Jangan Abaikan Rambu! KAI Divre II Sumbar Ingatkan Risiko Fatal di Perlintasan Kereta Api

Jangan Abaikan Rambu! KAI Divre II Sumbar Ingatkan Risiko Fatal di Perlintasan Kereta Api

Sosialisasi perlintasan sebidang kepada pengendara lalu lintas. KAI mengingatkan pengendara agar paham aturan atau rambu-rambu ketika melewati perlintasan sebidang. (Dok. KAI Divre II Sumbar)

Sumbardaily.com, Padang - Menjelang Masa Angkutan Lebaran 2026, potensi meningkatnya mobilitas masyarakat menjadi perhatian serius bagi PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat (KAI Divre II Sumbar).

Salah satu titik yang menjadi fokus pengawasan adalah perlintasan sebidang, yang kerap menjadi lokasi rawan kecelakaan kereta api apabila pengguna jalan tidak disiplin mematuhi rambu keselamatan.

Untuk mengantisipasi potensi tersebut, KAI Divre II Sumbar terus mengintensifkan kegiatan sosialisasi keselamatan kepada masyarakat.

Edukasi ini dilakukan secara langsung di sejumlah titik perlintasan sebidang yang berada di wilayah operasional kereta api di Sumbar.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi telah dilakukan di beberapa lokasi strategis yang memiliki aktivitas lalu lintas cukup tinggi.

Sebelumnya, edukasi keselamatan telah dilaksanakan di empat titik perlintasan sebidang, yaitu di Km 11+500 petak jalan Padang-Tabing, serta di Km 42+8/9, KM 43+800, dan KM 45+5/6 pada petak jalan Lubuk Alung-Kayu Tanam.

Upaya tersebut kembali dilanjutkan pada Senin (16/3/2026) dengan menggelar kegiatan sosialisasi di perlintasan sebidang Km 1+3/4 petak jalan Padang-Pulau Aie.

"Titik yang dipilih berada di kawasan perlintasan Tarandam, salah satu jalur yang cukup ramai dilalui kendaraan di Kota Padang," katanya.

Dalam kegiatan tersebut, KAI Divre II Sumbar menggandeng komunitas pecinta kereta api Sumatrain serta komunitas Transport for Padang untuk bersama-sama menyampaikan pesan keselamatan kepada masyarakat. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan edukasi kepada pengguna jalan.

Sosialisasi dilakukan secara langsung kepada para pengendara yang melintas di perlintasan sebidang. Petugas dan relawan menyampaikan imbauan menggunakan pengeras suara, memasang spanduk bertema keselamatan, serta membagikan stiker kepada pengguna jalan.

Stiker tersebut berisi pesan keselamatan yang mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati saat melintasi rel kereta api. Pesan yang disampaikan berbunyi, “Berhenti Sejenak, Tengok Kanan Kiri, Pastikan Kondisi Aman, Lanjutkan Perjalanan”.

Melalui pendekatan ini, KAI berharap masyarakat semakin memahami pentingnya mendahulukan perjalanan kereta api ketika berada di perlintasan sebidang. Kesadaran tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam mencegah kecelakaan kereta api yang dapat terjadi akibat kelalaian pengguna jalan.

Selain sosialisasi keselamatan, kegiatan tersebut juga disertai aksi sosial dalam rangka menyambut bulan Ramadan. Dalam kesempatan itu, KAI Divre II Sumbar membagikan takjil untuk berbuka puasa kepada para pengguna jalan yang melintas di lokasi kegiatan.

Suvenir juga diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang mengikuti imbauan keselamatan.

Reza mengungkapkan bahwa hingga Maret 2026, KAI Divre II Sumbar telah melaksanakan lima kegiatan sosialisasi keselamatan.

Kegiatan tersebut tidak hanya dilakukan di perlintasan sebidang, tetapi juga menyasar lingkungan sekolah yang berada di sekitar jalur operasional kereta api.

