Cuaca Sumbar Awal Oktober 2026, 4 Daerah Diprediksi Hujan Bawah Normal

Cuaca Sumbar Awal Oktober 2026, 4 Daerah Diprediksi Hujan Bawah Normal

Ilustrasi Hujan Lebat (Foto: Pixabay)

Sumbardaily.com - Cuaca Sumatera Barat pada awal Oktober 2026 diprediksi berbeda-beda di setiap wilayah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan empat daerah di Sumbar mengalami hujan dengan sifat Bawah Normal pada periode 1-10 Oktober 2026.

Empat wilayah tersebut adalah Kota Pariaman, Kota Payakumbuh, Sijunjung, dan Dharmasraya.

Sementara itu, sebagian besar wilayah Sumatera Barat lainnya diprediksi mengalami hujan dengan sifat Normal. Wilayah tersebut meliputi Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Kepulauan Mentawai, Pasaman, Lima Puluh Kota, Kota Bukittinggi, Tanah Datar, Kota Padang, Kota Padang Panjang, Pesisir Selatan, Solok, Kota Solok, Kota Sawahlunto, dan Solok Selatan.

Prakiraan tersebut merupakan kondisi cuaca pada Dasarian I Oktober 2026. Istilah Dasarian I merujuk pada periode 10 hari pertama dalam satu bulan, sehingga Dasarian I Oktober berarti tanggal 1 hingga 10 Oktober atau periode awal Oktober.

BMKG dikutip Sabtu (3/10/2026) menjelaskan pola hujan Indonesia pada periode tersebut.

"Pada Dasarian I Oktober 2026, umumnya wilayah Indonesia diprediksi mengalami sifat hujan kategori Jauh di Atas Normal 0.58%, Atas Normal 3.42%, Normal 11.40%, dan Bawah Normal 84.60%," demikian keterangan BMKG.

Dari prakiraan tersebut terlihat bahwa kategori Bawah Normal menjadi pola yang paling banyak diprediksi terjadi secara nasional pada awal Oktober. Sementara kategori Normal mencakup 11,40 persen wilayah, Atas Normal 3,42 persen, dan Jauh di Atas Normal 0,58 persen.

Empat daerah Sumbar masuk Bawah Normal

Dalam prakiraan BMKG, Kota Pariaman, Kota Payakumbuh, Sijunjung, dan Dharmasraya masuk dalam wilayah yang diprediksi dominan mengalami hujan kategori Bawah Normal.

BMKG mendefinisikan kategori Bawah Normal sebagai kondisi hujan yang berada kurang dari 85 persen terhadap rata-rata curah hujan selama 30 tahun.

Dengan demikian, empat wilayah Sumbar tersebut diprakirakan memiliki curah hujan di bawah 85 persen dibandingkan rata-rata curah hujan dalam periode pembanding 30 tahun.

Kondisi tersebut berbeda dengan sebagian besar wilayah Sumbar lainnya yang berada dalam kategori Normal.

Wilayah kategori Normal mencakup Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Kepulauan Mentawai, Pasaman, Lima Puluh Kota, Kota Bukittinggi, Tanah Datar, Kota Padang, Kota Padang Panjang, Pesisir Selatan, Solok, Kota Solok, Kota Sawahlunto, dan Solok Selatan.

Dalam daftar prakiraan yang diberikan BMKG, tidak terdapat wilayah Sumatera Barat yang masuk kategori Atas Normal maupun Jauh di Atas Normal pada Dasarian I Oktober 2026.

Kategori Normal berarti curah hujan berada pada kisaran 85 persen hingga 115 persen terhadap rata-rata hujan selama 30 tahun.

Sementara kategori Atas Normal berada pada kisaran 115 persen hingga 150 persen. Adapun Jauh di Atas Normal berarti curah hujan lebih dari 150 persen terhadap rata-rata 30 tahun.

Daftar wilayah Sumbar perlu diperhatikan

Perbedaan kategori hujan tersebut membuat kondisi awal Oktober di Sumbar tidak sama antara satu daerah dengan daerah lainnya.

Kota Pariaman dan Kota Payakumbuh termasuk wilayah perkotaan yang masuk daftar Bawah Normal. Sementara Sijunjung dan Dharmasraya menjadi dua wilayah kabupaten yang juga berada dalam kategori tersebut.

Di sisi lain, Kota Padang, Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kota Solok, dan Kota Sawahlunto diprediksi berada dalam kategori Normal.

