Dosen Universitas Andalas (Unand) membantu mengembangkan budidaya sayuran sehat bersertifikat prima 3 dengan mengoptimalkan penggunaan sarana produksi dari sumber daya lokal (SDL) di Nagari Pakan Sinayan, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam.
Teknik budidaya sayuran sehat mengacu pada good agricultural practices (GAP) atau teknik budidaya yang baik yang merupakan salah satu persyaratan dalam memperoleh sertifikat prima 3.
Salah satu teknik dalam budidaya sayuran sehat yang telah dikembangkan memanfaatkan SDL adalah pengendalian hama terpadu (PHT).
Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat secara berkelanjutan setiap tahun untuk membantu agar usaha kelompok tani berkembang.
Peneliti Tim Pengabdian Prof Trimurti menjelaskan, bahwa pengendalian hama terpadu merupakan teknik yang ramah lingkungan, karena berbasis ekologis dengan konsep mengoptimalkan kondisi lingkungan agar tanaman tumbuh dan berproduksi optimal sedangkan perkembangan hama menjadi minimal atau berada di bawah ambang kerusakan ekonomis.
Penggunaan teknik telah dilaporkan dapat menurunkan penggunaan pestisida sintetis dan menurunkan kontaminasi pestisida dalam produk yang dipanen sampai di bawah ambang layak konsumsi sehingga aman terhadap konsumen dan lingkungan.
“Dasarnya itu beranjak dari kekhawatiran cemaran pestisida sintetik pada produk sayuran,” ujar Trimurti, Selasa (13/12/2022).