Sumbardaily.com - Indonesia memasuki awal Oktober 2026 dengan pola hujan yang diprediksi tidak seragam. Sebagian besar wilayah diperkirakan mengalami curah hujan di bawah kondisi normal, sementara sejumlah daerah lainnya berpotensi mendapatkan hujan dengan kategori normal hingga jauh di atas normal.
Prediksi tersebut merupakan gambaran kondisi hujan pada Dasarian I Oktober 2026. Istilah dasarian digunakan untuk membagi satu bulan menjadi tiga periode. Dasarian I berarti periode tanggal 1 sampai 10, sehingga dalam konteks informasi ini, Dasarian I Oktober 2026 merujuk pada kondisi hujan selama 1-10 Oktober 2026.
Berdasarkan data yang dikutip dari BMKG, Sabtu (3/10/2026), sebagian besar wilayah Indonesia pada Dasarian I Oktober 2026 diprediksi berada dalam kategori hujan Bawah Normal.
"Pada Dasarian I Oktober 2026, umumnya wilayah Indonesia diprediksi mengalami sifat hujan kategori Jauh di Atas Normal 0.58%, Atas Normal 3.42%, Normal 11.40%, dan Bawah Normal 84.60%," demikian keterangan BMKG yang dikutip Sabtu (3/10/2026).
Artinya, dari gambaran sifat hujan tersebut, kategori Bawah Normal menjadi kondisi yang paling dominan pada periode awal Oktober. Kategori ini berarti curah hujan yang terjadi diperkirakan kurang dari 85 persen terhadap rata-rata curah hujan selama 30 tahun.
Sementara itu, hujan kategori Normal berada pada kisaran 85 persen hingga 115 persen terhadap rata-rata 30 tahun. Kategori Atas Normal berada pada kisaran 115 persen hingga 150 persen, sedangkan Jauh di Atas Normal berarti curah hujan lebih dari 150 persen terhadap rata-rata 30 tahun.
Daerah dengan hujan Bawah Normal
Sejumlah daerah di Sumatera diprediksi mengalami hujan Bawah Normal pada 1-10 Oktober 2026. Di Aceh, wilayah yang masuk kategori ini adalah Kota Sabang, Aceh Timur, Aceh Tamiang dan Kota Langsa.
Di Sumatera Utara terdapat Serdang Bedagai, Asahan, Batu Bara dan Kota Tanjung Balai. Sementara di Sumatera Barat meliputi Kota Pariaman, Kota Payakumbuh, Sijunjung dan Dharmasraya.
Untuk Riau, wilayah yang masuk daftar antara lain Kampar, Siak, Kuantan Singingi, Kota Pekanbaru, Pelalawan, Indragiri Hulu, Kepulauan Meranti dan Indragiri Hilir.
Seluruh wilayah di Kepulauan Riau yang tercantum dalam prediksi Bawah Normal adalah Karimun, Kota Batam, Lingga, Bintan, Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Anambas dan Natuna.
Di Jambi, wilayahnya meliputi Bungo, Merangin, Tebo, Sarolangun, Batanghari, Tanjung Jabung Barat, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur dan Kota Jambi.
Bengkulu mencakup Muko Muko, Bengkulu Utara, Lebong, Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu, Seluma, Rejang Lebong, Kepahiang, Bengkulu Selatan dan Kaur.
Sumatera Selatan juga didominasi daftar wilayah Bawah Normal, yakni Musi Rawas Utara, Musi Rawas, Empat Lawang, Kota Lubuk Linggau, Lahat, Musi Banyuasin, Kota Pagar Alam, Muara Enim, Ogan Komering Ulu Selatan, Penukal Abab Lematang Ilir, Ogan Komering Ulu, Banyuasin, Kota Prabumulih, Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Ilir, Kota Palembang dan Ogan Komering Ilir. Di Kepulauan Bangka Belitung meliputi Bangka Barat, Bangka, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Kota Pangkal Pinang, Belitung dan Belitung Timur.
Di Lampung, wilayah yang masuk kategori ini adalah Pesisir Barat, Lampung Barat, Way Kanan, Tanggamus, Lampung Utara, Lampung Tengah, Pringsewu, Tulang Bawang Barat, Pesawaran, Mesuji, Lampung Selatan, Tulang Bawang, Kota Bandar Lampung, Kota Metro dan Lampung Timur.
Bergeser ke Jawa, Banten mencakup Pandeglang dan Lebak. DKI Jakarta meliputi Administrasi Kepulauan Seribu, Kota Adm. Jakarta Barat dan Kota Adm. Jakarta Utara.
Jawa Barat meliputi Sukabumi, Cianjur, Karawang, Bandung, Garut, Subang, Kota Cimahi, Sumedang, Indramayu, Tasikmalaya, Majalengka, Ciamis, Kota Tasikmalaya, Cirebon, Pangandaran, Kuningan, Kota Cirebon dan Kota Banjar.
