Dukung Ekonomi Lokal, Hutama Karya Latih UMKM Sumbar Jadi Pemasok Ekosistem Tol

Dukung Ekonomi Lokal, Hutama Karya Latih UMKM Sumbar Jadi Pemasok Ekosistem Tol

Hutama Karya dan Rumah BUMN Padang melatih 50 UMKM Sumbar agar siap masuk ekosistem Tol Padang–Sicincin melalui penguatan keuangan dan pemasaran digital. (Foto: Hutama Karya)

Sumbardaily.com, Padang – Upaya memperkuat posisi pelaku usaha mikro dan kecil dalam rantai ekonomi di Sumatera Barat (Sumbar) kembali ditegaskan PT Hutama Karya (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Perusahaan menggelar pertemuan keempat rangkaian pelatihan UMKM binaan di Rumah BUMN Padang, 20–21 November 2025, yang menjadi bagian dari agenda pembinaan lima bulan bertahap.

Program ini menargetkan UMK di Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman agar siap memasuki ekosistem usaha di sekitar Jalan Tol Padang–Sicincin, sekaligus meningkatkan kapasitas usaha agar mampu bersaing secara lebih kuat.

Sebanyak 50 pelaku UMK menjadi peserta dalam kegiatan ini. Selama dua hari, mereka mengikuti pembekalan bertema “Pencatatan Keuangan UMKM dan Pembayaran Digital”, materi yang dipilih untuk menguatkan pondasi pengelolaan usaha.

Penekanan utamanya adalah pemisahan keuangan pribadi dan usaha, penyusunan laporan sederhana yang mudah diterapkan, serta pemahaman terhadap berbagai opsi pembayaran digital yang kini menjadi standar transaksi di banyak sektor.

Tema ini menjadi kelanjutan dari tiga pertemuan sebelumnya yang telah mengulas dasar pemasaran digital, perbaikan desain kemasan, teknik pengambilan foto produk, hingga pemanfaatan marketplace dan digital advertising.

Seluruh sesi pelatihan disusun dalam format kelas, workshop interaktif, dan klinik bisnis. Hutama Karya menggandeng Rumah BUMN Padang serta menghadirkan praktisi, akademisi, dan pelaku UMKM percontohan sebagai narasumber.

Peserta dibagi dalam dua kelompok besar, masing-masing untuk UMKM binaan Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman, sehingga materi dapat diarahkan lebih spesifik sesuai kebutuhan lokal dan karakteristik usaha di dua wilayah tersebut.

Pendekatan tematik ini disusun agar para pelaku usaha tidak hanya memahami teori, tetapi langsung mempraktikkan teknik barunya di lokasi pelatihan.

Melalui penguatan materi keuangan dan digital, peserta didorong untuk lebih disiplin mencatat pemasukan, mengelola modal, serta menyiapkan skema pembayaran non-tunai yang lebih nyaman untuk pelanggan.

Sementara itu, kemampuan mereka dalam pemasaran digital, mulai dari membuat konten, memaksimalkan media sosial, hingga memanfaatkan teknologi AI untuk keperluan desain dan foto produk, diharapkan mampu meningkatkan daya saing.

Dengan demikian, UMKM binaan memiliki peluang lebih besar untuk masuk sebagai tenant maupun pemasok pendukung di rest area Tol Padang–Sicincin.

Dalam konteks program ini, Hutama Karya menekankan pentingnya ekosistem rantai pasok. Rantai pasok yang dimaksud mencakup keterlibatan UMKM lokal sebagai penyedia produk dan jasa yang dibutuhkan pengguna jalan tol, baik makanan dan minuman, kerajinan, maupun kebutuhan harian.

Perusahaan melihat kehadiran UMKM lokal sebagai kekuatan utama dalam membangun ekonomi koridor tol, sehingga pelatihan diarahkan untuk memperkuat kualitas produk, tata kelola, dan kemampuan pemasaran.

Instrumen keberhasilan program salah satunya diukur dari target peningkatan omzet. Hutama Karya menetapkan indikator bahwa peserta pelatihan memiliki potensi meningkatkan omzet hingga 50 persen dalam jangka menengah, sepanjang mereka konsisten menerapkan teknik yang telah dipelajari.

Capaian tersebut sangat bergantung pada kemampuan adaptasi pelaku usaha serta dukungan ekosistem usaha di lapangan.

Kepala Unit TJSL Hutama Karya, Agus Kosasih, menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang sebagai perjalanan pengetahuan berkelanjutan selama lima bulan. Menurutnya, UMKM perlu diperkuat dari dasar, terutama dalam pencatatan keuangan dan penguasaan kanal pembayaran digital yang semakin banyak digunakan di dunia usaha.

“Pelatihan ini kami rancang sebagai perjalanan pembelajaran selama lima bulan agar UMKM binaan memiliki kemampuan yang lebih utuh, mulai dari pembenahan pencatatan keuangan hingga pemanfaatan pembayaran digital dan kanal pemasaran online,” ujar Agus dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (23/11/2025).

Ia menegaskan bahwa kombinasi materi yang kuat di bidang pemasaran dan keuangan akan menjadi landasan bagi UMKM untuk memperluas pasar, meningkatkan omzet, dan menyiapkan diri pada peluang usaha di sekitar ruas tol.

