Sumbardaily.com - Aktivitas perjalanan umrah melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) ternyata menyimpan potensi ekonomi yang besar bagi Kota Padang.
Jumlah jemaah yang berangkat mencapai sekitar 40 ribu orang per tahun. Jika kebutuhan setiap jemaah diasumsikan Rp30 juta, nilai perputaran ekonomi dari aktivitas umrah diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun dalam setahun.
Potensi tersebut mengemuka dalam Grand Opening Al Harris Umrah, Oleh-oleh Umrah dan Coffee di jalan Taman Siswa nomor 31, RT 03/RW 01, Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Minggu (27/9/2026) siang.
Kepala Seksi Pemberdayaan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Padang, Rizki Ronaldi mengatakan, jumlah jemaah yang berangkat melalui BIM berada di kisaran 40 ribu orang setiap tahun.
Dengan asumsi kebutuhan sebesar Rp30 juta untuk setiap jemaah, aktivitas tersebut menghasilkan potensi perputaran ekonomi sekitar Rp1,2 triliun per tahun.
Besarnya angka tersebut menunjukkan bahwa perjalanan umrah tidak hanya berkaitan dengan aktivitas ibadah, tetapi juga membuka ruang ekonomi bagi berbagai sektor usaha yang berada di sekitarnya.
Potensi itu antara lain dapat berkaitan dengan usaha perjalanan, perlengkapan ibadah, oleh-oleh, hingga aktivitas ekonomi lainnya yang mendukung kebutuhan jemaah sebelum maupun setelah perjalanan ke Tanah Suci.
Kehadiran Al Harris Umrah, Oleh-oleh Umrah dan Coffee menjadi salah satu usaha yang mengambil peluang tersebut.
Tempat yang didirikan Harris Seswitra itu tidak hanya menawarkan layanan perjalanan umrah, tetapi juga menggabungkan konsep ruang berkumpul dengan penyediaan berbagai kebutuhan jemaah.
Owner Al Harris Umrah, Oleh-oleh Umrah dan Coffee, Harris Seswitra mengatakan, usaha tersebut dibangun sebagai ruang untuk ngopi, bersilaturahmi sekaligus mendekatkan pembicaraan tentang perjalanan umrah.
“Kami ingin Al Harris menjadi tempat kecil yang memberikan manfaat besar, menjadi ruang orang bertemu dan bersilaturahmi, sekaligus menjadi salah satu jalan bagi semakin banyak saudara kami untuk mengunjungi Tanah Suci," katanya.
Selain layanan perjalanan umrah, Al Harris menyediakan sejumlah kebutuhan yang berkaitan dengan perjalanan ibadah. Di antaranya perlengkapan ibadah, roaming internasional, serta oleh-oleh dari Tanah Suci seperti kurma, air zamzam, kacang Arab dan berbagai macam suvenir.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Padang, Fadly menyambut baik kehadiran Al Harris Umrah, Oleh-oleh Umrah dan Coffee.
Menurutnya, keberadaan usaha tersebut dapat menjadi bagian dari penguatan ekosistem ekonomi haji dan umrah sekaligus membuka peluang kolaborasi bagi UMKM di Kota Padang.
Fadly mengatakan Pemerintah Kota (Pemko) Padang juga siap memberikan dukungan kepada pelaku usaha melalui pelayanan, fasilitas mediasi dan kemudahan usaha.
Dukungan itu diarahkan tidak hanya untuk tour and travel, tetapi juga pelaku UMKM yang dapat terhubung dengan aktivitas ekonomi haji dan umrah.
“Pemko Padang siap memberikan dukungan melalui pelayanan, fasilitas mediasi, dan kemudahan usaha bagi pelaku tour and travel serta UMKM. Kami mendorong pelaku usaha mengintegrasikan layanan dengan potensi wisata dan ekonomi daerah," ujarnya.
Fadly juga melihat sektor tour and travel memiliki peluang yang lebih luas. Menurutnya, perusahaan perjalanan di Kota Padang tidak semestinya hanya berperan mengantarkan masyarakat menuju Tanah Suci, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya mendatangkan wisatawan ke Kota Padang.
“Bukan hanya mengantarkan masyarakat ke Baitullah, tour and travel juga diharapkan membawa wisatawan dari luar daerah dan mancanegara ke Kota Padang. Hal ini sejalan dengan upaya memperkuat Padang sebagai kota gastronomi dunia," tuturnya. (*)
