“Upaya pencegahan kecelakaan di perlintasan sebidang terus kami perkuat. Palang pintu hanyalah salah satu perangkat pendukung keselamatan, sebagaimana rambu berhenti, imbauan tengok kanan dan kiri, papan peringatan untuk mendahulukan kereta api, semboyan 40 atau klakson masinis, serta berbagai rambu keselamatan lainnya. Namun, seluruh perangkat tersebut akan lebih efektif apabila didukung oleh kedisiplinan pengguna jalan,” ujar Reza.

Menurutnya, keselamatan di perlintasan sebidang bukan hanya tanggung jawab pihak KAI semata. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar berbagai perangkat keselamatan yang telah dipasang dapat berfungsi secara optimal.

Reza menegaskan bahwa pelanggaran di perlintasan sebidang dapat menimbulkan risiko serius, tidak hanya bagi pengguna jalan, tetapi juga bagi awak kereta api yang sedang menjalankan tugas operasional.

"Perlintasan sebidang merupakan titik pertemuan antara jalur kereta api dengan jalan raya yang muncul seiring meningkatnya mobilitas masyarakat serta jumlah kendaraan. Kondisi tersebut menuntut kepatuhan tinggi dari para pengguna jalan terhadap rambu lalu lintas yang telah tersedia," ucapnya.

Selain mendahulukan perjalanan kereta api, pengendara juga diwajibkan mematuhi aturan keselamatan lainnya, seperti mengenakan helm bagi pengguna sepeda motor serta memperhatikan rambu-rambu yang terpasang di sekitar perlintasan.

Pelanggaran terhadap aturan di perlintasan sebidang juga memiliki konsekuensi hukum. Hal ini telah diatur dalam Undang-undang (UU) nomor 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian serta UU nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Kunci utama keselamatan adalah disiplin dan kesadaran bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk selalu berhenti sejenak, melihat ke kiri dan kanan, serta memastikan kondisi benar-benar aman sebelum melintasi jalur kereta api,” tuturnya.

Ke depan, KAI Divre II Sumbar menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api maupun keselamatan pengguna jalan.

Langkah tersebut dilakukan melalui edukasi berkelanjutan serta penguatan sinergi dengan pemerintah daerah, Balai Teknik Perkeretaapian (BTP), serta berbagai pemangku kepentingan terkait.

Selain itu, KAI juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keselamatan perkeretaapian.

Apabila masyarakat menemukan potensi bahaya atau aktivitas mencurigakan di sekitar jalur kereta api, laporan dapat disampaikan melalui stasiun terdekat atau Contact Center KAI 121, WhatsApp 08111-2111-121, email [email protected], maupun media sosial KAI121. (red)

Baca Juga

Usai Kecelakaan Tragis, KAI Divre II Sumbar Gencar Tutup Perlintasan Liar
Usai Kecelakaan Tragis, KAI Divre II Sumbar Gencar Tutup Perlintasan Liar
Jangan Abaikan! KAI Divre II Sumbar Ingatkan Risiko Fatal di Perlintasan Sebidang
Jangan Abaikan! KAI Divre II Sumbar Ingatkan Risiko Fatal di Perlintasan Sebidang
KA Lembah Anai Diserbu Penumpang, Okupansi Tembus 120 Persen Saat Libur Paskah
KA Lembah Anai Diserbu Penumpang, Okupansi Tembus 120 Persen Saat Libur Paskah
Long Weekend Paskah, KAI Divre II Sumbar Operasikan 3 KA Andalan dengan Ribuan Kursi
Long Weekend Paskah, KAI Divre II Sumbar Operasikan 3 KA Andalan dengan Ribuan Kursi
Tanpa Telat! Kereta Api Lokal Sumbar 100 Persen Tepat Waktu Selama Idul Fitri 1447 Hijriah
Tanpa Telat! Kereta Api Lokal Sumbar 100 Persen Tepat Waktu Selama Idul Fitri 1447 Hijriah
Stasiun Padang jadi Favorit Nasional Kedua Saat Angkutan Lebaran 2026, Kalahkan Banyak Kota Besar
Stasiun Padang jadi Favorit Nasional Kedua Saat Angkutan Lebaran 2026, Kalahkan Banyak Kota Besar