Infrastruktur yang dibangun, lanjutnya, tidak hanya bertujuan meningkatkan konektivitas, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru yang dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar.

Sejumlah peserta merasakan manfaat langsung dari program. Salah satu di antaranya adalah Sherly Permata Sari (46), pemilik usaha kerajinan TAKINI asal Kota Padang. Ia menuturkan bahwa pelatihan membantu dirinya memahami urgensi membenahi pondasi usaha, termasuk memperjelas informasi produk dan memisahkan pencatatan keuangan pribadi serta usaha.

Selain itu, ia merasa penggunaan teknologi AI pada foto produk memberikan solusi baru untuk menghasilkan konten berkualitas tanpa menambah biaya promosi secara signifikan.

Pelatihan ini diikuti pula oleh berbagai UMKM dengan jenis usaha beragam, antara lain Kopi Kapal Haji milik Reski Gusti Randra, Ramuang Jaya milik Ratna Yulis, Rusky Handicraft Art milik Yusniar, serta Karupuak Sala Bajaso milik Siska Damayanti.

Secara keseluruhan, lebih dari 30 UMKM yang bergerak di sektor kuliner, kerajinan, hingga produk lokal lainnya terlibat dalam program. Keberagaman sektor menunjukkan besarnya potensi rantai pasok lokal yang dapat berperan dalam mendukung aktivitas di sekitar Tol Padang–Sicincin.

Pengamatan penyelenggara menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam memproduksi foto produk yang lebih modern, tingginya minat dalam memperbarui desain kemasan, serta penggunaan aplikasi digital untuk pencatatan dan transaksi.

Perubahan ini dianggap sebagai indikator bahwa proses pembinaan berjalan ke arah positif dan menandai kesiapan awal peserta menuju usaha yang lebih terstruktur dan kompetitif.

Untuk memperkuat dampak, Hutama Karya akan memprioritaskan UMK binaan yang berada di Ring 1 aktivitas operasional Tol Padang–Sicincin sebagai penerima pendampingan lanjutan. Seusai pelatihan, perusahaan akan melakukan evaluasi mendalam terhadap kapasitas setiap UMK, termasuk kekuatan produk, tantangan pemasaran, serta kebutuhan pengembangan yang lebih spesifik.

Hasil evaluasi akan menjadi dasar penyusunan program pembinaan lanjutan dalam bentuk coaching clinic, sesi konsultasi berkala, kunjungan lapangan, serta dukungan peningkatan pencatatan keuangan dan pemasaran digital.

Perusahaan juga membuka peluang bagi UMKM binaan untuk mengikuti proses kurasi produk, mengikuti pameran bersama mitra, hingga seleksi calon tenant rest area di bawah naungan Hutama Karya.

Dengan dukungan yang komprehensif, UMKM diharapkan tidak hanya berkembang dari sisi kapasitas, tetapi juga memiliki peluang pasar yang lebih luas dan berkelanjutan.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyampaikan bahwa program pelatihan UMKM menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memastikan bahwa keberadaan infrastruktur jalan tol dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitarnya.

Menurutnya, kehadiran UMKM yang tangguh akan memperkuat ekosistem ekonomi lokal serta memberikan nilai tambah dari pembangunan infrastruktur yang dilakukan perusahaan.

“Pelatihan UMKM di Sumatra Barat merupakan bagian penting dari komitmen Hutama Karya untuk memastikan infrastruktur yang dibangun menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Program pemberdayaan UMKM ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan Hutama Karya terhadap target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDGs 8 terkait Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

Selain itu, program juga sejalan dengan Asta Cita poin 3 mengenai pengembangan UMKM dan penciptaan lapangan kerja berkualitas. Dengan pendampingan yang konsisten, perusahaan berharap dapat berkontribusi memperkuat ekosistem ekonomi di koridor infrastruktur yang dikelolanya serta mendukung percepatan visi Indonesia Emas 2045. (*)

Baca Juga

Percepatan Tol Sicincin–Bukittinggi Masuk Tahap Penting, Ini Hasil Kesepakatannya
Percepatan Tol Sicincin–Bukittinggi Masuk Tahap Penting, Ini Hasil Kesepakatannya
Sumbar Targetkan 695 Huntap Mandiri, Padang Pariaman Jadi Daerah Terbanyak
Sumbar Targetkan 695 Huntap Mandiri, Padang Pariaman Jadi Daerah Terbanyak
Rehabilitasi Jembatan Jeruai Padang Capai 66 Persen, BPJN Sumbar Kebut Pengecoran Lantai
Rehabilitasi Jembatan Jeruai Padang Capai 66 Persen, BPJN Sumbar Kebut Pengecoran Lantai
Pascainsiden Bom Rakitan, Kemenag Sumbar Pastikan MAN 3 Padang Tetap Jadi Ruang Belajar Aman
Pascainsiden Bom Rakitan, Kemenag Sumbar Pastikan MAN 3 Padang Tetap Jadi Ruang Belajar Aman
Polisi Ungkap Fakta Ledakan Bom Rakitan di MAN 3 Padang, Pelaku Diduga Korban Bullying
Polisi Ungkap Fakta Ledakan Bom Rakitan di MAN 3 Padang, Pelaku Diduga Korban Bullying
BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar pada 14-17 Juli 2026
BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar pada 14-17 Juli 2026