Kabut Asap Bikin Kualitas Udara Padang Pariaman Tak Sehat, 50 Ribu Masker Dibagikan

Kabut Asap Bikin Kualitas Udara Padang Pariaman Tak Sehat, 50 Ribu Masker Dibagikan

Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis. (Foto: Pemkab Padang Pariaman)

Sumbardaily.com - Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Sumatera Barat membuat Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kualitas udara. Selama enam hari pemantauan, kualitas udara di daerah tersebut tercatat masih berada dalam kategori tidak sehat.

Pemantauan dilakukan melalui Shelter Air Quality Monitoring System (AQMS) Kabupaten Padang Pariaman pada periode Senin hingga Sabtu, 7-12 September 2026. Dari hasil pemantauan itu, partikulat halus PM2.5 menjadi salah satu parameter yang mendapat perhatian karena konsentrasinya masih berada pada tingkat yang perlu diwaspadai.

Data Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Padang Pariaman menunjukkan nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) PM2.5 pada Senin, 7 September 2026 pukul 06.00 WIB mencapai 149.

Sehari berikutnya, Selasa, 8 September, angka tersebut berada di level 145. Kemudian pada Rabu, 9 September, ISPU PM2.5 tercatat 146.

Kondisi udara sempat menunjukkan perbaikan pada Kamis, 10 September. Saat itu, nilai ISPU PM2.5 turun menjadi 130. Namun, perbaikan tersebut tidak berlangsung stabil.

Pada Jumat, 11 September, nilai ISPU PM2.5 kembali meningkat menjadi 144. Sedangkan pada Sabtu, 12 September 2026 pukul 06.00 WIB, angkanya tercatat 136.

Dengan demikian, selama enam hari pemantauan, nilai ISPU PM2.5 di Padang Pariaman berada pada kisaran 130 hingga 149. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kualitas udara masih perlu diantisipasi, terutama oleh kelompok masyarakat yang sensitif terhadap pencemaran udara.

Kelompok tersebut antara lain anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan dan jantung.

Kondisi kabut asap ini menjadi perhatian pemerintah daerah seiring adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera Barat maupun daerah di luar provinsi yang berpotensi memengaruhi kualitas udara.

Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengurangi risiko dampak kabut asap terhadap masyarakat.

Langkah pertama dilakukan melalui penyuluhan kepada masyarakat. Edukasi diberikan untuk meningkatkan pemahaman warga mengenai bahaya kabut asap sekaligus pentingnya menjaga lingkungan.

“Kita tentu saja pertama menyelamatkan dulu warga Kabupaten Padang Pariaman dengan cara memberikan penyuluhan-penyuluhan, menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan kabut asap ini,” ujar Bupati John Kenedy Azis.

Selain memberikan penyuluhan, masyarakat juga diingatkan agar tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran di lingkungan masing-masing.

Pemkab Padang Pariaman juga mengambil langkah lain dengan menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, dan wali nagari untuk membagikan masker kepada masyarakat.

“Yang kedua, saya sudah memerintahkan OPD-OPD, camat-camat, wali nagari untuk membagikan masker. Mungkin sudah lebih dari 50 ribu masker kami telah bagikan kepada warga Kabupaten Padang Pariaman,” ungkapnya.

Pembagian masker tersebut dilakukan sebagai salah satu bentuk perlindungan bagi warga di tengah kondisi kualitas udara yang belum sepenuhnya membaik. Langkah itu sekaligus diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menghadapi kabut asap.

Car Free Day Ditiadakan

Kondisi kualitas udara yang masih fluktuatif juga membuat Pemkab Padang Pariaman mengambil keputusan untuk meniadakan kegiatan Car Free Day yang semula dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 13 September 2026.

John Kenedy Azis mengatakan keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi udara yang masih berada dalam kategori tidak sehat.

“Untuk tanggal 13 September besok, Car Free Day yang sedianya dilaksanakan ditiadakan. Ditiadakannya sampai ada pengumuman lebih lanjut,” jelasnya.

Kegiatan Car Free Day akan ditunda sampai kondisi dinilai lebih baik. Pemerintah daerah nantinya akan mengumumkan kembali apabila kegiatan tersebut sudah dapat dilaksanakan.

Keputusan meniadakan Car Free Day menjadi salah satu bentuk kehati-hatian pemerintah daerah. Terlebih, kegiatan tersebut melibatkan aktivitas masyarakat di ruang terbuka ketika kualitas udara masih mengalami perubahan.

Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar

Selain membagikan masker dan meniadakan Car Free Day, Bupati Padang Pariaman juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi udara.

Warga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kegiatan tersebut tidak diperlukan. Imbauan itu disampaikan karena kondisi kualitas udara masih belum stabil.

“Imbauan saya kepada masyarakat supaya berhati-hati. Kalau tidak perlu keluar rumah, jangan keluar rumah. Kalaupun harus keluar rumah, saya menyarankan pakai masker,” kata Bupati.

Masyarakat juga diminta untuk sementara menghindari kegiatan olahraga di luar rumah. Aktivitas fisik di ruang terbuka dinilai kurang nyaman dilakukan ketika masyarakat harus menggunakan masker akibat kondisi udara.

“Ya, hindari olahraga di luar rumah dulu. Sebab kalau berolahraga, kalau pakai masker kan juga tidak nyaman. Sampai cuaca ini semakin baik,” lanjutnya.

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman juga mengajak masyarakat menjaga kondisi lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah. Aktivitas pembakaran tersebut dikhawatirkan dapat memperburuk kualitas udara yang saat ini masih terdampak kabut asap.

Masyarakat juga diminta mengikuti perkembangan informasi resmi mengenai kualitas udara. Pemantauan melalui Shelter AQMS Kabupaten Padang Pariaman akan terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi lingkungan.

Pemantauan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menyediakan informasi mengenai kualitas udara sekaligus meningkatkan perlindungan terhadap kesehatan masyarakat selama kondisi kabut asap masih berlangsung. (*)

Baca Juga

ISPU Padang Masuk Kategori Berbahaya, Ini Instruksi Disdikbud untuk Sekolah
ISPU Padang Masuk Kategori Berbahaya, Ini Instruksi Disdikbud untuk Sekolah
Update Hotspot Karhutla Sumatera: Sumsel 62 Titik, Riau dan Jambi Nihil
Update Hotspot Karhutla Sumatera: Sumsel 62 Titik, Riau dan Jambi Nihil
Kualitas Udara Agam Dipengaruhi Kemarau, Kondisi Diprediksi Membaik Oktober
Kualitas Udara Agam Dipengaruhi Kemarau, Kondisi Diprediksi Membaik Oktober
Sekolah di Padang Kembali Tatap Muka, Murid Bergejala ISPA Boleh tak Masuk
Sekolah di Padang Kembali Tatap Muka, Murid Bergejala ISPA Boleh tak Masuk
Bukan Sekadar Pos Patroli, Pantai Tiram Dibidik Jadi Gerbang ke Mentawai
Bukan Sekadar Pos Patroli, Pantai Tiram Dibidik Jadi Gerbang ke Mentawai
Kementerian PPPA Verifikasi Data Bencana Padang Pariaman, Kebun Pangan Perempuan Disiapkan
Kementerian PPPA Verifikasi Data Bencana Padang Pariaman, Kebun Pangan Perempuan Disiapkan