Sumbardaily.com, Padang – Laga Semen Padang FC vs Persis Solo dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Minggu (11/1/2026), menyajikan drama panjang yang berujung pahit bagi tuan rumah. Kabau Sirah harus mengakui keunggulan Persis Solo dengan skor tipis 2-3 setelah pertandingan berjalan intens hingga menit-menit akhir.
Pertandingan ini menjadi sorotan karena Semen Padang FC sejatinya memiliki sejumlah peluang krusial untuk mengamankan poin. Sejak awal laga, tuan rumah tampil agresif dan langsung menekan pertahanan Persis Solo. Peluang emas pertama datang pada menit ke-15 ketika wasit menunjuk titik putih. Namun, eksekusi penalti Cornelius Stewart gagal dimanfaatkan setelah bola tidak bersarang di gawang tim tamu.
Tekanan Semen Padang FC terus berlanjut. Dukungan publik Stadion Haji Agus Salim kembali bergemuruh ketika Kabau Sirah memperoleh penalti kedua pada menit ke-36. Kali ini, Irsyad Maulana maju sebagai algojo, tetapi hasilnya tetap sama. Kesempatan emas tersebut kembali terbuang dan membuat keunggulan yang diharapkan tak kunjung datang.
Meski dua penalti gagal, Semen Padang FC akhirnya mampu memecah kebuntuan lebih dulu. Pada menit ke-35, Irsyad Maulana menebus kegagalannya dengan mencetak gol dari situasi terbuka yang membawa tuan rumah unggul 1-0. Gol tersebut sempat meningkatkan kepercayaan diri pemain Kabau Sirah dalam mengontrol jalannya pertandingan.
Namun, Persis Solo menunjukkan respons cepat dan efektif. Menjelang akhir babak pertama, tepatnya pada menit ke-45+3, Zanadin Fariz berhasil menyamakan kedudukan setelah menerima umpan dari Gervane Kastaneer. Gol tersebut membuat skor imbang 1-1 hingga turun minum dan mengubah momentum pertandingan.
Memasuki babak kedua, Persis Solo tampil lebih klinis. Hanya lima menit setelah kick-off, Kazuma Tanaka membawa tim tamu berbalik unggul pada menit ke-50. Penyerang Persis itu sukses menuntaskan peluang setelah menerima assist dari Cleyton, membuat skor berubah menjadi 2-1 untuk keunggulan tim tamu.
Semen Padang FC berusaha mengejar ketertinggalan dengan melakukan sejumlah pergantian pemain. Z. Afandi, Samuel Christianson, dan R. Wahyudi dimasukkan untuk menambah intensitas serangan dan menjaga keseimbangan permainan. Upaya tersebut membuat tekanan tuan rumah kembali meningkat, meski belum mampu menghasilkan gol penyeimbang.
Alih-alih menyamakan skor, gawang Semen Padang FC justru kembali kebobolan pada masa injury time. Pada menit ke-90+1, Irfan Jauhari mencetak gol ketiga Persis Solo setelah memaksimalkan umpan dari Arkhan Kaka, membawa tim tamu unggul 3-1 dan semakin dekat dengan kemenangan.
Semen Padang FC tidak menyerah hingga akhir laga. Pada menit ke-90+6, Ricki Ariansyah berhasil memperkecil ketertinggalan setelah menerima assist dari Pedro Matos, mengubah skor menjadi 2-3. Namun, gol tersebut datang terlambat. Hingga peluit panjang dibunyikan pada menit ke-90+10, skor tidak berubah dan Persis Solo memastikan tiga poin dari Padang.
Kekalahan ini menjadi catatan penting bagi Semen Padang FC, terutama terkait efektivitas penyelesaian akhir. Dua kegagalan penalti terbukti menjadi faktor krusial yang memengaruhi hasil akhir pertandingan. Sementara itu, Persis Solo menunjukkan mental kuat dan efisiensi tinggi dalam memanfaatkan peluang untuk membawa pulang kemenangan dari Stadion Haji Agus Salim. (pooke)
