Wilayah kabupaten yang masuk kategori Normal antara lain Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Kepulauan Mentawai, Pasaman, Lima Puluh Kota, Tanah Datar, Pesisir Selatan, Solok, dan Solok Selatan.

Mayoritas wilayah Indonesia Bawah Normal

Secara nasional, wilayah dengan kategori Bawah Normal tersebar di berbagai provinsi.

Di Aceh, daerah yang masuk kategori tersebut adalah Kota Sabang, Aceh Timur, Aceh Tamiang, dan Kota Langsa.

Sumatera Utara mencakup Serdang Bedagai, Asahan, Batu Bara, dan Kota Tanjung Balai.

Di Riau, wilayahnya meliputi Kampar, Siak, Kuantan Singingi, Kota Pekanbaru, Pelalawan, Indragiri Hulu, Kepulauan Meranti, dan Indragiri Hilir.

Kepulauan Riau mencakup Karimun, Kota Batam, Lingga, Bintan, Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Anambas, dan Natuna.

Jambi meliputi Bungo, Merangin, Tebo, Sarolangun, Batanghari, Tanjung Jabung Barat, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, dan Kota Jambi.

Bengkulu mencakup Muko Muko, Bengkulu Utara, Lebong, Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu, Seluma, Rejang Lebong, Kepahiang, Bengkulu Selatan, dan Kaur.

Sumatera Selatan meliputi Musi Rawas Utara, Musi Rawas, Empat Lawang, Kota Lubuk Linggau, Lahat, Musi Banyuasin, Kota Pagar Alam, Muara Enim, Ogan Komering Ulu Selatan, Penukal Abab Lematang Ilir, Ogan Komering Ulu, Banyuasin, Kota Prabumulih, Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Ilir, Kota Palembang, dan Ogan Komering Ilir.

Kepulauan Bangka Belitung mencakup Bangka Barat, Bangka, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Kota Pangkal Pinang, Belitung, dan Belitung Timur.

Lampung meliputi Pesisir Barat, Lampung Barat, Way Kanan, Tanggamus, Lampung Utara, Lampung Tengah, Pringsewu, Tulang Bawang Barat, Pesawaran, Mesuji, Lampung Selatan, Tulang Bawang, Kota Bandar Lampung, Kota Metro, dan Lampung Timur.

Jawa hingga Nusa Tenggara

Kategori Bawah Normal juga mencakup Pandeglang dan Lebak di Banten.

Di DKI Jakarta, wilayahnya adalah Administrasi Kepulauan Seribu, Kota Adm. Jakarta Barat, dan Kota Adm. Jakarta Utara.

Jawa Barat mencakup Sukabumi, Cianjur, Karawang, Bandung, Garut, Subang, Kota Cimahi, Sumedang, Indramayu, Tasikmalaya, Majalengka, Ciamis, Kota Tasikmalaya, Cirebon, Pangandaran, Kuningan, Kota Cirebon, dan Kota Banjar.

Jawa Tengah meliputi Cilacap, Brebes, Banyumas, Tegal, Kota Tegal, Pemalang, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Pekalongan, Kota Pekalongan, Batang, Wonosobo, Purworejo, Kendal, Temanggung, Magelang, Jepara, Kota Semarang, Semarang, Boyolali, Demak, Kota Salatiga, Klaten, Grobogan, Sukoharjo, Kudus, Sragen, Kota Surakarta, Wonogiri, Pati, Karanganyar, Blora, dan Rembang.

Seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta yang tercantum dalam prakiraan juga masuk kategori Bawah Normal, yakni Kulon Progo, Sleman, Bantul, Kota Yogyakarta, dan Gunungkidul.

Jawa Timur meliputi Pacitan, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Bojonegoro, Trenggalek, Madiun, Kota Madiun, Tuban, Nganjuk, Tulungagung, Kediri, Kota Kediri, Blitar, Lamongan, Kota Blitar, Malang, Gresik, Sidoarjo, Kota Batu, Pasuruan, Kota Malang, Kota Surabaya, Bangkalan, Kota Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Sampang, Kota Probolinggo, Jember, Pamekasan, Situbondo, Sumenep, Bondowoso, dan Banyuwangi.

Di Bali, daerah yang masuk Bawah Normal adalah Buleleng, Jembrana, Tabanan, Badung, Kota Denpasar, Bangli, Gianyar, Karangasem, dan Klungkung.

Nusa Tenggara Barat mencakup Lombok Barat, Lombok Utara, Kota Mataram, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima, dan Kota Bima.

