Hutama Karya Siapkan Pengembangan Tol Jambi-Rengat dan Pekanbaru-Padang

Sumbardaily.com – PT Hutama Karya (Persero) menyiapkan pengembangan koridor Jambi-Rengat dan Pekanbaru-Padang sebagai bagian dari keberlanjutan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Pengembangan kedua koridor tersebut dilakukan berdasarkan tahapan kesiapan proyek dan skema pengusahaan, dengan dukungan sejumlah alternatif pendanaan yang disiapkan perusahaan.

Rencana tersebut disampaikan Hutama Karya dalam kunjungan kerja Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Pekanbaru, Jumat (2/10/2026). Kunjungan tersebut membahas penelaahan tata kelola dan efektivitas pembangunan JTTS, termasuk pelaksanaan penugasan pemerintah, akuntabilitas pengelolaan infrastruktur, serta manfaat jalan tol bagi masyarakat dan perekonomian Sumatera.

Dalam pengembangan koridor Jambi-Rengat dan Pekanbaru-Padang, Hutama Karya menyatakan prosesnya akan mengikuti kesiapan masing-masing proyek serta skema pengusahaan yang telah dipersiapkan. Untuk menjaga kesinambungan pembangunan, perusahaan juga menyiapkan alternatif pendanaan, di antaranya Pembayaran Berkala Berbasis Layanan dan asset recycling.

Asset recycling merupakan pemanfaatan nilai aset yang telah beroperasi untuk mendukung investasi berikutnya. Skema tersebut menjadi salah satu alternatif yang disiapkan Hutama Karya untuk mendukung keberlanjutan pembangunan jaringan JTTS.

Pengembangan jaringan jalan tol tersebut diarahkan untuk menghubungkan pusat-pusat kegiatan ekonomi. Dengan konektivitas yang semakin baik, keberadaan JTTS diharapkan dapat memperlancar distribusi barang sekaligus memperluas akses pasar.

Rencana pengembangan tersebut menjadi bagian dari pemaparan Hutama Karya dalam pertemuan yang dipimpin Ketua BAKN DPR RI Andreas Eddy Susetyo bersama jajaran anggota BAKN RI.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum Bidang Hubungan Antar Lembaga Triono Junoasmono, Direktur Jalan Bebas Hambatan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Dedy Gunawan, Plt. Sekretaris Badan Pengatur Jalan Tol Ira Ariani Chaerunisa, Direktur Konektivitas dan Infrastruktur Logistik Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Dail Umamil Asri.

Kemudian Direktur Fasilitasi dan Sinergi Pembangunan Bidang Ketahanan Energi Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara Fadjar Judisiawan, serta Senior Vice President Business Performance & Asset Optimization Cluster Infrastructure Business 3 PT Danantara Asset Management Bangun Imanullah.

Dari unsur badan usaha, hadir Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Koentjoro, Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk Muhammad Hanugroho, serta Direktur Bisnis PT Jasa Marga (Persero) Tbk Reza Febriano, beserta jajaran kementerian, lembaga, dan perusahaan masing-masing.

JTTS Sudah Terbangun 1.160 Kilometer

Dalam kesempatan tersebut, Hutama Karya juga memaparkan perkembangan pelaksanaan penugasan pembangunan JTTS. Hingga Agustus 2026, jalan tol yang telah terbangun mencapai sekitar 1.160 kilometer. Dari total tersebut, sekitar 982 kilometer telah beroperasi.

Pembangunan JTTS dilaksanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan proyek dan pendanaan. Selain itu, kebutuhan konektivitas serta manfaat setiap koridor terhadap mobilitas masyarakat dan distribusi barang turut menjadi pertimbangan dalam pengembangan jaringan.

Hutama Karya juga menjelaskan penguatan tata kelola pembangunan yang dilakukan perusahaan. Upaya tersebut mencakup penyempurnaan prosedur studi kelayakan, penyusunan kajian risiko, dan peningkatan pengendalian pelaksanaan pekerjaan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap proyek disiapkan secara lebih matang. Pada saat yang sama, proses tersebut diarahkan agar terdapat keselarasan antara prioritas pembangunan, kebutuhan investasi, dan kesiapan pendanaan.

Dengan pendekatan tersebut, pengembangan koridor Jambi-Rengat dan Pekanbaru-Padang tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari upaya melanjutkan pembangunan jaringan JTTS berdasarkan kesiapan proyek dan kebutuhan konektivitas.

Hutama Karya Ingin JTTS Beri Manfaat Langsung

Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan mengatakan pembangunan JTTS diarahkan untuk memperkuat konektivitas sekaligus memberikan manfaat yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Menurut Iwan, setiap ruas jalan tol yang tersambung membawa harapan terhadap peningkatan kemudahan mobilitas masyarakat, perluasan akses pasar bagi pelaku usaha, serta perjalanan yang aman dan nyaman bagi pengguna jalan.

