Sumbardaily.com - Sebanyak 70 alumni madrasah dan pondok pesantren dari berbagai daerah di Sumatera Barat memulai langkah baru untuk menempuh pendidikan tinggi di sejumlah perguruan tinggi di Timur Tengah.
Keberangkatan para calon mahasiswa dilepas langsung Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Mustafa, di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Senin (28/9/2026).
Bagi para alumni tersebut, perjalanan menuju Timur Tengah tidak sekadar menjadi agenda melanjutkan pendidikan. Mereka juga membawa harapan keluarga, madrasah, pondok pesantren, hingga daerah asal yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan pendidikan mereka.
Mustafa meminta para calon mahasiswa tersebut menjaga nama baik Sumatera Barat selama berada di luar negeri. Menurutnya, keberadaan mereka di Timur Tengah bukan hanya sebagai pelajar, tetapi juga membawa identitas daerah di lingkungan internasional.
“Ananda merupakan kebanggaan kita bersama. Ananda adalah harapan orang tua, harapan kampuang, harapan nagari, dan harapan almamater. Ananda adalah duta Sumatera Barat yang akan mengharumkan nama Sumatera Barat di dunia internasional,” ujar Mustafa saat melepas keberangkatan para alumni.
Disebut Penerus Jejak Ulama Minang
Dalam kesempatan tersebut, Mustafa mengingatkan kembali sejarah panjang Sumatera Barat dalam melahirkan tokoh-tokoh yang memiliki kiprah di dunia Islam hingga mancanegara.
Salah satu tokoh yang disebut adalah Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi. Ulama asal Minangkabau tersebut dikenal pernah menjadi imam sekaligus guru di Masjidilharam.
Menurut Mustafa, perjalanan 70 alumni madrasah dan pondok pesantren ke Timur Tengah dapat menjadi bagian dari kesinambungan sejarah tersebut. Mereka diharapkan mampu menorehkan kiprah baru setelah menyelesaikan pendidikan di luar negeri.
“Kalau kita melihat masa lalu, bagaimana tokoh-tokoh Sumatera Barat di luar negeri yang mengharumkan nama Sumatera Barat. Hari ini ananda mengukir kembali sejarah itu. Ananda adalah Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi muda,” katanya.
Keberangkatan puluhan alumni tersebut juga tidak terlepas dari dukungan generasi sebelumnya. Para alumni madrasah dan pesantren yang lebih dahulu menempuh pendidikan di Timur Tengah turut berperan dalam memberikan pembinaan dan motivasi kepada calon mahasiswa.
Pengalaman para alumni terdahulu menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong generasi berikutnya agar berani mengambil kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
Dukungan tersebut sekaligus membangun kesinambungan pendidikan bagi alumni madrasah dan pondok pesantren Sumatera Barat yang ingin melanjutkan studi ke Timur Tengah.
Diantar Orang Tua di BIM
Pelepasan 70 calon mahasiswa itu berlangsung di Bandara Internasional Minangkabau. Sejumlah pejabat Kanwil Kemenag Sumatera Barat turut hadir dalam momen tersebut.
Di antaranya Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Tan Gusli dan Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam Joben. Hadir pula para ketua tim kerja pada bidang terkait serta perwakilan pondok pesantren.
Orang tua para calon mahasiswa juga datang mengantar keberangkatan anak-anak mereka. Dari BIM, para alumni tersebut memulai perjalanan menuju Timur Tengah untuk menempuh pendidikan tinggi.
Keberangkatan itu menjadi langkah awal bagi 70 alumni madrasah dan pesantren untuk menjalani kehidupan akademik di luar negeri. Selain mengejar pendidikan, mereka juga membawa harapan keluarga dan almamater serta pesan untuk menjaga nama baik Sumatera Barat selama berada di dunia internasional. (*)















