Tekan Emisi Metana dan Tingkatkan Produksi Daging, Unand Kembangkan Wafer Pakan Komplit Fungsional

Tekan Emisi Metana dan Tingkatkan Produksi Daging, Unand Kembangkan Wafer Pakan Komplit Fungsional

Dr Roni Pazla (Foto: Unand)

Sumbardaily.com – Universitas Andalas (Unand) bersama mitra internasional dari Pakistan mengembangkan inovasi wafer pakan komplit fungsional sebagai strategi untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan pakan ternak, menekan emisi metana, sekaligus mendukung produksi daging premium dan kemandirian protein hewani secara berkelanjutan. Inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya menjawab tantangan sektor peternakan di tengah perubahan iklim.

Riset tersebut mengusung tema “Functional Feed as an Integrated Strategy for Climate Change Mitigation, Premium Meat Production, and Sustainable Animal Protein Self-Sufficiency”. Penelitian dipimpin oleh Dr. Roni Pazla, dari Fakultas Peternakan Unand melalui Program International Research Network–Equity World Class University 2025–2026.

Dalam pelaksanaannya, penelitian dilakukan melalui kolaborasi internasional yang melibatkan Muhammad Ahsan Naeem dari University of Veterinary and Animal Sciences, Lahore, Pakistan, serta Prof Mardiati Zain, dari Unand. Tim riset juga didukung oleh Zaitul Ikhlas, sebagai asisten peneliti dan Ahmad Sanusi, sebagai mahasiswa yang turut berperan dalam pelaksanaan penelitian.

Menurut Roni Pazla, penelitian tersebut dilatarbelakangi oleh sejumlah persoalan yang masih dihadapi peternakan ruminansia. Tantangan tersebut meliputi rendahnya efisiensi pemanfaatan pakan, terbatasnya ketersediaan pakan siap saji dengan kandungan nutrisi tinggi, meningkatnya cekaman panas akibat perubahan iklim, hingga produksi gas metana yang muncul selama proses fermentasi di dalam rumen.

Ia menilai pengembangan pakan ternak tidak lagi hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan nutrisi, tetapi juga harus memberikan manfaat tambahan yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung peternakan yang lebih ramah lingkungan.

“Pakan masa depan tidak hanya harus memenuhi kebutuhan nutrisi ternak, tetapi juga memiliki fungsi tambahan untuk meningkatkan efisiensi fermentasi, menjaga kesehatan ternak, mengurangi kehilangan energi, serta menghasilkan produk peternakan yang lebih berkualitas,” ujar Roni dikutip Senin (27/7/2026).

Sebagai solusi atas tantangan tersebut, tim peneliti mengembangkan wafer pakan komplit fungsional yang memanfaatkan berbagai sumber daya lokal Indonesia. Bahan utama yang digunakan meliputi sorgum, Indigofera zollingeriana, gambir, serta PFAD (Palm Fatty Acid Distillate).

Dalam formulasi tersebut, gambir dimanfaatkan sebagai sumber katekin yang memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri. Sementara itu, katekin gambir dipadukan dengan PFAD melalui penerapan teknologi enkapsulasi.

Teknologi tersebut dirancang untuk melindungi senyawa bioaktif dan asam lemak sehingga tidak cepat mengalami degradasi selama berada di dalam rumen ternak. Seluruh bahan kemudian diformulasikan menjadi bentuk wafer yang lebih praktis untuk disimpan, didistribusikan, maupun diberikan kepada ternak.

Hasil penelitian tahap awal menunjukkan perkembangan yang positif. Tim peneliti menemukan bahwa penambahan enkapsulat PFAD–gambir hingga 9 persen mampu mempertahankan kualitas fisik wafer sekaligus memberikan respons fermentasi rumen yang dinilai positif.

Berdasarkan hasil tersebut, formula dengan penambahan enkapsulat PFAD–gambir sebesar 9 persen dipilih sebagai kandidat terbaik untuk dikembangkan pada tahapan riset berikutnya. Formula tersebut nantinya akan dikombinasikan dengan tanaman bioaktif terpilih guna mengoptimalkan penurunan gas metana yang dihasilkan selama proses fermentasi rumen ternak.

Selain menghadirkan inovasi di bidang peternakan, penelitian ini juga berkontribusi terhadap pencapaian sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs). Riset tersebut mendukung SDG 2: Zero Hunger melalui penguatan ketersediaan protein hewani, SDG 12: Responsible Consumption and Production melalui pemanfaatan sumber daya lokal secara efisien, serta SDG 13: Climate Action melalui pengembangan teknologi pakan yang berpotensi menekan emisi metana.

Melalui kolaborasi antara Unand dan mitra dari Pakistan, pengembangan wafer pakan komplit fungsional diharapkan menjadi salah satu inovasi yang mampu meningkatkan efisiensi peternakan ruminansia sekaligus memperkuat produksi protein hewani yang lebih berkelanjutan.

Pemanfaatan bahan baku lokal yang dipadukan dengan teknologi enkapsulasi juga menjadi langkah strategis dalam menghadirkan solusi bagi tantangan peternakan modern, terutama dalam upaya mengurangi emisi metana tanpa mengurangi kualitas pakan maupun produktivitas ternak. (*)

Baca Juga

AICCON 2026 di Padang Luncurkan Panduan Kurikulum Ilmu Komunikasi Aspikom
AICCON 2026 di Padang Luncurkan Panduan Kurikulum Ilmu Komunikasi Aspikom
Dari Laboratorium ke Industri, Unand Pimpin Langkah Hilirisasi Riset PTN Barat
Dari Laboratorium ke Industri, Unand Pimpin Langkah Hilirisasi Riset PTN Barat
Riset Unand Temukan Potensi Pangan Fungsional Lokal untuk Memperbaiki Gangguan Pertumbuhan Tulang
Riset Unand Temukan Potensi Pangan Fungsional Lokal untuk Memperbaiki Gangguan Pertumbuhan Tulang
Tepung Kacang Lima Lolos Uji Keamanan, Peneliti Unand Dorong Diversifikasi Pangan Lokal
Tepung Kacang Lima Lolos Uji Keamanan, Peneliti Unand Dorong Diversifikasi Pangan Lokal
Peneliti Unand Kembangkan Antibiotik Alternatif dari Rumput Laut untuk Atasi Luka Diabetes
Peneliti Unand Kembangkan Antibiotik Alternatif dari Rumput Laut untuk Atasi Luka Diabetes
Mengapa Konsumen Muda Indonesia dan Yordania Berbeda Memilih Produk Halal? Ini Temuan Unand
Mengapa Konsumen Muda Indonesia dan Yordania Berbeda Memilih Produk Halal? Ini Temuan Unand