KAI Divre II Sumbar Perkuat Transportasi Publik Inklusif, Pelanggan Berkebutuhan Khusus jadi Prioritas

Penumpang menaiki kereta api lokal milik KAI Divre II Sumbar di stasiun keberangkatan saat periode libur panjang Mei 2026.

Suasana penumpang menggunakan layanan kereta api lokal KAI Divre II Sumbar pada masa libur panjang Kenaikan Yesus Kristus dari tanggal 14 hingga 17 Mei 2026. KAI menyediakan 28.432 tempat duduk untuk mendukung mobilitas masyarakat di Sumatera Barat. (Dok. KAI Divre II Sumbar)

Sumbardaily.com - Mewujudkan transportasi publik yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat bukan lagi sekadar slogan bagi PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat (KAI Divre II Sumbar).

Berbagai langkah terus dilakukan agar setiap pelanggan, termasuk perempuan, anak-anak, keluarga, lansia, hingga penyandang disabilitas atau pelanggan berkebutuhan khusus, memperoleh pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, serta mendapatkan pelayanan yang setara sejak memasuki stasiun hingga tiba di tujuan.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya KAI Divre II Sumbar dalam menghadirkan layanan yang tidak hanya mengedepankan keselamatan operasional, tetapi juga membangun ekosistem transportasi publik yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan, transportasi publik yang berkualitas harus mampu melayani seluruh kelompok masyarakat tanpa adanya pengecualian.

Karena itu, KAI terus melakukan berbagai pengembangan layanan agar lingkungan perjalanan menjadi lebih ramah serta berorientasi pada kebutuhan pelanggan.

“Transportasi publik harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi semua. KAI Divre II Sumbar berkomitmen menghadirkan layanan yang responsif terhadap kebutuhan perempuan, anak, keluarga, maupun pelanggan berkebutuhan khusus melalui penyediaan fasilitas, kesiapan petugas, pemanfaatan sistem digital, serta edukasi kepada masyarakat,” katanya, Selasa (14/7/2026).

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyediaan beragam fasilitas penunjang. Untuk pelanggan perempuan, KAI Divre II Sumbar menyediakan ruang laktasi serta toilet yang dipisahkan antara laki-laki dan perempuan di stasiun.

Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kenyamanan selama berada di lingkungan stasiun maupun ketika akan melakukan perjalanan menggunakan kereta api.

Sementara itu, perhatian terhadap pelanggan yang bepergian bersama anak juga diwujudkan melalui penyediaan area bermain atau playground di sejumlah stasiun.

Area tersebut menjadi ruang yang aman bagi anak-anak untuk beraktivitas selama menunggu jadwal keberangkatan kereta sehingga waktu tunggu menjadi lebih menyenangkan.

Tidak hanya menghadirkan fasilitas fisik, KAI Divre II Sumbar juga memperluas edukasi penggunaan transportasi publik melalui layanan perjalanan rombongan edukasi.

Program ini memberikan kesempatan kepada sekolah maupun lembaga pendidikan untuk mengenalkan moda transportasi massal kepada peserta didik melalui pengalaman belajar secara langsung.

Layanan tersebut dapat dimanfaatkan oleh rombongan dengan jumlah minimal 20 peserta. Permohonan perjalanan diajukan paling cepat 14 hari dan paling lambat delapan hari sebelum keberangkatan.

Setiap pengajuan wajib melampirkan data rombongan, daftar peserta, jadwal perjalanan, serta memenuhi ketentuan administrasi yang telah ditetapkan.

Melalui program tersebut, KAI berharap pembelajaran di luar kelas dapat berjalan beriringan dengan upaya membangun budaya menggunakan transportasi publik yang aman, tertib, dan berkelanjutan sejak usia dini.

Fokus terhadap kebutuhan pelanggan juga terlihat dari berbagai fasilitas yang disiapkan khusus bagi pelanggan berkebutuhan khusus.

Di sejumlah stasiun, KAI Divre II Sumbar menyediakan kursi roda, kursi prioritas di ruang tunggu, toilet khusus disabilitas, guiding block, jalur prioritas, hingga petugas yang siap memberikan pendampingan sesuai kebutuhan pelanggan.

