Sumbardaily.com - Cuaca Indonesia pada Oktober 2026 diprediksi didominasi curah hujan kategori rendah dan menengah. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dikutip Selasa (29/9/2026), hampir separuh wilayah Indonesia diperkirakan mengalami curah hujan rendah selama Oktober.
BMKG memprediksi curah hujan Indonesia pada Oktober 2026 terbagi dalam empat kategori. Hujan kategori sangat tinggi diprakirakan terjadi pada 0,33 persen wilayah, kategori tinggi 4,68 persen, kategori menengah 45,08 persen, dan kategori rendah mencapai 49,92 persen.
Artinya, kategori rendah menjadi kelompok yang paling luas secara persentase. Curah hujan kategori rendah berada pada kisaran 0-100 milimeter per bulan, sedangkan kategori menengah berada pada 100-300 milimeter per bulan.
Sementara itu, hujan kategori tinggi berada pada rentang 300-500 milimeter per bulan. Adapun kategori sangat tinggi diprakirakan memiliki curah hujan lebih dari 500 milimeter per bulan.
Wilayah dengan Curah Hujan Rendah
Sejumlah daerah di Indonesia diprediksi dominan mengalami curah hujan kategori rendah sepanjang Oktober 2026.
Di Jambi, wilayah tersebut meliputi Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Bengkulu mencakup Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu, Seluma, Rejang Lebong, Kepahiang, dan Kaur.
Sumatera Selatan meliputi Empat Lawang, Kota Lubuk Linggau, Lahat, Musi Banyuasin, Kota Pagar Alam, Muara Enim, Ogan Komering Ulu Selatan, Penukal Abab Lematang Ilir, Ogan Komering Ulu, Banyuasin, Kota Prabumulih, Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Ilir, Kota Palembang, dan Ogan Komering Ilir.
Di Kepulauan Bangka Belitung, wilayah yang masuk kategori rendah adalah Bangka Barat, Bangka, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Kota Pangkal Pinang, Belitung, dan Belitung Timur.
Lampung mencakup Pesisir Barat, Lampung Barat, Way Kanan, Tanggamus, Lampung Utara, Lampung Tengah, Pringsewu, Tulang Bawang Barat, Pesawaran, Mesuji, Lampung Selatan, Tulang Bawang, Kota Bandar Lampung, Kota Metro, dan Lampung Timur.
Seluruh wilayah Banten yang masuk daftar meliputi Pandeglang, Serang, Lebak, Kota Cilegon, Kota Serang, Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan. Untuk DKI Jakarta, meliputi Administrasi Kepulauan Seribu, Kota Administrasi Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Jakarta Timur.
Di Jawa Barat, wilayah kategori rendah mencakup Sukabumi, Bogor, Kota Depok, Kota Bogor, Cianjur, Kota Bekasi, Kota Sukabumi, Bekasi, Karawang, Bandung Barat, Purwakarta, Bandung, Garut, Subang, Kota Cimahi, Kota Bandung, Sumedang, Indramayu, Tasikmalaya, Majalengka, Ciamis, Kota Tasikmalaya, Cirebon, Pangandaran, Kuningan, Kota Cirebon, dan Kota Banjar.
Jawa Tengah meliputi Cilacap, Brebes, Banyumas, Tegal, Kota Tegal, Pemalang, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Pekalongan, Kota Pekalongan, Batang, Wonosobo, Purworejo, Kendal, Temanggung, Magelang, Jepara, Kota Semarang, Semarang, Boyolali, Demak, Kota Salatiga, Klaten, Grobogan, Sukoharjo, Kudus, Sragen, Kota Surakarta, Wonogiri, Pati, Karanganyar, Blora, dan Rembang.
Daerah Istimewa Yogyakarta mencakup Kulon Progo, Sleman, Bantul, Kota Yogyakarta, dan Gunungkidul. Jawa Timur meliputi Pacitan, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Bojonegoro, Trenggalek, Madiun, Kota Madiun, Tuban, Nganjuk, Tulungagung, Kediri, Kota Kediri, Blitar, Lamongan, Jombang, Kota Blitar, Mojokerto, Malang, Gresik, Kota Mojokerto, Sidoarjo, Kota Batu, Pasuruan, Kota Malang, Kota Surabaya, Bangkalan, Kota Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Sampang, Kota Probolinggo, Jember, Pamekasan, Situbondo, Sumenep, Bondowoso, dan Banyuwangi.
