dari KM 12+700 petak jalan Pauh Lima-Indarung.
Kegiatan serupa juga dilaksanakan di Musala Al Janah di kawasan perumahan Buana Lik Gadut, Lubuk Kilangan, yang berjarak sekitar 50 meter dari KM 13+300 petak jalan Pauh Lima-Indarung.
Kemudian Masjid Darul Islah di Jalan Limau Manis, Kecamatan Pauh, yang berada sekitar 30 meter dari KM 10+600.
Selanjutnya Musala Jabal Rahmah di Koto Luar, Kecamatan Pauh, yang juga hanya berjarak sekitar 30 meter dari KM 9+100 petak jalan Pauh Lima-Indarung.
Kedekatan rumah ibadah dan sekolah dengan jalur rel aktif menjadi alasan penting KAI Divre II Sumbar menggencarkan sosialisasi keselamatan perjalanan kereta api.
Aktivitas masyarakat yang berlangsung setiap hari di kawasan tersebut dinilai membutuhkan pemahaman yang kuat terkait keselamatan perkeretaapian.
Kegiatan itu dihadiri langsung oleh Manager Pengamanan KAI Divre II Sumbar, Kolonel Marinir Ernst Rikumahu beserta jajaran dan Babin Pembina Polsuska, Aiptu Robi Kentoro.
Kehadiran tim KAI mendapat sambutan hangat dari masyarakat, pengurus rumah ibadah, tenaga pendidik, hingga ratusan siswa yang mengikuti sosialisasi dengan antusias.
Dalam pemaparannya, Karu Polsuska Divre II Sumbar, Jeni Ramadhan menegaskan bahwa keselamatan perjalanan kereta api bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas perkeretaapian semata. Menurutnya, budaya keselamatan harus dibangun bersama seluruh elemen masyarakat.
“Menjaga keselamatan perjalanan kereta api bukan hanya tugas petugas perkeretaapian, tetapi juga membutuhkan kepedulian dan kedisiplinan masyarakat. Edukasi sejak dini menjadi langkah penting agar budaya selamat dapat tumbuh dan tertanam kuat di lingkungan sekitar jalur KA,” katanya.
Sosialisasi yang diberikan kepada para siswa dilakukan secara interaktif agar lebih mudah dipahami. Dalam sesi edukasi tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai berbagai aktivitas berbahaya yang dilarang dilakukan di area rel kereta api.
Para siswa diingatkan agar tidak bermain di sekitar rel, tidak melempar benda ke arah kereta api, tidak menaruh benda di atas rel, hingga tidak melintas sembarangan pada jalur yang bukan peruntukannya.
Seluruh tindakan tersebut dinilai memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan masyarakat maupun operasional perjalanan kereta api.
Selain itu, KAI Divre II Sumbar juga mengingatkan pentingnya disiplin saat melintasi perlintasan sebidang. Peserta diminta memahami prosedur dasar keselamatan dengan berhenti sejenak, menoleh ke kanan dan kiri, memastikan kondisi aman, lalu melintas secara hati-hati.
Dalam sosialisasi tersebut juga ditekankan bahwa palang pintu perlintasan hanyalah alat bantu keselamatan. Karena itu, kewaspadaan pengguna jalan tetap menjadi faktor utama dalam mencegah terjadinya kecelakaan di perlintasan kereta api.
Kepala Sekolah SD IT Arroyan, Amdrean Ruseffendi mengapresiasi langkah KAI Divre II Sumbar yang memberikan edukasi langsung kepada para siswa mengenai keselamatan di sekitar jalur kereta api.
“Kami berharap edukasi ini tidak hanya menjadi pengetahuan semata, tetapi dapat membentuk perilaku disiplin dan budaya keselamatan di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Hal senada juga disampaikan Pengurus Musala Al Jannah, Rohadi. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang tinggal di sekitar rel kereta api, terutama dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko perjalanan kereta api.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Dalam sesi tanya jawab, para siswa tampak aktif menjawab berbagai pertanyaan terkait keselamatan perjalanan kereta api.
Sebagai bentuk apresiasi, KAI Divre II Sumbar turut memberikan hadiah kepada siswa yang aktif selama sosialisasi berlangsung.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menegaskan bahwa program “Sapa Sekolah dan Masjid/Musala” merupakan investasi jangka panjang perusahaan dalam membangun budaya keselamatan, khususnya di lingkungan masyarakat yang berada dekat jalur rel.
“Keselamatan perjalanan kereta api adalah tanggung jawab bersama. Melalui sosialisasi ini, kami ingin membekali para siswa dan masyarakat agar tidak hanya mampu menjaga keselamatan diri sendiri, tetapi juga menjadi agen edukasi di lingkungan sekitarnya mengenai pentingnya keselamatan di jalur kereta api,” ucapnya.
Melalui pendekatan edukasi langsung ke sekolah dan rumah ibadah, KAI Divre II Sumbar berharap pesan keselamatan dapat lebih mudah diterima masyarakat. Strategi tersebut dinilai efektif karena menyentuh lingkungan yang menjadi pusat aktivitas warga sehari-hari.
KAI Divre II Sumbar juga berharap sinergi antara operator transportasi, institusi pendidikan, tokoh masyarakat, serta warga sekitar jalur rel dapat terus diperkuat.
Kolaborasi tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan perkeretaapian yang aman, tertib, dan selamat.
Upaya membangun kesadaran keselamatan perjalanan kereta api itu sekaligus menjadi langkah penting dalam mendukung kelancaran transportasi massal di Sumbar, sekaligus melindungi masyarakat yang beraktivitas di sekitar jalur rel aktif. (*)
