Jawa Tengah mencakup Cilacap, Brebes, Banyumas, Tegal, Kota Tegal, Pemalang, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Pekalongan, Kota Pekalongan, Batang, Wonosobo, Purworejo, Kendal, Temanggung, Magelang, Jepara, Kota Semarang, Semarang, Boyolali, Demak, Kota Salatiga, Klaten, Grobogan, Sukoharjo, Kudus, Sragen, Kota Surakarta, Wonogiri, Pati, Karanganyar, Blora dan Rembang.
Seluruh wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta yang tercantum adalah Kulon Progo, Sleman, Bantul, Kota Yogyakarta dan Gunungkidul.
Jawa Timur mencakup Pacitan, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Bojonegoro, Trenggalek, Madiun, Kota Madiun, Tuban, Nganjuk, Tulungagung, Kediri, Kota Kediri, Blitar, Lamongan, Kota Blitar, Malang, Gresik, Sidoarjo, Kota Batu, Pasuruan, Kota Malang, Kota Surabaya, Bangkalan, Kota Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Sampang, Kota Probolinggo, Jember, Pamekasan, Situbondo, Sumenep, Bondowoso dan Banyuwangi.
Untuk Bali, wilayahnya meliputi Buleleng, Jembrana, Tabanan, Badung, Kota Denpasar, Bangli, Gianyar, Karangasem dan Klungkung.
Di Nusa Tenggara Barat, wilayah Bawah Normal mencakup Lombok Barat, Lombok Utara, Kota Mataram, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima dan Kota Bima.
Nusa Tenggara Timur meliputi Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Manggarai Barat, Sumba Tengah, Sumba Timur, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Sabu Raijua, Rote Ndao, Flores Timur, Lembata, Kupang, Kota Kupang, Alor, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Malaka dan Belu.
Di Kalimantan, kategori Bawah Normal mencakup Bengkayang, Kayong Utara, Mempawah, Kota Singkawang, Sambas, Kubu Raya, Landak, Kota Pontianak, Ketapang, Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu di Kalimantan Barat.
Kalimantan Tengah meliputi Sukamara, Lamandau, Kotawaringin Barat, Seruyan, Kotawaringin Timur, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Kota Palangkaraya, Pulang Pisau, Kapuas, Barito Utara, Barito Selatan dan Barito Timur.
Kalimantan Selatan mencakup Barito Kuala, Kota Banjarmasin, Banjar, Tanah Laut, Kota Banjarbaru, Tapin, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan, Tabalong, Hulu Sungai Tengah, Tanah Bumbu, Balangan dan Kotabaru.
Kalimantan Timur meliputi Mahakam Ulu, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Paser, Kutai Timur, Berau, Penajam Paser Utara, Kota Balikpapan, Kota Samarinda dan Kota Bontang. Kalimantan Utara mencakup Malinau dan Bulungan.
Di Sulawesi Selatan, wilayah Bawah Normal terdiri atas Pangkajene Kepulauan, Takalar, Tana Toraja, Kota Makassar, Gowa, Pinrang, Pangkajene Dan Kepulauan, Maros, Jeneponto, Barru, Kota Parepare, Luwu Utara, Toraja Utara, Enrekang, Sidenreng Rappang, Bone, Soppeng, Luwu, Wajo, Bantaeng, Sinjai, Bulukumba, Kota Palopo, Kepulauan Selayar dan Luwu Timur.
Sulawesi Barat meliputi Mamuju, Majene, Polewali Mandar, Mamasa, Mamuju Tengah dan Pasangkayu.
Sulawesi Tenggara mencakup Kolaka Utara, Kolaka Timur, Kolaka, Konawe, Bombana, Konawe Utara, Buton Tengah, Konawe Selatan, Muna Barat, Muna, Kota Kendari, Buton Selatan, Buton, Kota Bau Bau, Buton Utara, Konawe Kepulauan dan Wakatobi.
Sulawesi Tengah meliputi Donggala, Sigi, Kota Palu, Parigi Moutong, Poso, Toli Toli, Morowali Utara, Tojo Una Una, Buol, Morowali, Banggai, Banggai Kepulauan dan Banggai Laut.
Gorontalo mencakup Pohuwato, Gorontalo Utara, Boalemo, Gorontalo, Kota Gorontalo dan Bone Bolango.
Di Sulawesi Utara terdapat Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow, Kota Kotamobagu, Bolaang Mongondow Timur, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, Minahasa, Kota Manado, Kota Tomohon, Minahasa Utara, Kota Bitung, Kep. Siau Tagulandang Biaro, Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud.
Maluku Utara meliputi Pulau Taliabu, Kepulauan Sula, Kota Ternate, Halmahera Selatan, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Barat, Halmahera Utara, Halmahera Timur, Halmahera Tengah dan Pulau Morotai.
Maluku mencakup Maluku Barat Daya, Buru Selatan, Buru, Seram Bagian Barat, Maluku Tengah, Kota Ambon, Seram Bagian Timur, Kepulauan Tanimbar, Kota Tual, Maluku Tenggara dan Kepulauan Aru.
Sementara itu di Papua, Papua Barat Daya mencakup Raja Ampat, Sorong, Kota Sorong, Tambrauw, Sorong Selatan dan Maybrat. Papua Barat meliputi Fak Fak, Teluk Bintuni, Kaimana, Pegunungan Arfak, Manokwari, Manokwari Selatan dan Teluk Wondama.