Nusa Tenggara Timur meliputi Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Manggarai Barat, Sumba Tengah, Sumba Timur, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Sabu Raijua, Rote Ndao, Flores Timur, Lembata, Kupang, Kota Kupang, Alor, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Malaka, dan Belu.

Kalimantan dan Sulawesi

Kalimantan Barat mencakup Bengkayang, Kayong Utara, Mempawah, Kota Singkawang, Sambas, Kubu Raya, Landak, Kota Pontianak, Ketapang, Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi, dan Kapuas Hulu.

Kalimantan Tengah meliputi Sukamara, Lamandau, Kotawaringin Barat, Seruyan, Kotawaringin Timur, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Kota Palangkaraya, Pulang Pisau, Kapuas, Barito Utara, Barito Selatan, dan Barito Timur.

Kalimantan Selatan mencakup Barito Kuala, Kota Banjarmasin, Banjar, Tanah Laut, Kota Banjarbaru, Tapin, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan, Tabalong, Hulu Sungai Tengah, Tanah Bumbu, Balangan, dan Kotabaru.

Kalimantan Timur meliputi Mahakam Ulu, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Paser, Kutai Timur, Berau, Penajam Paser Utara, Kota Balikpapan, Kota Samarinda, dan Kota Bontang.

Kalimantan Utara mencakup Malinau dan Bulungan.

Di Sulawesi Selatan, wilayah kategori Bawah Normal adalah Pangkajene Kepulauan, Takalar, Tana Toraja, Kota Makassar, Gowa, Pinrang, Pangkajene Dan Kepulauan, Maros, Jeneponto, Barru, Kota Parepare, Luwu Utara, Toraja Utara, Enrekang, Sidenreng Rappang, Bone, Soppeng, Luwu, Wajo, Bantaeng, Sinjai, Bulukumba, Kota Palopo, Kepulauan Selayar, dan Luwu Timur.

Sulawesi Barat mencakup Mamuju, Majene, Polewali Mandar, Mamasa, Mamuju Tengah, dan Pasangkayu.

Sulawesi Tenggara meliputi Kolaka Utara, Kolaka Timur, Kolaka, Konawe, Bombana, Konawe Utara, Buton Tengah, Konawe Selatan, Muna Barat, Muna, Kota Kendari, Buton Selatan, Buton, Kota Bau Bau, Buton Utara, Konawe Kepulauan, dan Wakatobi.

Sulawesi Tengah mencakup Donggala, Sigi, Kota Palu, Parigi Moutong, Poso, Toli Toli, Morowali Utara, Tojo Una Una, Buol, Morowali, Banggai, Banggai Kepulauan, dan Banggai Laut.

Gorontalo meliputi Pohuwato, Gorontalo Utara, Boalemo, Gorontalo, Kota Gorontalo, dan Bone Bolango.

Sulawesi Utara mencakup Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow, Kota Kotamobagu, Bolaang Mongondow Timur, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, Minahasa, Kota Manado, Kota Tomohon, Minahasa Utara, Kota Bitung, Kep. Siau Tagulandang Biaro, Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.

Maluku dan Papua

Maluku Utara mencakup Pulau Taliabu, Kepulauan Sula, Kota Ternate, Halmahera Selatan, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Barat, Halmahera Utara, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, dan Pulau Morotai.

Maluku meliputi Maluku Barat Daya, Buru Selatan, Buru, Seram Bagian Barat, Maluku Tengah, Kota Ambon, Seram Bagian Timur, Kepulauan Tanimbar, Kota Tual, Maluku Tenggara, dan Kepulauan Aru.

Papua Barat Daya mencakup Raja Ampat, Sorong, Kota Sorong, Tambrauw, Sorong Selatan, dan Maybrat.

Papua Barat meliputi Fak Fak, Teluk Bintuni, Kaimana, Pegunungan Arfak, Manokwari, Manokwari Selatan, dan Teluk Wondama.

Papua mencakup Biak Numfor, Kepulauan Yapen, Supiori, Waropen, Mamberamo Raya, Sarmi, Jayapura, Keerom, dan Kota Jayapura.

Papua Pegunungan meliputi Nduga, Lanny Jaya, dan Yahukimo. Papua Tengah mencakup Nabire, Mimika, Dogiyai, Paniai, Deiyai, dan Intan Jaya. Papua Selatan meliputi Asmat, Merauke, Mappi, dan Boven Digoel.

Ada wilayah dengan hujan Normal

Selain wilayah Bawah Normal, BMKG juga mencatat sejumlah daerah yang diprediksi mengalami hujan kategori Normal.

