Sumbardaily.com – Manajemen Semen Padang FC akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait pembatalan perekrutan pemain asing asal Nigeria, Paul Komolafe.
Klarifikasi tersebut disampaikan untuk meluruskan berbagai informasi yang berkembang di tengah publik sekaligus memberikan gambaran utuh mengenai proses yang terjadi sebelum klub memutuskan membatalkan transfer pemain tersebut.
Dalam pernyataan resminya, Semen Padang FC menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk komitmen klub terhadap prinsip transparansi dan pemenuhan hak masyarakat, khususnya para pendukung Kabau Sirah dan pencinta sepak bola nasional, agar memperoleh informasi berdasarkan fakta serta data yang sebenarnya.
Manajemen kemudian memaparkan kronologi operasional dan administratif yang menjadi dasar pengambilan keputusan.
Pada tahap awal, Semen Padang FC dan Paul Komolafe telah mencapai komitmen awal melalui penandatanganan offering letter. Setelah kesepakatan tersebut tercapai, pihak klub langsung bergerak menyelesaikan berbagai proses administrasi, termasuk pengurusan dokumen keimigrasian yang dibutuhkan untuk mendatangkan pemain tersebut ke Indonesia.
Namun, ketika proses administrasi masih berlangsung, tepat pada 17 Juli, agen resmi Paul Komolafe mengirimkan dokumen medis kepada manajemen Semen Padang FC.
Dalam dokumen tersebut dijelaskan secara tertulis bahwa pemain asal Nigeria itu mengalami cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) yang membutuhkan penanganan serius.
Laporan medis tersebut menjadi pertimbangan penting bagi manajemen klub. Demi menjaga kepentingan teknis tim, mempertimbangkan aspek finansial, serta memastikan target jangka panjang di kompetisi Pegadaian Championship atau Liga 2 tetap terjaga, Semen Padang FC akhirnya memutuskan membatalkan rencana perekrutan Paul Komolafe.
Setelah keputusan pembatalan diambil, manajemen Semen Padang FC kemudian menemukan fakta lain di lapangan. Klub memperoleh informasi bahwa Paul Komolafe telah resmi diperkenalkan dan bergabung dengan klub asal Yordania, Al Hussein SC.
Perbedaan antara dokumen medis yang diterima manajemen dengan kondisi pemain yang kemudian bergabung bersama klub lain menjadi salah satu alasan Semen Padang FC merasa perlu memberikan penjelasan kepada publik.
CEO Semen Padang FC, Muhammad Ammar Tsaqif Rosiade, menegaskan bahwa klub memilih menyampaikan seluruh kronologi secara terbuka tanpa mengambil langkah yang bersifat emosional maupun konfrontatif.
"Kami selalu mengedepankan keterbukaan dan fakta dalam setiap kebijakan transaksional pemain. Ketika ada kontradiksi besar antara dokumen medis yang kami terima dengan realita kebugaran pemain di lapangan bersama klub lain, kami memilih untuk tidak bersikap reaktif atau konfrontatif. Kami menyajikan lini masa dan bukti ini secara elegan agar publik, media, dan seluruh pendukung setia dapat menilai sendiri bagaimana tingkat profesionalisme serta etika kerja dari pihak-pihak yang terlibat dalam situasi ini," ujar Muhammad Ammar Tsaqif Rosiade, dikutip Rabu (29/7/2026).
Melalui penjelasan tersebut, Semen Padang FC berharap berbagai asumsi maupun spekulasi yang berkembang mengenai pembatalan perekrutan Paul Komolafe dapat dipahami berdasarkan kronologi yang sebenarnya. Manajemen menilai penyampaian fakta secara terbuka merupakan bagian dari upaya menjaga transparansi dalam setiap proses perekrutan pemain.
Klub juga menegaskan bahwa polemik mengenai Paul Komolafe kini telah dinyatakan selesai dan ditutup secara resmi. Setelah memberikan klarifikasi, seluruh perhatian manajemen dan tim pelatih akan diarahkan pada proses penyelesaian komposisi skuad untuk menghadapi kompetisi.
Saat ini, Semen Padang FC memfokuskan energi dan sumber daya untuk mengisi satu slot terakhir pemain asing. Proses pencarian dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk komitmen moral calon pemain serta kondisi fisik yang prima.
Langkah tersebut diambil agar pemain yang nantinya bergabung mampu memberikan kontribusi maksimal bagi Kabau Sirah dalam mengawal target promosi sekaligus mendukung upaya tim meraih kembali kejayaan pada kompetisi yang akan datang. (*)
