Menurut Reza, keberadaan fasilitas yang lengkap tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak diimbangi dengan kualitas pelayanan dari petugas.

"Oleh sebab itu, peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) terus dilakukan agar seluruh petugas mampu memberikan pelayanan yang profesional, ramah, dan sigap, terutama kepada kelompok prioritas," kata Reza.

Selain meningkatkan kualitas pelayanan secara langsung, KAI Divre II Sumbar juga terus mengembangkan sistem layanan digital. Pengembangan tersebut bertujuan memudahkan pelanggan memperoleh informasi perjalanan, melakukan pemesanan tiket, hingga mendapatkan bantuan layanan secara cepat dan praktis.

Seluruh langkah tersebut menjadi bagian dari pembangunan sistem transportasi publik yang modern sekaligus mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

“Kami percaya bahwa rasa aman bukan hanya dibangun melalui infrastruktur, tetapi juga melalui budaya pelayanan yang menghormati setiap pelanggan. Karena itu, kami terus memperkuat sinergi antara fasilitas, petugas, teknologi digital, dan edukasi publik agar masyarakat semakin percaya dan nyaman menggunakan transportasi kereta api,” ucapnya.

KAI Divre II Sumbar juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan menjaga kenyamanan selama berada di area stasiun maupun di dalam rangkaian kereta api.

Sikap saling menghormati, menjaga ketertiban, serta menciptakan lingkungan yang aman dinilai menjadi bagian penting dalam mewujudkan ruang publik yang benar-benar inklusif.

Dengan berbagai inovasi layanan yang terus dikembangkan, KAI Divre II Sumbar berharap kereta api tidak hanya menjadi moda transportasi yang andal, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman perjalanan yang memberikan rasa aman, nyaman, serta dapat dinikmati oleh seluruh anggota keluarga tanpa terkecuali.

“Melalui berbagai inovasi layanan tersebut, kami berharap kereta api tidak hanya menjadi moda transportasi yang andal, tetapi juga menjadi pilihan utama masyarakat yang menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, inklusif, dan berkesan bagi seluruh keluarga," pungkasnya. (*)

Baca Juga

KA Pariaman Ekspres dipadati penumpang yang melakukan perjalanan menuju Kota Pariaman untuk menghadiri rangkaian Festival Tabuik.
205 Ribu Penumpang Padati Kereta Api Saat Libur Sekolah 2026 di Sumbar
Kereta Api di Sumbar Resmi Beralih ke Bio Diesel B50, Ini Dampaknya bagi Layanan Penumpang
Kereta Api di Sumbar Resmi Beralih ke Bio Diesel B50, Ini Dampaknya bagi Layanan Penumpang
Petugas KAI Divre II Sumbar menunjukkan barang-barang tertinggal milik penumpang yang diamankan melalui layanan Lost and Found di stasiun.
Barang Tertinggal di Kereta Api Sumbar Bernilai Puluhan Juta Berhasil Kembali ke Pemilik
KA Pariaman Ekspres dipadati penumpang yang melakukan perjalanan menuju Kota Pariaman untuk menghadiri rangkaian Festival Tabuik.
Jelang Akhir Libur Sekolah, KAI Divre II Sumbar Masih Siapkan 18.122 Tiket Kereta Lokal
Kepala KAI Divre II Sumbar bersama jajaran manajemen, Tim Safety Committee Divre II Sumbar, dan Tim Keselamatan Kantor Pusat KAI mengikuti Rapat Safety Committee Perdana Juli 2026 di Ruang Rapat Buya Hamka sebagai upaya memperkuat budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
Upaya KAI Divre II Sumbar Kejar Nol Kejadian dan Insiden
Kereta Api Pariaman Ekspres dipadati penumpang yang melakukan perjalanan menuju Kota Pariaman untuk menghadiri puncak Festival Tabuik.
Libur Sekolah 2026, KAI Sumbar Catat Rekor Penjualan Tiket hingga 10.283 Penumpang Sehari