Di Aceh, wilayah tersebut adalah Aceh Besar, Kota Banda Aceh, Aceh Jaya, Simeulue, Bener Meriah, Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, dan Aceh Singkil.

Sumatera Utara meliputi Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Nias Utara, Nias Barat, Nias Selatan, Karo, Tapanuli Tengah, Humbang Hasundutan, Samosir, Kota Binjai, Deli Serdang, Simalungun, Kota Medan, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Toba, dan Kota Padang Sidempuan.

Riau mencakup Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, dan Kota Dumai. Jambi mencakup Kerinci.

Di Banten, daerahnya adalah Serang, Kota Cilegon, Kota Serang, Tangerang, dan Kota Tangerang. DKI Jakarta meliputi Kota Adm. Jakarta Selatan, Kota Adm. Jakarta Pusat, dan Kota Adm. Jakarta Timur.

Jawa Barat mencakup Bogor, Kota Depok, Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Sukabumi, Bekasi, Bandung Barat, Purwakarta, dan Kota Bandung.

Jawa Timur meliputi Jombang, Mojokerto, dan Kota Mojokerto.

Kalimantan Utara mencakup Nunukan, Tana Tidung, dan Kota Tarakan.

Papua Pegunungan meliputi Tolikara dan Jayawijaya, sedangkan Papua Tengah mencakup Puncak dan Puncak Jaya.

Ada wilayah Atas Normal hingga Jauh di Atas Normal

Kategori Atas Normal juga muncul dalam prakiraan BMKG. Di Aceh, wilayah tersebut meliputi Pidie, Pidie Jaya, Nagan Raya, Aceh Tengah, Bireuen, Aceh Barat Daya, Gayo Lues, Aceh Selatan, Aceh Tenggara, dan Kota Subulussalam.

Sumatera Utara mencakup Nias, Kota Gunungsitoli, Langkat, Dairi, Pakpak Bharat, dan Kota Pematangsiantar.

Jambi memiliki Kota Sungai Penuh yang masuk kategori Atas Normal. Banten mencakup Kota Tangerang Selatan.

Sementara itu, Papua Pegunungan mencakup Mamberamo Tengah dan Yalimo.

Untuk kategori Jauh di Atas Normal, BMKG mencatat dua wilayah, yakni Aceh Barat dan Pegunungan Bintang di Papua Pegunungan.

Dengan prakiraan tersebut, kondisi hujan pada awal Oktober 2026 menunjukkan variasi yang cukup luas antarwilayah. Khusus Sumatera Barat, empat wilayah diprediksi berada di bawah kondisi hujan normal, sedangkan 15 wilayah lainnya masuk kategori Normal.

Prakiraan Dasarian I ini perlu dipahami sebagai gambaran kondisi hujan pada tanggal 1 sampai 10 Oktober 2026. Artinya, data tersebut tidak menggambarkan kondisi hujan untuk seluruh Oktober, melainkan hanya periode awal bulan. (*)

Baca Juga

Mutasi Pertama Era Kapolri Suyudi, Irjen Djati Wiyoto Abadhy Tinggalkan Sumbar
Mutasi Pertama Era Kapolri Suyudi, Irjen Djati Wiyoto Abadhy Tinggalkan Sumbar
Cuaca Awal Oktober 2026, BMKG Prediksi Mayoritas Wilayah Indonesia Hujan di Bawah Normal
Cuaca Awal Oktober 2026, BMKG Prediksi Mayoritas Wilayah Indonesia Hujan di Bawah Normal
Oknum PNS asal Kota Padang diamankan Satresnarkoba Polres Dharmasraya dalam kasus dugaan kepemilikan sabu.
Oknum PNS asal Padang Ditangkap di Dharmasraya, Diduga Terlibat Penyalahgunaan Narkotika
Data Jemaah Haji Bakal Dipadankan dengan Dukcapil, Nomor Antrean Tak Berubah
Data Jemaah Haji Bakal Dipadankan dengan Dukcapil, Nomor Antrean Tak Berubah
Daftar Lengkap Reshuffle Kabinet Prabowo 1 Oktober 2026 dan Jejak Enam Perombakan Sebelumnya
Daftar Lengkap Reshuffle Kabinet Prabowo 1 Oktober 2026 dan Jejak Enam Perombakan Sebelumnya
Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pilihan Prabowo yang Disetujui DPR
Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pilihan Prabowo yang Disetujui DPR