Di Bali, wilayahnya adalah Buleleng, Jembrana, Tabanan, Badung, Kota Denpasar, Bangli, Gianyar, Karangasem, dan Klungkung. Nusa Tenggara Barat mencakup Lombok Barat, Lombok Utara, Kota Mataram, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima, dan Kota Bima.
Nusa Tenggara Timur meliputi Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Manggarai Barat, Sumba Tengah, Sumba Timur, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Sabu Raijua, Rote Ndao, Flores Timur, Lembata, Kupang, Kota Kupang, Alor, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Malaka, dan Belu.
Kalimantan Tengah mencakup Sukamara, Kotawaringin Barat, Seruyan, Kotawaringin Timur, Kota Palangkaraya, Pulang Pisau, Kapuas, Barito Utara, Barito Selatan, dan Barito Timur. Kalimantan Selatan meliputi Barito Kuala, Kota Banjarmasin, Banjar, Tanah Laut, Kota Banjarbaru, Tapin, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan, Tabalong, Hulu Sungai Tengah, Tanah Bumbu, Balangan, dan Kotabaru.
Kalimantan Timur mencakup Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Paser, Kutai Timur, Penajam Paser Utara, Kota Balikpapan, Kota Samarinda, dan Kota Bontang.
Di Sulawesi, kategori rendah meliputi wilayah Sulawesi Selatan seperti Pangkajene Kepulauan, Takalar, Tana Toraja, Kota Makassar, Gowa, Pinrang, Pangkajene dan Kepulauan, Maros, Jeneponto, Barru, Kota Parepare, Luwu Utara, Toraja Utara, Enrekang, Sidenreng Rappang, Bone, Soppeng, Luwu, Wajo, Bantaeng, Sinjai, Bulukumba, Kota Palopo, Kepulauan Selayar, dan Luwu Timur.
Sulawesi Barat mencakup Mamuju, Majene, Polewali Mandar, dan Mamasa. Sulawesi Tenggara meliputi Kolaka Utara, Kolaka Timur, Kolaka, Konawe, Bombana, Konawe Utara, Buton Tengah, Konawe Selatan, Muna Barat, Muna, Kota Kendari, Buton Selatan, Buton, Kota Bau Bau, Buton Utara, Konawe Kepulauan, dan Wakatobi.
Sulawesi Tengah mencakup Donggala, Sigi, Kota Palu, Parigi Moutong, Poso, Toli Toli, Morowali Utara, Tojo Una Una, Buol, Morowali, Banggai, Banggai Kepulauan, dan Banggai Laut.
Gorontalo meliputi Pohuwato, Gorontalo Utara, Boalemo, Gorontalo, Kota Gorontalo, dan Bone Bolango. Sulawesi Utara mencakup Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow, Kota Kotamobagu, Bolaang Mongondow Timur, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, Minahasa, Kota Manado, Kota Tomohon, Minahasa Utara, Kota Bitung, Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, dan Kepulauan Talaud.
Maluku Utara meliputi Pulau Taliabu, Kepulauan Sula, Kota Ternate, Halmahera Selatan, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Utara, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, dan Pulau Morotai. Maluku mencakup Maluku Barat Daya, Buru Selatan, Buru, Seram Bagian Barat, Maluku Tengah, Kota Ambon, Seram Bagian Timur, Kepulauan Tanimbar, Kota Tual, Maluku Tenggara, dan Kepulauan Aru.
Sementara itu, Papua Barat Daya mencakup Raja Ampat, Papua Barat meliputi Fak Fak, dan Papua Selatan mencakup Merauke, Mappi, serta Boven Digoel.
Wilayah dengan Curah Hujan Menengah
Untuk kategori menengah, BMKG memprakirakan sejumlah wilayah di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua akan menerima curah hujan 100-300 milimeter per bulan.
Aceh meliputi Aceh Besar, Kota Sabang, Kota Banda Aceh, Simeulue, Pidie Jaya, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, Aceh Timur, Aceh Tamiang, dan Kota Langsa.
Sumatera Utara mencakup Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Nias Selatan, Karo, Samosir, Deli Serdang, Simalungun, Kota Medan, Tapanuli Utara, Serdang Bedagai, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Toba, Kota Pematangsiantar, Asahan, Kota Padang Sidempuan, dan Batu Bara.
