Sumbardaily.com – Perjalanan karier jurnalis Sumatera Barat (Sumbar) kembali mencatat babak baru. Salah satu wartawan yang dikenal di dunia media lokal hingga nasional, Riki Chandra atau yang akrab disapa Riki Salayo, kini resmi dilantik sebagai Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumbar periode 2026–2029.
Pelantikan tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, di Auditorium Gubernuran Sumbar, pada Senin (16/3/2026). Dalam prosesi tersebut, sebanyak tujuh komisioner KPID Sumbar resmi dikukuhkan untuk masa jabatan tiga tahun ke depan.
Tujuh komisioner yang dilantik tersebut adalah Nofal Wiska, Jimmi Syah Putra Ginting, Yusrin Tri Nanda, Riki Chandra, Jonnedi, Yogi Afriandi, dan Oldsan Bayu Pradipta. Para komisioner ini datang dari berbagai latar belakang profesi. Dari tujuh nama tersebut, dua di antaranya berasal dari kalangan wartawan, yakni Nofal Wiska dan Riki Chandra.
Riki Chandra yang dikenal luas dengan sapaan Riki Salayo merupakan salah satu penulis muda yang cukup dikenal di lingkungan jurnalistik Sumbar. Kariernya dimulai dari ruang redaksi media cetak hingga berkembang ke berbagai media daring, baik lokal maupun nasional.
Riki lahir di Selayo, Kabupaten Solok, pada 9 Februari 1989. Selain aktif di dunia jurnalistik, ia juga menempuh pendidikan tinggi di bidang komunikasi. Ia menyelesaikan pendidikan Magister Ilmu Komunikasi di Universitas Andalas (Unand) pada tahun 2021.
Sebelumnya, ia meraih gelar Sarjana Komunikasi Penyiaran Islam dari IAIN Imam Bonjol Padang yang kini telah bertransformasi menjadi UIN Imam Bonjol Padang, pada tahun 2011.
Karier Panjang di Dunia Jurnalistik
Perjalanan profesional Riki Salayo di dunia jurnalistik dimulai saat ia bergabung sebagai wartawan di Padang Ekspres (Padeks) pada 2012 hingga 2017. Di media cetak tersebut, ia mulai mengasah kemampuan menulis serta memahami dinamika pemberitaan di Sumbar.
Setelah itu, ia melanjutkan kariernya sebagai jurnalis Jawa Pos untuk wilayah Sumbar pada 2017 hingga 2019. Pengalaman tersebut membawanya semakin aktif di dunia media daring.
Pada 2019 hingga 2021, Riki dipercaya menjadi Redaktur Langgam.id. Pada periode yang sama, ia juga berperan sebagai editor di Tagar.id.
Kariernya terus berkembang hingga akhirnya sejak 2021 hingga saat ini, Riki Salayo aktif sebagai Redaktur Suara.com.
Selain itu, sejak 2023, ia juga menjadi Dewan Redaksi portal berita Muhammadiyah Sumbar, Menaramu, dan masih menjalankan peran tersebut hingga sekarang.
Prestasi di Dunia Penulisan
Sepanjang kariernya sebagai wartawan, Riki Chandra juga dikenal aktif mengikuti berbagai kompetisi jurnalistik. Ia tercatat meraih puluhan penghargaan dalam berbagai ajang lomba menulis di tingkat daerah hingga nasional.
Beberapa penghargaan yang pernah diraihnya antara lain Juara 1 Piala Merak Kementerian PPA tahun 2019, Juara 2 Anugerah Jurnalistik Sahabat Bahari Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2022, serta Juara 2 Lomba Menulis Feature Lingkungan dalam rangka Hari Pers Nasional 2018.
Selain itu, ia juga memenangkan berbagai ajang perlombaan menulis lainnya sejak 2015.
Aktif di Organisasi dan Pengembangan Media
Di luar aktivitas jurnalistik, Riki Salayo juga aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan. Ia dikenal sebagai kader Muhammadiyah Sumbar sejak masa mahasiswa.
Ia pernah menjabat sebagai Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Solok periode 2018–2022. Saat ini, ia juga dipercaya sebagai Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Sumbar periode 2023–2027.
Selain itu, Riki juga tercatat sebagai pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Solok periode 2023–2026.
Tidak hanya itu, ia juga aktif dalam pengembangan media. Sejak 2017, Riki bersama sejumlah rekannya mendirikan beberapa media daring. Ia juga kerap terlibat dalam kegiatan berbagi pengetahuan di bidang jurnalistik, seperti menjadi pemateri pelatihan jurnalistik, juri lomba menulis, hingga editor buku.
Dengan pengalaman panjang di dunia media dan komunikasi, kehadiran Riki Salayo sebagai Komisioner KPID Sumbar diharapkan dapat memperkuat pengawasan dan pengembangan dunia penyiaran di Sumbar dalam beberapa tahun ke depan. (*)
