“Penugasan JTTS kami jalankan dengan menjaga tata kelola, kualitas infrastruktur, dan keberlanjutan pembangunan. Bagi kami, setiap ruas yang tersambung membawa harapan agar masyarakat dapat menjangkau keluarga dengan lebih mudah, pelaku usaha memiliki akses pasar yang lebih luas, dan pengguna jalan menikmati perjalanan yang aman serta nyaman. Manfaat inilah yang ingin terus kami hadirkan melalui dukungan dan sinergi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Iwan dalam keterangannya, dikutip Minggu (4/10/2026).

Arah tersebut juga menjadi dasar pengembangan jaringan tol yang menghubungkan pusat kegiatan ekonomi. Konektivitas yang lebih baik diharapkan dapat mendukung kelancaran distribusi barang dan membuka akses pasar yang lebih luas.

BAKN DPR RI Soroti Efektivitas Pembangunan

Ketua BAKN DPR RI Andreas Eddy Susetyo mengatakan efektivitas pembangunan infrastruktur perlu dilihat dari manfaat yang dapat diukur. Menurutnya, pembangunan JTTS harus ditopang perencanaan yang matang dan pengelolaan sumber daya yang akuntabel.

“Penelaahan ini bertujuan memastikan pembangunan JTTS didukung perencanaan yang matang dan pengelolaan sumber daya yang akuntabel. Efektivitasnya perlu dilihat dari kualitas pelayanan serta kontribusinya terhadap kelancaran transportasi dan kegiatan ekonomi masyarakat,” ujar Andreas.

Artinya, keberhasilan pembangunan JTTS tidak hanya dilihat dari bertambahnya panjang jalan yang dibangun. Kualitas pelayanan, kelancaran transportasi, serta kontribusi terhadap kegiatan ekonomi masyarakat juga menjadi bagian dari penilaian efektivitas infrastruktur tersebut.

Sementara itu, Anggota BAKN DPR RI Herman Khaeron menyoroti pentingnya mengoptimalkan potensi daerah yang berada di sepanjang koridor jalan tol.

Menurut Herman, akses jalan tol perlu terkoneksi dengan kawasan industri, sentra produksi, dan simpul logistik. Keterhubungan tersebut dinilai dapat membantu pelaku usaha memanfaatkan kemudahan transportasi untuk memperlancar distribusi dan memperluas pasar.

“Akses jalan tol perlu terhubung dengan kawasan industri, sentra produksi, dan simpul logistik. Dengan demikian, kemudahan transportasi dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk memperlancar distribusi, memperluas pasar, dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” ujar Herman.

Pengembangan Tol Diarahkan Perkuat Ekonomi Sumatera

Rencana pengembangan Jambi-Rengat dan Pekanbaru-Padang menjadi bagian dari upaya Hutama Karya melanjutkan pembangunan JTTS dengan mempertimbangkan kesiapan proyek, skema pengusahaan, dan alternatif pendanaan.

Jaringan tersebut diarahkan untuk memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus menghubungkan pusat-pusat kegiatan ekonomi. Dengan demikian, pembangunan jalan tol diharapkan tidak hanya memberikan kemudahan perjalanan, tetapi juga membantu distribusi barang dan memperluas akses pasar.

Hutama Karya juga terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung tata kelola dan keberlanjutan pembangunan JTTS. Dengan kesiapan pendanaan serta arah pengembangan yang terencana, perusahaan berkomitmen menghadirkan konektivitas yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi Sumatera.

Komitmen tersebut sejalan dengan Asta Cita dalam melanjutkan pembangunan infrastruktur, memperkuat daya saing daerah, dan mendorong pemerataan ekonomi. (*)

Baca Juga

Hutama Karya Perkuat Layanan PPID Digital dan Inklusif Bersama Komisi Informasi
Hutama Karya Perkuat Layanan PPID Digital dan Inklusif Bersama Komisi Informasi
Bantu Pulihkan Galodo Solok, Hutama Karya Grup Kerahkan Alat Berat dan Bantuan Logistik
Bantu Pulihkan Galodo Solok, Hutama Karya Grup Kerahkan Alat Berat dan Bantuan Logistik
Hutama Karya Tuntaskan Proyek Tanggap Darurat Sumber Daya Air di Aceh, Progres 100 Persen
Hutama Karya Tuntaskan Proyek Tanggap Darurat Sumber Daya Air di Aceh, Progres 100 Persen
Business Streamlining BUMN Bukan Sekadar Kurangi Entitas, Ini Penjelasan Hutama Karya
Business Streamlining BUMN Bukan Sekadar Kurangi Entitas, Ini Penjelasan Hutama Karya
Progres Flyover Sitinjau Lauik Capai 30,043%, HK Pastikan Milestone Terjaga
Progres Flyover Sitinjau Lauik Capai 30,043%, HK Pastikan Milestone Terjaga
HK Mengajar di UBH, Hutama Karya Bekali Mahasiswa dengan Teknologi Konstruksi
HK Mengajar di UBH, Hutama Karya Bekali Mahasiswa dengan Teknologi Konstruksi