Di Sumatera Barat, kategori menengah mencakup Kepulauan Mentawai, Pasaman, Lima Puluh Kota, Kota Bukittinggi, Tanah Datar, Kota Padang Panjang, Pesisir Selatan, Solok, Kota Payakumbuh, Kota Solok, Kota Sawahlunto, Sijunjung, Solok Selatan, dan Dharmasraya.
Riau meliputi Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, Siak, Bengkalis, Kuantan Singingi, Kota Dumai, Kota Pekanbaru, Pelalawan, Indragiri Hulu, Kepulauan Meranti, dan Indragiri Hilir. Kepulauan Riau mencakup Karimun, Kota Batam, Lingga, Bintan, Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Anambas, dan Natuna.
Jambi meliputi Bungo, Merangin, Tebo, Sarolangun, Batanghari, Tanjung Jabung Barat, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, dan Kota Jambi. Bengkulu mencakup Muko Muko, Bengkulu Utara, Lebong, dan Bengkulu Selatan.
Sumatera Selatan hanya mencakup Musi Rawas Utara dan Musi Rawas. Kalimantan Barat meliputi Kayong Utara, Mempawah, Kubu Raya, Landak, Kota Pontianak, Ketapang, Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi, dan Kapuas Hulu.
Kalimantan Tengah mencakup Lamandau, Katingan, Gunung Mas, dan Murung Raya. Kalimantan Timur meliputi Mahakam Ulu dan Berau. Kalimantan Utara mencakup Malinau, Nunukan, Bulungan, Tana Tidung, dan Kota Tarakan.
Di Sulawesi Barat, wilayah kategori menengah adalah Mamuju Tengah dan Pasangkayu. Sulawesi Utara mencakup Kepulauan Sangihe. Maluku Utara meliputi Halmahera Barat.
Papua Barat Daya mencakup Sorong, Kota Sorong, Tambrauw, Sorong Selatan, dan Maybrat. Papua Barat meliputi Teluk Bintuni, Kaimana, Pegunungan Arfak, Manokwari, Manokwari Selatan, dan Teluk Wondama.
Papua mencakup Biak Numfor, Kepulauan Yapen, Supiori, Waropen, Mamberamo Raya, Sarmi, Jayapura, Keerom, dan Kota Jayapura. Papua Pegunungan meliputi Nduga, Lanny Jaya, Tolikara, Mamberamo Tengah, Jayawijaya, Yahukimo, Yalimo, dan Pegunungan Bintang.
Papua Tengah mencakup Nabire, Mimika, Dogiyai, Paniai, Deiyai, Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya. Papua Selatan meliputi Asmat.
Wilayah dengan Curah Hujan Tinggi
Curah hujan kategori tinggi, yakni 300-500 milimeter per bulan, diprakirakan terjadi di sejumlah daerah.
Di Aceh, wilayah tersebut meliputi Aceh Jaya, Pidie, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, dan Kota Subulussalam.
Sumatera Utara mencakup Nias Utara, Nias Barat, Nias, Kota Gunungsitoli, Langkat, Dairi, Pakpak Bharat, Tapanuli Tengah, Humbang Hasundutan, Kota Binjai, dan Kota Tanjung Balai.
Di Sumatera Barat, daerah yang diprakirakan mengalami curah hujan tinggi adalah Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Kota Pariaman, dan Kota Padang.
Kalimantan Barat juga memiliki wilayah kategori tinggi, yakni Bengkayang, Kota Singkawang, dan Sambas.
Wilayah dengan Curah Hujan Sangat Tinggi
Sementara itu, kategori curah hujan sangat tinggi, atau lebih dari 500 milimeter per bulan, memiliki cakupan wilayah paling kecil berdasarkan prakiraan tersebut.
Daerah yang masuk kategori ini adalah Aceh Barat Daya.
Dengan komposisi tersebut, prakiraan BMKG menunjukkan kondisi hujan Indonesia pada Oktober 2026 akan bervariasi antarwilayah. Sebagian besar wilayah diprediksi berada pada kategori rendah dan menengah, sementara kategori tinggi dan sangat tinggi mencakup wilayah yang lebih terbatas. (*)
