Wilayah Bawah Normal di Papua mencakup Biak Numfor, Kepulauan Yapen, Supiori, Waropen, Mamberamo Raya, Sarmi, Jayapura, Keerom dan Kota Jayapura.
Papua Pegunungan meliputi Nduga, Lanny Jaya dan Yahukimo. Papua Tengah mencakup Nabire, Mimika, Dogiyai, Paniai, Deiyai dan Intan Jaya. Sementara Papua Selatan meliputi Asmat, Merauke, Mappi dan Boven Digoel.
Wilayah dengan hujan Normal
Tidak seluruh Indonesia diprediksi mengalami hujan Bawah Normal. Sejumlah wilayah diperkirakan mendapatkan hujan dalam kategori Normal, yakni 85 persen hingga 115 persen terhadap rata-rata 30 tahun.
Di Aceh, wilayah tersebut adalah Aceh Besar, Kota Banda Aceh, Aceh Jaya, Simeulue, Bener Meriah, Aceh Utara, Kota Lhokseumawe dan Aceh Singkil.
Sumatera Utara mencakup Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Nias Utara, Nias Barat, Nias Selatan, Karo, Tapanuli Tengah, Humbang Hasundutan, Samosir, Kota Binjai, Deli Serdang, Simalungun, Kota Medan, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Toba dan Kota Padang Sidempuan.
Di Sumatera Barat, kategori Normal diprediksi terjadi di Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Kepulauan Mentawai, Pasaman, Lima Puluh Kota, Kota Bukittinggi, Tanah Datar, Kota Padang, Kota Padang Panjang, Pesisir Selatan, Solok, Kota Solok, Kota Sawahlunto dan Solok Selatan.
Riau meliputi Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis dan Kota Dumai. Jambi hanya mencakup Kerinci.
Di Banten terdapat Serang, Kota Cilegon, Kota Serang, Tangerang dan Kota Tangerang. DKI Jakarta mencakup Kota Adm. Jakarta Selatan, Kota Adm. Jakarta Pusat dan Kota Adm. Jakarta Timur.
Jawa Barat meliputi Bogor, Kota Depok, Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Sukabumi, Bekasi, Bandung Barat, Purwakarta dan Kota Bandung.
Jawa Timur mencakup Jombang, Mojokerto dan Kota Mojokerto.
Kalimantan Utara meliputi Nunukan, Tana Tidung dan Kota Tarakan. Papua Pegunungan mencakup Tolikara dan Jayawijaya, sedangkan Papua Tengah meliputi Puncak dan Puncak Jaya.
Wilayah dengan hujan Atas Normal
Selain kategori Normal, terdapat pula daerah yang diprediksi memperoleh hujan Atas Normal pada awal Oktober. Kategori ini berarti curah hujan berada pada kisaran 115 persen hingga 150 persen terhadap rata-rata 30 tahun.
Di Aceh, daerah yang masuk kategori Atas Normal adalah Pidie, Pidie Jaya, Nagan Raya, Aceh Tengah, Bireuen, Aceh Barat Daya, Gayo Lues, Aceh Selatan, Aceh Tenggara dan Kota Subulussalam.
Sumatera Utara meliputi Nias, Kota Gunungsitoli, Langkat, Dairi, Pakpak Bharat dan Kota Pematangsiantar.
Jambi mencakup Kota Sungai Penuh. Di Banten terdapat Kota Tangerang Selatan.
Sementara di Papua Pegunungan, wilayah yang diprediksi mengalami hujan Atas Normal adalah Mamberamo Tengah dan Yalimo.
Ada pula wilayah dengan kategori Jauh di Atas Normal. Kategori tersebut berarti curah hujan diperkirakan lebih dari 150 persen terhadap rata-rata 30 tahun.
Di Aceh, wilayah yang masuk kategori Jauh di Atas Normal adalah Aceh Barat. Sementara di Papua Pegunungan terdapat Pegunungan Bintang.
Dengan demikian, gambaran cuaca Indonesia pada 1-10 Oktober 2026 menunjukkan pola yang cukup beragam. Namun, berdasarkan prediksi BMKG yang dikutip Sabtu (3/10/2026), kategori Bawah Normal menjadi yang paling dominan dengan persentase 84,60 persen.
Kondisi tersebut perlu dibedakan dari prakiraan hujan harian. Data sifat hujan ini menggambarkan perbandingan kondisi hujan terhadap rata-rata 30 tahun pada wilayah dan periode yang diprediksi. Karena itu, wilayah yang masuk kategori Bawah Normal bukan berarti sama sekali tidak akan mengalami hujan, melainkan jumlah hujannya diperkirakan berada di bawah rata-rata klimatologisnya.
Sementara itu, sebagian wilayah lainnya diprediksi berada pada kondisi Normal, Atas Normal hingga Jauh di Atas Normal. Perbedaan kategori tersebut menunjukkan bahwa kondisi hujan pada awal Oktober 2026 tidak akan seragam di seluruh Indonesia. (*)















